17 September 2024
Masalah terus bermunculan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara atau PON 2024. Baru-baru ini viral video sejumlah atlet judo yang berlaga di Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengeluhkan isi kotak makanan yang disediakan panitia.
Melalui akun Instagram @fakta.indo yang dilansir Senin (16/9/2024), terlihat video yang memperlihatkan kotak snack berisi roti dan santan kemasan. Snack yang diberikan tersebut dinilai tidak sesuai ekspektasi karena semestinya roti diberi pendamping berupa minuman, bukan santan kemasan.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, membantah isu yang menyebut atlet PON XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara mendapat snack roti dan santan kemasan. Menurutnya, setelah dilakukan investigasi, ditemukan bahwa video tersebut merupakan hasil ulah oknum yang ingin memperkeruh situasi penyelenggaraan PON 2024 yang sudah menjadi sorotan.
“Terkait video viral snack yang berisi roti dan susu diganti santan, bisa kami pastikan itu adalah hoaks dan becandaan oknum,” kata Menpora dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
“Setelah kita kejar, kita investigasi, langsung akun-akunnya dimatikan dan sudah di-take down. Jadi memang banyak sekali informasi yang kadang ada fakta tetapi juga kadang ditambahkan hoaks.” tandasnya. Oleh karena itu, Dito meminta masyarakat lebih bijak dalam memilih konten-konten yang viral di media sosial. Menurut dia, konten yang beredar luas di media sosial belum tentu semuanya fakta. “Jadi memang banyak sekali informasi yang kadang ada fakta tapi kadang ditambahkan hoaks juga,” jelasnya.
Selain itu, terkait keluhan makanan atlet yang sempat viral di media sosial beberapa hari terakhir, Dito mengatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyiapkan makanan yang lebih layak. Ia menjelaskan pihaknya langsung melakukan evaluasi, baik di Sumatera Utara maupun Aceh. Dito menegaskan bahwa semua tanggung jawab terkait penyediaan makanan adalah melalui anggaran daerah dan Kemenpora akan terus memantau situasi ini.
Nama Anggota Kelompok :
1. Nabilla Pramita Sari
2. Jihan Iffah Kamaliya
3. Haafizhoh Salzabil Sausan
4. Hanum Putri Maharani
5. Intan Ayu Rahma Yuniar