Rabu (7/6) Tim Pengabdi UNNES berkolaborasi dengan SDN Sadeng 3 Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Guest Lecturer. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat tentang optimalisasi guru penggerak berbasis komunitas. Tim Pengabdi terdiri dari Asep Purwo Yudi Utomo S. Pd., M. Pd; Dr. Isnarto, M.Si.; Dr. Ngabiyanto, M.Si.; Didi Pramono, S.Pd., M.Pd.; Arka Yanitama S.Si., M.Si.; Maulida Zahra Qutratu’ain; Zahra Anantya Ardiani; Riyadi Widhiyanto. Bertindak sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd. dan Didi Pramono, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan pertama dalam kegiatan Guest Lecturer disampaikan oleh tuan rumah yang sekaligus sebagai Kepala Sekolah, yakni Galih Suci Pratama, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, Galih menyampaikan tentang program-program inovatif yang diimplementasikan di SDN Sadeng 3. Program inovatif yang diusung diantaranya Menjangkau Langit, Menapak Bumi, Kelas Inpirasi, Urban Farming, Media AR-RV-Barcode, dan Apel Pelajar Pancasila.
Menanggapi paparan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SDN Sadeng 3, pembicara selanjutnya yakni Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd. menegaskan pentingnya daya dukung yang mumpuni untuk mampu mengeksekusi ide-ide brilian kepala sekolah dalam memajukan SDN Sadeng 3. Oleh karena itu sumber daya manusia yang ada harus suportif terhadap program-program inovatif yang telah dirancang oleh kepala sekolah.
Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa pengembangan SDM guru dapat ditempuh melalui implementasi In House Training, workshop, seminar, aktif dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan, berjejaring dalam MGMP, menulis karya ilmiah atau Penelitian Tindakan Kelas, optimalisasi penggunaan Platform Merdeka Mengajar, maupun keikutsertaan dalam program-program yang dicanangkan oleh Kemendikbud.
Guru harus jangan berhenti belajar, setiap saat dan setiap waktu harus dioptimalkan untuk belajar. Hakikat belajar dapat bersumber dari mana pun dan dari siapa pun.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh pembicara kedua, yakni Didi Pramono, S.Pd., M.Pd. Materi kedua menekankan pada karakteristik pembelajaran abad 21. Pembelajaran yang harus mengintegrasikan antara pembelajaran konvensional dengan pembelajaran berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, guru harus mampu mengembangkan media pembelajaran inovatif untuk menjadikan pembelajaran lebih menarik dan meningkatkan partisipasi siswa.
Siswa abad 21 adalah siswa yang kritis dan sudah mampu mencari pengetahuannya sendiri melalui bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Selanjutnya, guru harus kreatif untuk bisa menstimulus siswa untuk menyampaikan pengetahuannya tersebut kepada teman-temannya yang lain.
Selain itu, guru saat ini harus melek teknologi dan mampu mengoptimalkan beragam aplikasi yang ada untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Guru harus adaptif dengan masifnya perkembangan artificial intelligence yang sangat massif. Perkembangan ini jika diikuti, akan mampu mendatangkan manfaat positif bagi pembelajaran.