Dilaporkan Hilang 3 Hari, Jasad Anak Kecil di temukan Dalam Karung

Nasib pilu dialami Ahmad Nizam Alfahri yang berumur 6 tahun, ia tewas ditangan ibu tirinya, Iftah Rahmah yang berumur 24 tahun. Ironisnya, anak kecil itu meninggal di tangan ibu tiri yang iri lantaran suaminya lebih sayang kepada Nizam dibandingkan dirinya. Selama ini pelaku juga cemburu karena suaminya lebih memperhatikan korban daripada anak hasil pernikahannya. Hal itu terungkap setelah polisi menginterogasi pelaku. Korban tewas setelah dianiaya ibu tiri di rumahnya, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (20/8/2024). Mayat korban kemudian ditemukan dalam keadaan membusuk di dalam karung pada Kamis (22/8/2024) sekitar pukul 19.05 WIB. Kejadian ini bermula pada hari Senin (19/8/2024), Nizam yang baru pulang sekolah dimarahi oleh ibu tirinya dan Iftah mengunci korban di gudang belakang rumah hingga tak diberi makan. 

Pada selasa siang (20/8/2024), Nizam diperbolehkan masuk dengan kondisi sudah sangat lemas dan sesak napas. Dalam kondisi Nizam yang seperti itu, ibu tirinya tega mendorong korban di depan kamar mandi, hingga korban terjatuh dan kepala korban terbentur ubin lantai kamar mandi hingga Nizam pun tewas. Pelaku yang panik melihat korban sudah tidak bernyawa, langsung menyeret tubuh korban ke belakang rumah, kemudian jasad korban dibungkus plastik dengan posisi tangan dan kaki terikat dan dimasukkan ke dalam karung. Agar terlihat dia tidak bersalah, Iftah membuat alibi seakan Nizam diculik saat pulang sekolah. Jasad Nizam ditemukan oleh ayahnya sendiri, di dalam karung yang tertumpuk oleh sampah di sebelah rumahnya, Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut kami peristiwa ini sangat memprihatinkan. Hal ini mencerminkan masalah serius dalam perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Setiap anak berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih. Kejadian ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi keluarga dan dukungan untuk mencegah kekerasan. Selain itu, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku sangat penting agar kasus serupa tidak terulang. 

Kesimpulannya, kasus pembunuhan anak oleh ibu tiri adalah tragedi yang menggugah emosi dan menyoroti masalah serius dalam dinamika keluarga. Ini mencerminkan kegagalan yang besar, baik dalam hal perlindungan anak maupun kesehatan mental orang dewasa. Kita semua harus berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

Anggota kelompok:

  1. Angela Merici Tamara Wibowo 
  2. Shinta Widiawati 
  3. Syifa Rindi Sapitri 
  4. Aulia Yasmin 
  5. Chelsea Olivia Ramadhani