Lawang Sewu berdiri megah di jantung kota Semarang. Bangunan bergaya arsitektur Belanda ini tak hanya menjadi ikon sejarah, tapi juga pusat kisah mistis yang sudah lama beredar di masyarakat. Nama “Lawang Sewu” berarti seribu pintu, walau sebenarnya jumlah pintunya tidak sampai seribu. Namun, suasana bangunan yang penuh lengkungan dan lorong panjang membuatnya tampak tak berujung.
Meski kini ramai dikunjungi wisatawan, aura misteri Lawang Sewu belum hilang. Banyak pengunjung mengaku merasakan “hal aneh” ketika berjalan di lorong-lorongnya, terutama di malam hari. Salah satunya adalah Dimas (29), pemandu wisata lokal yang kerap membawa tur malam. “Beberapa tamu pernah pingsan atau melihat bayangan di tangga utama. Tapi saya sendiri sudah terbiasa,” ujarnya.
Cerita paling terkenal adalah penampakan sosok wanita Belanda di dekat jendela lantai dua. Cerita ini bahkan sempat ditampilkan dalam acara televisi misteri populer pada awal 2000-an. “Cerita mistis memang memperkuat daya tarik wisata, tapi jangan sampai menenggelamkan nilai sejarahnya.”
Pada tahun 2011, pemerintah melalui PT KAI melakukan pemugaran besar-besaran terhadap Lawang Sewu. Kini, pengunjung bisa melihat berbagai pameran tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia, ruang kerja zaman Belanda, serta sumur tua dan ruang bawah tanah yang dulu tertutup.
Siti Maesaroh, salah satu pengunjung asal Jakarta, mengaku takjub dengan perubahannya. “Dulu saya ke sini karena penasaran dengan cerita seramnya. Tapi sekarang saya lebih kagum pada isi museumnya, banyak hal yang baru saya tahu soal sejarah kereta api Indonesia.”(*)
Oleh Ilyasa Dayyan Riandra