SEMARANG- Sekitar 50 mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan kegiatan pembersihan Pantai Tirang di Semarang pada 26 Oktober 2024. Kegiatan dilaksanakan sebagai pengganti mata kuliah Higiene, Sanitasi, dan Keselamatan Kerja yang biasanya berlangsung di ruang kelas. Para mahasiswa dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut Dr. Ir. Siti Fathonah, M.Kes., bersama sejumlah dosen lain dari rumpun bidang ilmu terkait.
Pantai Tirang dipilih sebagai lokasi pembersihan karena kondisi pantai yang sering kali tercemar oleh sampah, seperti sampah plastik, putung rokok, kayu dan ranting, kain, serta jenis sampah lainnya. Para mahasiswa terlibat aktif dalam memunguti sampah yang berserakan di sepanjang pantai, membersihkan pasir, serta mengumpulkan bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan pesisir.
Kegiatan dimulai pada pagi hari, menjelang siang, dengan cuaca yang cukup panas. Meskipun begitu, semangat para mahasiswa tidak surut. Mereka bekerja secara gotong royong untuk membersihkan area pantai yang luas, membagi tugas dalam kelompok-kelompok kecil agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien. Meskipun cuaca panas, suasana kegiatan tetap terasa penuh semangat dan kebersamaan.
Setelah menyelesaikan kegiatan pembersihan, para mahasiswa diberi hidangan berupa makanan, minuman, dan snack yang disediakan oleh Siti Fathonah. Kegiatan makan bersama ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk beristirahat, tetapi juga menjadi momen yang menyenangkan bagi semua peserta. Makan bersama dalam suasana yang santai dan penuh keakraban semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi semua yang terlibat.
Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari dalam mata kuliah Higiene, Sanitasi, dan Keselamatan Kerja dalam konteks yang lebih praktis dan nyata. Selain itu, mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memahami bagaimana pengelolaan sampah yang tepat dapat berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
Siti Fatonah berharap, kegiatan seperti ini dapat memberi dampak positif yang lebih luas, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar. Kegiatan pembersihan pantai ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan berperan aktif dalam kegiatan sosial.
Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa dalam konteks pembelajaran, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan upaya menjaga kelestarian alam. Para mahasiswa merasa bangga dapat terlibat langsung dalam aksi sosial ini, yang memberikan pengalaman baru dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. ((Mutiara Imam Putri, Pendidikan Tata Boga UNNES)