Membaca Generasi Indonesia Emas 2045

Indonesia Emas 2045 merupakan impian tertinggi bangsa Indonesia jelang memasuki perayaan satu abad kemerdekaan. Cita-cita itu selalu digaungkan oleh pemerintah di berbagai kesempatan yang ada meskipun tahun 2045 masih dua dasawarsa lagi. Tujuannya agar masyarakat makin menyadari betapa pentingnya momentum itu. Setelah kesadaran muncul, pemerintah dan masyarakat diharapkan bahu-membahu mewujudkan impian yang sangat menyegarkan angan. Pada tahun 2045 nanti, Indonesia digambarkan telah menjadi negara yang berdaya dengan sumber daya manusia yang unggul. Sayangnya, impian itu masih sangat jauh untuk digapai bila melihat keadaan kaum muda Indonesia saat ini. Apakah masih mungkin untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045?

Sumber daya manusia yang ungul menjadi prasyarat untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Manusia yang unggul merupakan individu yang berbudi luhur, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan untuk mengolah informasi yang diperoleh dengan baik. Berbudi luhur berarti memiliki karakter yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia, terutama pada butir-butir Pancasila. Pengamalan butir-butir Pancasila menjadi modal awal untuk mengenalkan karakter bangsa Indonesia kepada dunia. Ketika seseorang melakukan interaksi dengan salah satu warga negara Indonesia, orang tersebut tidak perlu menanyakan kewarganegaraan. Cukup dengan melihat karakter selama interaksi berlangsung lalu dapat memastikan bahwa lawan bicaranya berasal dari Indonesia. Inilah yang diinginkan oleh bangsa Indonesia. Karakter warga negaranya yang khas dan tecermin dalam setiap tingkah laku maupun perkataan.

Karakter yang baik harus pula diimbangi dengan wawasan yang luas. Informasi menjadi kunci luasnya wawasan suatu individu. Informasi dapat diperoleh dengan cara menyimak obrolan maupun dengan cara membaca. Akan tetapi, masyarakat Indonesia saat ini masih belum gemar membaca. Ini menjadi PR bersama mengingat betapa pentingnya membaca dalam kehidupan saat ini. Upaya peningkatan angka gemar membaca dimulai dari pemberantasan terhadap buta aksara. Tiga tahun terakhir angka buta aksara di Indonesia berangsur-angsur menurun. Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik menghasilkan data masyarakat Indonesia yang buta aksara pada tahun 2023 sebanyak 3,47%. Angka tersebut telah turun dibandingkan dengan data tahun 2021 dan 2022, yakni sebesar 3,96% dan 3,65%. Data tersebut memberikan angin segar bahwa Indonesia dalam tahapan membaik. Sebanyak 96,53%  masyarakat Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas telah melek aksara. Dengan demikian, generasi muda Indonesia bisa dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui pemasifan kegiatan membaca.

Pemahaman dari hal yang telah dibaca menjadi tolok ukur efektifnya kegiatan membaca yang dilakukan. Sering kali orang kebingungan bila ditanya perihal membaca efektif. Padahal, membaca efektif sudah dipraktikkan oleh sebagian besar orang. Secara sederhana, membaca efektif merupakan kegiatan membaca dan memahami informasi yang terkandung dalam teks yang dibaca. Kemampuan membaca efektif sangat diperlukan sebagai senjata dalam menghadapi derasnya arus informasi. Dengan membaca secara efektif, pembaca dapat memahami dan membandingkan informasi dari beberapa sumber. Kemampuan ini sangat penting dalam mengolah informasi. Bila tidak memiliki kemampuan membaca efektif, besar kemungkinan terombang-ambing karena banyaknya informasi yang diterima.

Membaca memiliki peranan penting dalam kehidupan. Rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus. Masyarakat Indonesia harus ditumbuhkan minat membaca. Sasaran utama dalam penumbuhan minat membaca, yakni generasi muda. Kebiasaan membaca harus dikenalkan sedini mungkin kepada generasi muda. Pelibatan orang tua diperlukan dalam penumbuhan kebiasaan ini. Orang tua memberikan contoh dengan cara sering membaca di depan anak-anak. Orang tua bisa mengajak anak berinteraksi dengan buku bacaan dengan cara membacakan dongeng ataupun menyelipkan kegiatan membaca dalam permainan anak. Tahap pengenalan kegiatan membaca kepada anak-anak dapat juga memanfaatkan teknologi agar anak tertarik. Setelah itu, secara bertahap anak diajarkan membaca efektif agar kegiatan membaca yang dilakukan lebih membekas.

Peran pemerintah menentukan keberhasilan dari upaya peningkatan minat baca masyarakat Indonesia. Pemerintah dapat memberikan dukungan dengan cara memperbaiki dan meningkatkan fasilitas membaca yang ada. Perpustakaan daerah harus mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, koleksi buku yang ada harus bervariasi dan relevan. Kebanyakan buku yang ada di perpustakaan daerah sudah sangat lama. Variasinya juga kurang sehingga masyarakat kurang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan. Permasalahan koleksi buku juga dijumpai di perpustakaan sekolah. Koleksi-koleksi bacaan yang menarik sangat sedikit bila dibandingkan dengan tumpukan buku paket pelajaran.

Indonesia Emas 2045 dapat terwujud bila generasi muda memiliki karakter yang unggul, berwawasan luas, dan mampu mengelola informasi yang diterima. Persiapannya dapat dimulai dengan mendongkrak angka minat baca masyarakat Indonesia. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong untuk memperbaiki dan meningkatkan fasilitas yang ada. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk membaca. Setelah minat membaca terbentuk, pengajaran membaca efektif dimasifkan sehingga terbentuklah generasi Indonesia Emas 2045.