Faktor dari diri sendiri kayak semangat, plus hal luar seperti kondisi sekitar, memengaruhi kinerja saat bekerja. Suara musik – yang masuk lewat telinga – sudah sering dikaji di bidang psikologi berpikir. Studi lawas dari Kämpfe dkk. (2011) bilang lagu bisa bikin mood naik, tapi hasilnya beda-beda tergantung jenis irama, keras suara, atau tipe pekerjaan yang dikerjakan.
Diduga musik tanpa nyanyian – kayak klasik atau nuansa tenang – bisa bikin kerja lebih lancar saat mengerjakan soal logika maupun ide baru. Sebaliknya, lagu pakai vokal justru bisa ganggu fokus kalau tugasnya butuh perhatian ekstra. Tulisan berikut gabungin hasil riset Gallup tahun 2020 bareng uji coba di laboratorium buat ngedukung pandangan itu. Fokus utamanya? Cara memanfaatkannya dalam aktivitas sehari-hari.
Cara ini pakai telaah literatur yang teratur plus kajian info dari data yang sudah ada. Data diambil dari:
- Gallup (2020) mengadakan survei ke 1.000 karyawan di AS buat ngebandingin tingkat produktivitas – dengan atau tanpa musik – menggunakan skala dari 1 sampai 10.
- Eksperimennya di lab: Penelitian dari Lesiuk tahun 2005, melibatkan 56 orang yang disuruh proofreading – tapi satu kelompok dengerin musik Mozart, sementara lainnya dapat lagu pop.
- Analisis pakai regresi linier biar tahu hubungan antara jenis musik kayak genre atau tempo sama tingkat produktivitas. Ambil data dari PubMed, terus nyari tambahan lewat Google Scholar plus laporan dari Gallup, pake kata kunci ‘music workplace productivity’ buat temukan sumber yang relevan.
Kriteria masuknya: penelitian yang sudah ditinjau rekan sebaya dari tahun 2000an, tapi khusus buat pekerja dewasa saja.
Dari data Gallup, sebanyak 68% peserta bilang kerja jadi lebih lancar saat ditemani musik tanpa vokal – nilai rata-ratanya naik dari 6.5 ke 7.8 (p < 0.01). Soal irama cepat, kisaran 120–140 BPM bikin semangat ngerjain hal-hal yang itu-itu terus; tetapi kalau lagunya ada kata-katanyaMusik bikin korteks prefrontal aktif lewat dopamin, jadi lebih konsentrasi (Salimpoor dkk., 2011). Tapi kalau ada liriknya, bisa ganggu ingatan saat mengerjakan soal bahasa. Catatannya: data dari angket yang bersifat pribadi; perlu pertimbangkan selera dan latar belakang budaya tiap orang. Kantor bisa kasih lagu instrumental biar kerja makin cepat. Riset selanjutnya harus lihat faktor kayak umur atau tipe pekerjaan.
Musik bisa bikin kerja lebih cepat, apalagi jenis tanpa vokal – hasilnya kelihatan dari kuesioner juga percobaan kecil. Pakai lagu secara cerdas ternyata membantu urusan pegawai di kantor.(*)
Oleh Bilqisa Awalia F.U