Tantangan dan Perjuangan Kesetaraan Gender dalam Keluarga

Kesetaraan gender masih menjadi hal yang harus diperjuangkan dalam lingkungan masyarakat, terutama yang masih memegang kuat budaya patriarki. Seiring berjalannya waktu, tentunya masyarakat akan memahami pentingnya kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, dan lainnya. Sekarang ini, terdapat beberapa masyarakat yang sudah menerapkan kesetaraan gender dan menghindari adanya diskriminasi.

Kesetaraan gender dalam keluarga dapat memberikan berbagai implikasi positif yang mendukung kesejahteraan dan kedamaian dalam keluarga. Implikasi dari kesetaraan gender yang diterapkan di dalam keluarga, meliputi pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan secara adil, pembagian tugas di dalam rumah secara merata, kebebasan untuk berpendapat, hingga kebebasan dalam mengambil suatu keputusan.

Pada saat ini, sudah banyak masyarakat yang memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan secara adil tanpa memandang gender. Hal ini didasarkan dari pemikiran orang tua bahwa pendidikan termasuk investasi terpenting bagi anak-anak untuk dapat bertumbuh dan berkembang sehingga tidak ada batasan gender dalam memberikan pendidikan. Keluarga yang memiliki wawasan gender akan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan potensi anaknya, asalkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat sekitar.

Kesetaraan gender perlu dimulai dari lingkup yang paling terkecil, yaitu keluarga. Keluarga memiliki peran penting untuk membentuk anak laki-laki dan perempuan yang memiliki kemampuan sama sehingga dapat berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan, baik pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan lainnya. Memang pada dasarnya tidak ada batasan gender dalam melakukan setiap aktivitas.

Di luar itu, pembagian tugas secara merata di dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu implikasi yang didapatkan dari terciptanya kesetaraan gender di keluarga. Di dalam keluarga, pembagian tugas secara merata dapat terlaksana dengan baik apabila sudah tidak ada dikotomi antara pekerjaan laki-laki dan perempuan, selama keduanya dapat mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Untuk memaksimalkan implementasi kesetaraan gender dalam keluarga dapat didukung dengan adanya kerja sama yang maksimal dari laki – laki. Hal tersebut disebabkan oleh pentingan kontribusi, dukungan, dan partisipasi aktif dari pihak laki-laki.

Kebebasan untuk menentukan pilihan dan berpendapat akan terlaksana dengan maksimal dengan dimulai dari budaya diskusi dalam keluarga, baik diskusi kecil maupun besar untuk mendapatkan kesepakatan dari seluruh anggota keluarga. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian setiap anaknya yang akan menjadi penentu dalam masa depan. Keluarga yang baik akan memberikan kesempatan bagi anak-anaknya untuk menentukan keputusan yang sesuai dengan pilihannya, seperti pilihan mengambil jurusan, sekolah, atau bahkan memilih pasangan hidupnya. Pengenalan gender di dalam keluarga harus menjadi fokus uatama yang diprioritaskan demi mendorong terwujudnya kesetaraan gender di lingkungan masyarakat yang diimbangi dengan nilai religious dan budaya setempat.

Dengan adanya beberapa implikasi yang telah dijelaskan di atas terkait dengan penerapan kesetaraan gender terutama di lingkungan keluarga, dapat membuktikan bahwa kesetaraan gender masih berkesempatan untuk menciptakan lingkungan yang sejahtera. secara keseluruhan, kesetaraan gender memberikan dampak positif yang menguntungkan baik di dalam keluarga maupun di masyarakat. Akan tetapi, penerapannya harus diimbangi dengan upaya penanaman yang kuat mengenai sifat kodrati yang dimiliki oleh perempuan dan nilai- nilai agama sesuai dengan keyakinan masing-masing individu.

Di zaman sekarang, sebagian besar masyarakat sudah menerapkan konsep yang berkaitan dengan kesetaraan gender. Akan tetapi, banyak dari mereka yang belum memiliki pemahaman luas terkait dengan kesetaraan gender secara istilah. Pendidikan keluarga yang berwawasan gender dianggap sebagai salah satu pendiidkan yang paling efektif untuk membentuk kepribadian anak-anaknya sehingga dapat tumbuh kembang sesuai dengan harapan orang tua.

Selain itu, pendidikan keluarga harus diimbangi dengan adanya implementasi ajaran dan nilai-nilai agama. Hal ini bertujuan supaya keluarga tidak salah mengartikan konsep kesetaraan gender secara berlebihan. Untuk mewujudkan keberhasilan dalam implementasi kesetaraan gender dalam kehidupan di Indonesia, pemerintah memiliki peran penting dalam mensosialisasikan secara lebih intens. Upaya sosialisasi tersebut dapat dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai media supaya tereksplorai lebih luas daripada sebelumnya. Selain itu, orang tua sebagai pendidik dalam keluarga bertanggungjawab untuk terus menambah pengetahuan mengenai kesetaraan gender di dalam keluarga sehingga dalam implementasinya tetap merujuk kepada nilai-nilai agama.(*)

Oleh Rinjani Naurah Sakhi (Ilmu Hukum UNNES)