Olimpiade adalah ajang olahraga internasional yang dilaksanakan empat tahun sekali, ajang ini mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin. Olimpiade merupakan ajang olahraga terbesar di dunia dengan lebih dari 200 negara yang berpartisipasi. Banyak negara dunia yang berlomba-lomba untuk menjadi tuan rumah olimpiade, karena dengan menjadi tuan rumah olimpiade, negara dapat menambah keuntungan ekonomi dan mendapat kesempatan untuk memperkenalkan budaya dari negara tersebut. Namun, minat untuk menjadi tuan rumah olimpiade berkurang drastis dari tahun tahun sebelumnya. Lantas apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi?
Hal tersebut terjadi karena beberapa dekade terakhir penyelenggaraan olimpiade selalu disertai dengan pembengkakan utang, pemborosan sumber daya, pertikaian politik, dan penurunan kualitas lingkungan. Berkaitan dengan pembengkakan anggaran menurut studi yang dilakukan Universitas Oxford menyatakan bahwa lima dari enam olimpiade terakhir mengalami kenaikan anggaran yang tidak sesuai target awal, misalnya Olimpiade Tokyo 2020 yang mengalami kenaikan anggaran dari anggaran awal sebesar 7 miliar USD menjadi sebesar 30 miliar USD. Kerusakan lingkungan juga menjadi aspek yang dipertimbangkan negara untuk menjadi tuan rumah, karena dengan menyelenggarakan olimpiade juga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan pada beberapa negara penyelenggara, misalnya pada Olimpiade musim dingin Pyeongchang, untuk mengakomodasi acara ski pemerintah melakukan penggundulan hutan dan perusakan habitat hewan. Selain itu penyelenggaraan olimpiade juga mendatangkan banyak utang bagi negara penyelenggara, misalnya Montreal yang baru selesai melunasi utangnya pada tahun 2006 dari Olimpiade 1976. Aspek-aspek tersebut menyebabkan banyak negara enggan menjadi tuan rumah olimpiade. Penyelenggaraan olimpiade seharusnya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang dimiliki negara, mulai dari pertimbangan ekonomi hingga pemilihan lokasi.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa menjadi tuan rumah olimpiade sejatinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebagai tuan rumah, terdapat tanggung jawab besar yang harus dipenuhi supaya olimpiade berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir agar meningkatkan kredibilitas penyelenggara. Apabila pihak tuan rumah olimpiade tidak bijak dalam menyelenggarakan olimpiade maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung mulai dari rusaknya lingkungan, turunnya kredibilitas penyelenggara hingga kerugian secara finansial. Di sisi lain, jika berhasil menyelenggarakan olimpiade secara baik, maka akan membawa nama baik untuk penyelenggara itu sendiri serta bisa saja mendapatkan keuntungan dari penyelenggaraan olimpiade tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Sepulang Sekolah. 2024. Kenapa Jadi Tuan Rumah Olimpiade Tidak Lagi Diminati? Ditolak Warga! IOC Busuk? | LearningByGoogling. https://youtu.be/EiPVwgj7jTEsi=HwHQg9ueRjkENo8D. (diakses pada 24 September 2024).
Respati, R.A. & Ika. A. 2024. Jadi Tuan Rumah Olimpiade Tak Lagi Menguntungkan, Ini Alasan Ekonom. https://money.kompas.com/read/2024/07/30/063000026/jadituan-rumah-olimpiade-tak-lagi-menguntungkan-ini-alasan-ekonom. (diakses pada 24 September 2024).
Aguilera. A. 2024. The Environmental Impact of Hosting the Olympic Games. https://fordhamlawelr.org/?p=1607. (diakses pada 24 September 2024)
Wills. J. 2024. The Economic Impact of Hosting the Olympics. https://www.investopedia.com/articles/markets-economy/092416/what-economic-impact-hosting-olympics.asp. (diakses pada 24 September 2024).
Imam Nur Rohim, Dito Yus Dermawan, Faridatun Nadiyah, Najlaa Ekadita Tiarso, Rizka Ari Yani