INTEGRASI 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Salsabila Dafaluthfi S., Dian Purbo Utomo, M.Pd., Kons., Rossi Galih Kesuma, M.Pd.

Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Semarang

Perkembangan zaman yang semakin pesat mengubah poros pendidikan yang semula hanya menitikberatkan pada aspek akademik, menjadi lebih holistic dengan memperhatikan pembentukan karakter siswa. Karakter yang dituju merupakan karakter yang kuat menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi dinamika kehidupan. Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada 6 November 2024, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Abdul Muti memaparkan program Penguatan Pendidikan Karakter, yang tercermin dalam peluncuran program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Program ini bertujuan untuk membangun karakter positif siswa melalui 7 kebiasaan baik yang menjadi kunci, yaitu bangun pagi, berdoa, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur yang cepat. Kebiasaan-kebiasaan ini diharapkan dapat membentuk generasi penerus bangsa Indonesia yang unggul, cemerlang, dan berintegritas. Sekolah memiliki peran penting dalam mengimplementasikan 7 kebiasaan baik tersebut dengan merancang program yang relevan dan dapat mengantarkan siswa untuk memiliki kebiasaan baik tersebut. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam menyukseskan implementasi tersebut melalui layanan dan program yang kreatif dan kolaboratif.

Guru BK dapat membuat layanan dan program yang membantu siswa memiliki 7 kebiasaan baik tersebut melalui pendekatan behavioristik yakni pembiasaan dan penguatan. Pendekatan behavioristik menekankan bahwa perilaku manusia dapat dibentuk melalui pembiasaan dan penguatan. Dalam hal ini Guru BK dapat memberikan kebiasaan-kebiasaan baik yang diterapkan secara konsisten pada lingkungan sekolah.

Adapun layanan Bimbingan dan Konseling dapat mengintegrasikan kebiasaan tersebut dalam program-programnya, diantaranya :

  1. Bangun pagi

Guru BK dapat memanfaatkan layanan pembelajaran dan pengembangan diri untuk mengadakan pelatihan manajemen waktu. Layanan ini berfokus pada pentingnya membangun kebiasaan baik bangun pagi untuk memulai hari dengan produktivitas. Dalam layanan ini guru BK dapat menekankan rasa disiplin dan tanggung jawab terhadap waktu yang dimiliki oleh siswa.

  • Berdoa

Layanan spiritual dan kelompok dapat memfasilitasi sesi refleksi yang akan menekankan rasa syukur dan keyakinan pada masing-masing siswa. Hal ini akan membiasakan siswa untuk mengembangkan rasa rendah hati, kejujuran, dan keteguhan hati siswa bedasarkan dengan kepercayaan yang dianut oleh siswa.

  • Berolahraga

Guru BK dapat menyusun program olahraga bersama yang berkolaborasi dengan guru pengampu mata pelajaran olahraga, ekstrakurikuler di sekolah, hingga organisasi olahraga diluar sekolah. Kegiatan ini membantu siswa menjaga kesehatan fisik yang juga akan berpengaruh pada meningkatkan daya fokus siswa saat pembelajaran.

  • Makanan sehat dan bergizi

Layanan informasi dapat diberikan oleh guru BK melalui edukasi tentang pentingnya pola makan sehat. Layanan ini dapat berkolaborasi dengan kantin sekolah untuk menggelar kampanye makanan sehat dan bergizi bagi siswa. Hal ini akan memantik kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sebagai penunjang aktivitas belajar siswa.

  • Gemar belajar

Siswa yang memiliki kesulitan atau permasalahan dalam belajar, tentu dapat diberikan layanan baik melalui layanan dasar, secara klasikal maupun bimbingan kelompok, bisa juga diberikan layanan responsif berupa layanan konseling individual. Layanan ini dapat memberikan perbaikan metode belajar, manajemen waktu belajar agar siswa tidak merasa jenuh saat belajar. Guru BK dapat menanamkan semangat belajar siswa dengan mempertegas motivasi dan tujuan belajar agar siswa termotivasi untuk meraih prestasi dan mengembangkan rasa cinta akan ilmu pengetahuan.

  • Bermasyarakat

Untuk mendorong kebiasaan bermasyarakat, layanan bimbingan sosial dan kelompok dapat memfasilitasi kegiatan-kegiatan sosial seperti kunjungan ke panti asuhan, kerja bakti, atau program mentoring antarteman. Melalui aktivitas ini, siswa dapat mengembangkan empati, keterampilan sosial, dan nilai kerja sama.

  • Istirahat Cepat

BK juga dapat memberikan konseling pribadi mengenai pentingnya istirahat cukup dan pola hidup sehat. Edukasi ini membantu siswa memahami bahwa keseimbangan antara belajar dan istirahat adalah kunci untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Pengintegrasian ketujuh kebiasaan baik tersebut selaras dengan pendekatan behavioristik yang menekankan pembiasaan dan penguatan dalam membentuk perilaku. Guru BK dapat menciptakan lingkungan sekolah yang konsisten mendukung penerapan kebiasaan positif tersebut, sehingga kebiasaan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas tetapi menjadi nilai yang melekat dalam diri siswa.

Melalui layanan BK yang terintegrasi dengan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” sekolah dapat membantu siswa mengembangkan karakter positif yang mendukung keberhasilan akademik dan sosial mereka. Dengan program-program kreatif dan kolaboratif, Guru BK berperan sebagai fasilitator utama dalam membentuk siswa yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Pendekatan ini menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membentuk generasi penerus yang unggul dan berkarakter.

Sumber

Carolus Borromeus Mulyatno. (2022). Peranan Bimbingan dan Konseling Dalam Pembentukan Karakteristik Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4, 1349–1358.

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Membentuk Generasi Berkarakter. (2024).

Jelita, M., Ramadhan, L., Pratama, R., Andy, Yusri, F., & Yarni, L. (2023). Teori Belajar Behaviorostik. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5, 404–411.

Komisi X DPR RI