Penguatan Kapasitas Digital Guru SMP melalui PMM untuk Asesmen Diagnostik dan Modul Ajar Berbasis Deep Learning

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengembangan Kapasitas dalam Penggunaan Aplikasi Digital Berbasis Daring untuk Implementasi Asesmen Diagnostik pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai Bentuk Inovasi Pembelajaran” telah sukses dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2025 di SMP Negeri 10 Salatiga. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara tim dosen perguruan tinggi dengan para guru dalam kelompok belajar di sekolah tersebut, sebagai upaya nyata peningkatan kapasitas profesional tenaga pendidik dalam menghadapi tuntutan transformasi pembelajaran digital.

Penanggung jawab kegiatan, Dr. Muhamad Burhanudin, S.S., M.A., menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pada otonomi guru dan sekolah dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Qurrota Ayu Neina, S.Pd., M.Pd. dan Septina Sulistyaningrum, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pendampingan langsung mengenai pemanfaatan fitur asesmen diagnostik di Platform Merdeka Mengajar (PMM), mulai dari analisis hasil asesmen hingga tindak lanjut dalam perencanaan pembelajaran diferensiatif.

Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah penguatan pemahaman guru tentang penyusunan modul ajar berbasis pendekatan deep learning, yaitu perancangan pembelajaran yang tidak hanya mendorong siswa untuk memahami materi secara konseptual, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, serta koneksi antarkonsep yang mendalam. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual bagi peserta didik, selaras dengan arah pengembangan Kurikulum Merdeka.

Tim pengabdian terdiri atas para dosen yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kapasitas guru dan inovasi pembelajaran, yaitu Dr. Asep Purwo Yudhi Utomo, S.Pd., M.Pd., Diyamon Prasandha, S.Pd., M.Pd., dan Rio Rizkiansyah, M.Pd. Kehadiran mereka menambah kekuatan akademik dalam mendampingi guru untuk menyusun rencana pembelajaran berbasis asesmen awal serta modul ajar yang berorientasi pada peningkatan mutu belajar siswa.

Kegiatan ini juga memperkuat posisi strategis perguruan tinggi dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya dalam aspek keterlibatan dosen di luar kampus serta kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Melalui keterlibatan langsung dengan guru di sekolah, para dosen tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga memperoleh masukan dari praktik lapangan yang dapat memperkaya pembelajaran di kelas dan penelitian mereka.

Lebih jauh, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas melalui penguatan kapasitas guru dan kolaborasi antar lembaga. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital para guru, tetapi juga membangun budaya refleksi dan perencanaan pembelajaran berbasis data yang akurat, responsif, dan relevan dengan konteks kebutuhan siswa.

Antusiasme para guru SMP Negeri 10 Salatiga selama kegiatan berlangsung mencerminkan semangat perubahan dan kesiapan untuk terus berkembang. Mereka tidak hanya mengikuti materi secara aktif, tetapi juga terlibat dalam praktik langsung menyusun perangkat ajar berbasis hasil asesmen dan mengintegrasikan prinsip deep learning ke dalam desain pembelajaran harian. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang adaptif dan transformatif.