Inspirasi dari Dewo Sujatmiko

FEATURE- Parkiran di kampus sering kali menjadi sumber kekacauan, dengan kendaraan yang terparkir sembarangan dan sulit ditemukan. Di FK Unnes, kondisi ini menjadi perhatian ketika Dewo memutuskan untuk mengelompokkan motor-motor tersebut dengan rapi. Ia mulai melakukan ini sekitar tiga tahun lalu, saat gedung tersebut masih digunakan untuk program pascasarjana. Dengan penataan yang sistematis, motor-motor kini terlihat seperti di showroom, menciptakan pengalaman visual yang menyenangkan bagi mahasiswa.

Dewo Sujatmiko, yang berusia 28 tahun, menghabiskan sekitar dua jam setiap hari untuk menata motor-motor tersebut. Ia mengamati bahwa banyak mahasiswa menggunakan motor dengan warna yang sama, sehingga ia memutuskan untuk menyusun motor berdasarkan jenis dan warna. Hal ini membuat area parkir lebih teratur dan menarik perhatian banyak orang, terutama setelah video penataan tersebut viral di media sosial.

Kekacauan di area parkir dapat menyebabkan frustrasi bagi mahasiswa yang kesulitan menemukan kendaraan mereka. Selain itu, tampilan parkiran yang berantakan dapat menciptakan kesan negatif terhadap lingkungan kampus. Dewo merasakan bahwa ketidakrapian ini mengganggu pandangannya dan memotivasi dirinya untuk menciptakan suasana yang lebih teratur dan nyaman. Dengan banyaknya kendaraan yang terparkir, penataan yang baik menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.

Dewo menawarkan solusi sederhana namun efektif dengan menata motor secara sistematis. Ia tidak hanya mengelompokkan motor berdasarkan warna dan jenis, tetapi juga berinteraksi dengan mahasiswa untuk memastikan mereka memahami prosesnya. Dengan cara ini, mahasiswa dapat lebih mudah menemukan motor mereka saat pulang kuliah. Pihak kampus juga mendukung inisiatif Dewo, mengakui kreativitasnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Inisiatif Dewo Sujatmiko dalam menata parkiran di FK Unnes menunjukkan bagaimana tindakan kecil dapat memberikan dampak besar pada lingkungan kampus. Mahasiswa kini merasa lebih nyaman dan senang melihat area parkir yang tertata rapi. Sebagai saran, pihak kampus bisa mempertimbangkan untuk memperluas inisiatif serupa di area lain di kampus agar seluruh lingkungan kampus menjadi lebih teratur dan menyenangkan. Selain itu, meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian bisa menjadi langkah positif ke depan. (Alika Nabila Putri, Pendidikan Tata Boga UNNES)