Judul : A+
Penulis : Ananda Putri
Penerbit : Loveable
Tahun Terbit : Cetakan pertama, Desember 2021
Tebal Halaman : 396 halaman
Sistem pemeringkatan menjadi hal yang wajar bagi setiap sekolah dan pelajar. Berbeda dengan sistem pemeringkatan yang ada di sekolah swasta yaitu SMA Bina Indonesia. Di sana, siswa atau siswi yang mendapat peringkat tiga besar dibebaskan dari tanggungan membayar SPP. Sementara itu yang lain membayar SPP dengan jumlah yang sesuai dengan peringkat yang didapatkan. Sepanjang berjalannya aturan tersebut, ada lima siswa yang merasa bahwa sistem itu salah. Oleh karena itu, Re, Kenan, Kai, Ale, dan Aurora melakukan misi untuk menghapus sistem pemeringkatan di SMA Bina Indonesia.
Novel ini menceritakan tentang Kai murid baru di SMA Bina Indonesia yang bisa mengubah posisi peringkat empat besar yang semula sangat monoton. Dulu, Re seorang siswa yang memiliki IQ 143-lah yang selalu menempati peringkat pertama. Kenan seorang siswa pecinta basket, yang menduduki peringkat kedua. Ale siswi tomboy yang menempati peringkat ketiga, dan Aurora perempuan paling cantik di SMA Bina Indonesia yang menempati urutan keempat. Posisi empat besar ini selalu di isi oleh mereka, dan tidak pernah berubah sama sekali. Kedatangan Kai sebagai murid baru langsung merubah tatanan posisi peringkat yang sebelumnya tidak pernah berubah. Kai menempati peringkat pertama, karena nilai try out keempat mata pelajarannya yang tinggi. Kai tidak tahu jika hal tersebut akan berdampak besar bagi hidupnya.
Sistem peringkat di SMA Bina Indonesia sangat ketat. Mereka harus membayar uang sekolah setiap bulannya berdasarkan dengan perolehan peringkat ketika menjalankan try out. Bagi mereka yang berhasil menduduki peringkat satu sampai tiga, maka mereka akan gratis pembayaran uang sekolah. Sistem peringkat seperti inilah yang menjadi momok bagi setiap murid di SMA Bina Indonesia. Mereka harus bersaing dengan teman kelas, sahabat, bahkan pacar mereka sendiri, agar tidak menjadi beban orang tua dalam membayar SPP setiap bulannya. Semuanya berubah saat salah satu siswi SMA Bina Indonesia meninggal dunia, yaitu Thalia. Thalia adalah sahabat terdekat Kai. Thalia meninggal dikarenakan peradangan otak Hal itu disebabkan karena dia belajar mati-matian untuk sistem peringkat di SMA Bina Indonesia. Kai yang tahu akan berita ini sangat marah, sebab sistem pemeringkatan telah membuat temannya menjadi korban. Kai, Re, Kenan, Aurora, dan Ale yang semulanya adalah rival, bersatu untuk melakukan segala hal agar sistem pemeringkatan dihapus.
Segala cara mereka lakukan, dengan melakukan sabotase soal tryout dan mencari tahu siapa pemilik sekolah yang menciptakan pemeringkatan seperti ini. Saat menjalankan misi, mereka berlima menemukan kejanggalan-kejanggalan. Mereka menerka adanya tindakan korupsi yang dilakukan oleh aparat sekolah. Bu Nadia sebagai kepala sekolah SMA Bina Indonesia sekaligus ibu dari Re menjadi bahan acuan mereka berlima untuk menjalankan rencana mereka. Mereka merasa Bu Nadia pasti akan bertemu dengan direktur utama dan pemilik sah SMA Bina Indonesia untuk melakukan aksi penggelapan uang. Mereka menyelundupkan GPS di flashdisk bu Nadia. Waktu itu signal GPS menunjukkan Bu Nadia berada di sebuah gedung kosong. Ternyata saat itu kondisi adik Jo, yang tak lain adalah adik Re, sedang kritis. Jo mengalami sakit kanker. Sambil terus memastikan keadaan Jo yang tengah ditunggui banyak orang, mereka berlima tetap melanjutkan. Orang tua Kenan, Ale, Aurora, dan Kai tentu tidak bisa membiarkan anak mereka dalam keadaan bahaya. Selang beberapa jam mereka tidak kembali, akhirnya ibu Aurora memutuskan menyusul mereka dan menelpon polisi.
