Diskriminasi Finansial di Kalangan Mahasiswa

Diskriminasi adalah suatu perbuatan, praktik, atau kebijakan yang memperlakukan seseorang atau kelompok secara berbeda dan tidak adil atas dasar karakteristik dari seseorang atau kelompok itu. Orang dapat didiskriminasi berdasarkan rasjenis kelaminusiaagama atau kepercayaanwarna kulitdisabilitasorientasi seksual, serta kategori lainnya. Diskriminasi terjadi ketika individu atau kelompok diperlakukan dengan lebih buruk dibandingkan orang lainnya karena faktor keanggotaan aktual atau yang dipersepsikan dalam kelompok sosial atau kategori sosial tertentu. Diskriminasi dapat berupa pembatasan kesempatan dan hak terhadap anggota dari satu kelompok, yang tersedia bagi anggota kelompok lainnya.

Diskriminasi berdasarkan perbedaan finansial di kalangan mahasiswa adalah masalah yang nyata dan berdampak luas. Mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi sering kali mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan berkualitas, partisipasi ekstrakurikuler, dan peluang karier yang setara Selain itu, tekanan finansial dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka, menciptakan lingkungan yang tidak kondusif untuk pertumbuhan akademik dan pribadi.

Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diskriminasi dan kesenjangan sosial di antara mahasiswa, antara lain peningkatan akses beasiswa dan bantuan keuangan. Institusi pendidikan dapat memperluas program beasiswa yang didasarkan pada kebutuhan finansial mahasiswa, memastikan bahwa mahasiswa yang kurang mampu memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas. Selain itu, memberikan bantuan keuangan berupa subsidi atau pengurangan biaya kuliah, buku, dan kebutuhan akademis lainnya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Selain kedua hal di atas, perlu juga ada program dukungan akademik seperti tutorial gratis, bimbingan belajar, dan akses ke sumber daya akademik untuk membantu mahasiswa yang kesulitan secara finansial agar dapat meraih prestasi akademik yang lebih baik. Begitu juga program magang berbayar dengan bekerja sama dengan perusahaan untuk menyediakan program magang berbayar yang dapat diakses oleh semua mahasiswa, terlepas dari latar belakang finansial mereka.

Kebijakan kampus yang inklusif dan tidak diskriminatif juga perlu diterapkan, dengan cara mengimplementasikan kebijakan kampus yang tegas terhadap segala bentuk diskriminasi, termasuk diskriminasi berdasarkan status finansial.

Beberapa hal lainnya yang perlu dilakukan adalah penghapusan biaya tambahan, keterjangkauan fasilitas dan sumber daya, dll.

Dengan mengimplementasikan langkah-langkah di atas, institusi pendidikan dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih inklusif dan adil, mengurangi kesenjangan sosial, dan memastikan bahwa semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.

Diskriminasi berdasarkan perbedaan finansial adalah isu serius yang memerlukan perhatian dan tindakan dari semua pihak terkait. Universitas, pemerintah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan adil, di mana semua mahasiswa, terlepas dari latar belakang finansial mereka, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan akademik dan profesional. Dengan menghapus hambatan finansial dan menyediakan dukungan yang memadai, kita dapat memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan mencapai potensinya sepenuhnya. (*)

Oleh Citty Amanda Sribintoro (Ilmu Hukum UNNES)