Oleh Nabilah Luthfi Ramadhani (Ilmu Hukum UNNES)
Banjir rob yang sering terjadi di kawasan Sayung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah menjadi masalah serius bagi masyarakat setempat maupun pengguna jalan. Fenomena ini terjadi karena naiknya air laut yang menggenangi wilayah daratan pesisir, khususnya ketika pasang laut tinggi. Berikut pembahasan lebih lanjut mengenai penyebab, dampak, dan solusi atau cara mengatasi banjir rob di Sayung, Demak.
Banjir rob dapat disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari faktor alam hingga faktor alam yang terjadi, antara lain karena penurunan permukaan tanah. Sayung mengalami penurunan muka tanah yang cukup signifikan, yang diperparah oleh penggunaan air tanah secara berlebihan. Akibatnya, wilayah tersebut semakin rendah dan mudah tergenang air laut.
Selain itu banjir rob disebabkan juga oleh naiknya permukaan air laut akibat perubahan iklim global. Peningkatan suhu global menyebabkan pencairan es kutub, yang berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut secara bertahap. Kenaikan ini berdampak langsung pada wilayah-wilayah pesisir rendah seperti Sayung.
Kurangnya pengelolaan sampah yang baik juga jadi pemicunya. Sampah-sampah yang tidak terkelola dengan baik, terutama plastik, menyumbat saluran air yang seharusnya berfungsi untuk mengalirkan air hujan maupun air rob. Akumulasi sampah ini menghambat aliran air, membuatnya sulit mengalir dengan lancar dan menyebabkan air meluap ke daerah sekitarnya.
Kerusakan pantai seperti erosi juga menyebabkan banjir rob. Daerah permukiman di Sayung terlalu dekat dengan pantai sehingga dapat terkena empasan gelombang dan sering terendam banjir rob.
Pada waktu-waktu tertentu, pasang laut menjadi lebih tinggi dari biasanya, terutama saat musim angin muson. Angin ini membawa banyak air laut ke daratan, memperparah kondisi banjir rob.
Dampak
Banjir rob ini merugikan beberapa aspek yang mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar, yaitu kerusakan Infrastruktur, banjir rob merusak infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar. Disamping itu masyarakat mengalami kerugian ekonomi, terutama para petani dan nelayan. Banyak tambak yang tergenang, sehingga ikan dan udang mati, sedangkan para petani tidak bisa bercocok tanam karena lahan terendam air asin.
Dampak kesehatan yang dialami masyarakat sekitar. Air rob yang menggenang dalam waktu lama berpotensi menyebabkan penyakit seperti diare, infeksi kulit, dan penyakit saluran pernapasan.
Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan melewati jalan di Demak, terutama di Jalan Pantura. Ketinggian air yang meluap ke jalan dan menyebabkan aksesibilitas terganggu. Ketika air rob mencapai level yang tinggi, seperti Jalan Pantura yang menjadi jalur transportasi utama dapat terendam air, sehingga membuat kendaraan sulit untuk melintas.
Beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mengatasi banjir dapat dilakukan beberapa hal. Salah satunya pembangunan tanggul laut, pemerintah bersama masyarakat berupaya membangun tanggul laut yang kokoh untuk menahan air pasang. Tanggul ini diharapkan mampu meminimalkan air rob yang masuk ke pemukiman dan area pertanian. Penanaman kembali mangrove, rehabilitasi hutan mangrove menjadi salah satu langkah strategis untuk melindungi pesisir dari hantaman gelombang laut. Mangrove berfungsi sebagai penahan alami yang mampu meredam gelombang dan mengurangi dampak banjir rob.
Pengaturan penggunaan air tanah untuk mengurangi laju penurunan permukaan tanah, pemerintah perlu mengendalikan penggunaan air tanah. Pengadaan sumber air alternatif, seperti instalasi air bersih dari PDAM, dapat membantu masyarakat beralih dari penggunaan air tanah.
Pengembangan program relokasi, relokasi ke daerah yang lebih aman bagi penduduk yang tinggal di wilayah dengan tingkat risiko tinggi dapat menjadi solusi jangka panjang. Pemerintah dapat menyediakan hunian dan fasilitas lain bagi masyarakat yang terkena oleh banjir rob dengan keadaan yang sudah parah. Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi penggunaan air tanah, dan berpartisipasi dalam program penanaman mangrove sangat penting untuk penanggulangan banjir rob. Program penyuluhan oleh pemerintah dan organisasi sosial dapat membantu masyarakat lebih siap dan dapat beradaptasi dalam menghadapi banjir rob.
Banjir rob di Sayung, Demak, adalah permasalahan yang sering terjadi dan memerlukan penanganan secara tepat. Faktor-faktor alam dan aktivitas masyarakat sendiri mempengaruhi kondisi ini, sehingga solusi yang ditawarkan pun harus efektif dan melibatkan berbagai pihak. Upaya pemerintah, dukungan masyarakat, serta peran aktif dalam menjaga lingkungan menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan banjir rob yang terus berulang di Sayung dan daerah pesisir lainnya di Indonesia.(*)