Kunci Pendukung Kesehatan Mental Individu

Kesehatan mental adalah suatu bentuk peningkatan perkembangan intelektual, fisik, dan emosional pada manusia, di mana ia tumbuh, menjadi dewasa, memperoleh tanggung jawab, menyesuaikan, dan menjaga aturan-aturan sosial dan perilaku budayanya dalam kehidupan. Federasi Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health) menyebutkan, kesehatan mental adalah (1) kondisi yang memungkinkan  perkembangan fisik, mental, dan emosional secara optimal, asalkan selaras dengan kondisi orang lain; dan (2)  masyarakat yang baik adalah  masyarakat yang memungkinkan terjadinya perkembangan anggotanya, sekaligus masyarakat yang mampu menjamin perkembangannya sendiri dan toleransi terhadap orang lain. Hal tersebut juga disebutkan Sandy Ardiansyah (2023) dalam buku Kesehatan Mental.

Kesehatan mental dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan dirinya, masyarakat dan lingkungan, mencapai keselarasan spiritual dan mengembangkan kemampuan mengatasi tantangan sehari-hari. Segenap gejala ataupun tingkah laku seseorang yang berkaitan dengan stres dan ketidaksanggupan dianggap sebagai gangguan kesehatan mental. Perubahan perilaku ini menempatkan orang pada risiko penyakit, kecanduan atau ketergantungan, hingga kematian.

Lebih dari 450 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit mental, termasuk skizofrenia, hal tersebut diperkirakan dengan Disability Adjusted Life Years (DALYs) yang mencapai 4,5% dan penyebab kecacatan (YLDs) mencapai 4,5% lebih besar dari penyakit lain mencapai 13,4%.

Salah satu aspek yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas adalah lingkungan sosialnya. Pengaruh lingkungan sosial memiliki konsekuensi yang menguntungkan dan buruk tergantung pada keadaan lingkungan sosial di mana individu itu hidup. Baik buruknya lingkungan sosial adalah cerminan diri kita. Mental sendiri memiliki sifat sensitif dan mudah dipengaruhi oleh suatu kejadian di hidup sehari-hari. Tetapi hal ini tidak selalu mengacu pada hal negatif, ada hal positif yang membuat mental menjadi lebih kuat.

Lingkungan sosial yang paling dekat dengan kita adalah keluarga. Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama bagi seseorang di dalam kehidupannya serta menjadi wadah pertama bagi seseorang untuk bertumbuh dan berkembang. Lingkungan keluarga yang senantiasa mendukung setiap usaha, mengapresiasi setiap pencapaian, dan tidak menutut banyak hal dapat menjadi kunci pendukung kesehatan mental. Berbeda dengan lingkungan keluarga yang toxic seperti selalu meremehkan setiap pencapaian dan mengacuhkan setiap usaha dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan mental. Seseorang yang tinggal di lingkungan sosial keluarga yang sehat cenderung mudah menerima orang lain, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan mengaktualisasi diri atau mewujudkan potensi yang dimilikinya serta memenuhi kebutuhannya dengan cara yang baik dan memuaskan. Hal tersebut dipengaruhi oleh hal-hal baik yang selama ini diterimanya di lingkungan keluarga.

Lingkungan tempat tinggal dan lingkungan masyarakat juga turut memengaruhi kesehatan mental seseorang. Tinggal di lingkungan yang masyarakatnya paham dengan pentingnya kesehatan mental sangat memengaruhi kesehatan mental setiap individunya. Contoh lingkungan masyarakat yang sehat yaitu; 1) masyarakatnya tidak mencampuri urusan satu sama lain jika tidak berhubungan dengan urusannya; 2) tidak memberikan tekanan sosial untuk memenuhi standar tertentu, seperti pencapaian karier atau tekanan untuk segera menikah; 3) masyarakatnya tidak suka menyebarkan informasi yang salah atau bukan yang sebenarnya; 4) penuh dukungan sosial.

Lingkungan tempat tinggal dan lingkungan masyarakat yang sehat dan penuh dukungan sosial dapat melindungi individu terhadap konsekuensi stress atau gangguan kesehatan mental serta memberikan rasa aman, tenang dan mengurangi kecemasan.

Lingkungan pertemanan juga memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan mental seseorang. Pertemanan yang positif akan membawa ke ranah positif juga. Teman yang memiliki kondisi mental tidak stabil mampu memengaruhi mental teman yang lainnya jika tidak tahu cara menangkis pengaruh buruknya.

Dengan demikian, kesehatan mental merupakan kondisi penting yang mencakup perkembangan fisik, intelektual, dan emosional seseorang yang seimbang. Kesehatan mental dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan sosial, keluarga, tempat tinggal, dan pertemanan. Lingkungan sosial yang sehat dan mendukung dapat membantu seseorang menyesuaikan diri, mengaktualisasikan diri, dan mengurangi kecemasan serta risiko gangguan mental. Sebaliknya, lingkungan yang toxic atau tidak mendukung dapat merusak kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang positif, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun pertemanan, untuk mendukung kesehatan mental individu. (*)

Oleh Izaz Murarifah (Psikologi FIPP UNNES)