Di dalam bangunan yang mereka kira kosong itu, ternyata sangat ketat penjagaannya. Mereka sempat disekap karena ketahuan ingin masuk ke dalam, tetapi mereka berhasil kabur. Saat keluar dari gudang mereka mengikuti seseorang yang menggunakan jas laboratorium dan naik ke atas. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui banyak alat-alat penelitian yang digunakan untuk membuat obat kanker. Ada Bu Nadia juga di sana. Bu Nadia yang melihat mereka terkejut sebab tidak seharusnya mereka ada di sini. Re menangis melihat ibunya melakukan hal yang menurutnya sia sia dan justru membuat banyak orang kesulitan.
Bu Nadia ibu dari Re dan Jo ternyata adalah direktur utama sekaligus pemilik SMA Bina Indonesia. Sistem pemeringkatan adalah acuan Bu Nadia untuk melakukan korupsi. Uang-uang hasil pemeringkatan siswa, ia gunakan untuk membeli segala kebutuhan laboratorium yang harganya milyaran rupiah. Bu Nadia ingin membuat obat kanker agar anaknya Jo sembuh, walaupun dia tahu caranya sudah pasti salah. Bukan obat yang Jo butuhkan untuk saat ini, tetapi cukup kasih sayang ibunya yang Jo inginkan. Bu Nadia tidak sadar akan hal itu.
Memiliki IQ genius tidak membuat orang sempurna, seorang Albert Einstein seorang ilmuwan paling berpengaruh di dunia pernah bilang “There is nothing known as ‘perfect’. Its only those imperfections which we choose not to see”. Tidak semua hal bisa kita lakukan, walaupun bisa pasti terdapat celah di dalamnya.
Novel ini memiliki genre misteri untuk remaja, dimana terkadang novel genre remaja lebih sering mengangkat tema romance. Tetapi berbeda dengan novel yang ditulis oleh Ananda Putri, tema yang diangkat dalam novel ini adalah misteri, didukung dengan cover buku yang sejalan dengan genre buku tersebut yaitu penuh dengan teka-teki. Genre misteri pada novel ini membuat pembaca terkesan dan kagum dengan jalan pikiran penulis. Tema yang diangkat juga sesuai dengan hal yang remaja alami sekarang, tentang tekanan, rasa insecure, persaingan. Hal itu membuat pembaca juga mengalami gejolak emosional saat membaca cerita ini. Penulis tidak hanya sekadar menulis dengan gaya tulisan yang indah, tetapi juga memberikan amanat pada setiap halaman-halaman yang dibaca.
Dalam novel ini terdapat potongan–potongan bab yang dimasukkan penulis ke dalam kode QR, sehingga menyulitkan pembaca untuk mengakses. Selain itu, novel A+ ini juga diselimuti dengan alur yang jika dikaitkan dengan dunia nyata menjadi kurang realistis. Misalnya, seperti apakah ada sekolah yang menerapkan sistem ranking seperti yang ada di dalam cerita novel A+ ini? Adakah direktur sekolah yang melakukan tindakan di luar dugaan demi pengobatan putranya? Hal tersebut hampir tidak mungkin ada. Cerita di dalam novel A+ ini terkadang terasa terlalu panjang pada beberapa bagian.
Terlepas dari hal-hal di atas, Amanda Putri berhasil membuat pembaca larut dalam sajian konflik yang ada dalam novel A+. Novel ini memang sangat diminati oleh para remaja, karena ceritanya yang penuh dengan plot twist yang tidak terduga. Akan tetapi, apabila novel ini disajikan dengan bentuk yang lebih relevan dengan kehidupan nyata dan tidak berlebihan, mungkin saja novel ini akan tambah apik dan masuk akal untuk pembacanya Apabila novel ini nantinya akan dibuat series film ataupun sinetron, sebaiknya diberikan rate usia penonton. Hal itu karena dalam novel A+ ini ada tekanan emosional yang disajikan penulis dari sudut pandang permasalahan keluarga. Buku ini menjadi rekomendasi bagi siapa saja, apalagi untuk pembaca yang ingin menangis atau mengeluarkan emosinya melalui membaca.
Penulis: Rizkamalia Ciptarini M.G, Windi Elika Sari, Cynara Rahmania, Tulus Eko Sriyandoyo, M. Rizal Rusdi
(Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia)