Asal-usul Mijen

Desa Mijen di Kota Semarang diperkirakan sudah ada sebelum kemerdekaan dan dulunya dikenal dengan nama “Klisat Mijen”. Nama Mijen sendiri berasal dari nama Mbah Kamijen, seorang penduduk pertama yang menetap di daerah tersebut, atau ada juga yang menyebutkan nama Mbah Muji sebagai tokoh masyarakat berpengaruh yang menjadi asal-usul nama desa tersebuT.

Kata Mijen berasal dari nama seorang penduduk yang pertama kali bermukim di daerah tersebut, yakni Mbah Kamijen. Kecamatan Mijen merupakan daerah yang subur dan terkenal sebagai lumbung durian dan rambutan di Kota Semarang. Versi lain menyatakan bahwa “Mijen” berasal dari kata Jawa “ijen” yang berarti “sendirian”. Legenda setempat menceritakan bahwa seorang lelaki yang pertama kali menetap di hutan belantara tersebut diberi nama “Mijen” oleh seorang tokoh spiritual karena ia tinggal sendirian di tempat itu.

Wilayah Mijen memiliki bukti-bukti arkeologis yang menunjukkan adanya permukiman sejak masa Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Penemuan situs-situs seperti Candi Duduhan dan Candi Tempel menunjukkan bahwa daerah ini pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan dan permukiman masyarakat Hindu-Buddha. 

Candi Duduhan, yang ditemukan di Kelurahan Mijen, diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan Candi Gedongsongo. Temuan arkeologis di situs ini mencakup yoni, arca Ganesha, arca Nandi, dan struktur bangunan dari bata merah besar serta batu putih.Hingga 1 Juli 1976, Kecamatan Mijen masih merupakan bagian dari Kabupaten Kendal. Setelah itu, wilayah ini resmi menjadi bagian dari Kota Semarang, menjadikannya salah satu dari 16 kecamatan yang ada di kota tersebut. Mijen juga dikenal dengan tradisi dan budaya lokal yang kaya. Buku Tradisi dari Mijen merekam berbagai tradisi yang tumbuh dan berkembang di wilayah ini, termasuk legenda-legenda lokal, seni, adat istiadat, kuliner, dan ekspresi kebudayaan lainnya yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan sejarah yang kaya dan warisan budaya yang beragam, Mijen merupakan bagian penting dari mozaik sejarah dan budaya Kota Semarang. (*)

Oleh Rangga Ellang Satria