Belajar Bencana Jadi Seru, Mahasiswa KKN Ciptakan Buku Cerita Anak di SD

Temanggung – Mahasiswa KKN GIAT 12 Universitas Negeri Semarang, Liza Rizqi Amalia menghadirkan inovasi baru dalam program kerja dengan menciptakan sebuah produk literasi berupa buku cerita anak yang mengangkat tema pengenalan bencana. Produk ini diperkenalkan kepada siswa kelas lima SD Negeri 2 Gandulan pada kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada 30 Juli 2025.

Buku cerita tersebut dikemas dengan bahasa sederhana dan ilustrasi menarik sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui kisah tokoh hewan yang akrab dengan kehidupan sehari-hari, buku ini mengenalkan dua jenis bencana, yaitu gempa bumi dan longsor, serta langkah-langkah penyelamatan diri yang bisa dilakukan.

Tidak hanya melalui buku, mahasiswa KKN juga mengajarkan materi pengenalan bencana dengan metode yang variatif, seperti penggunaan media pembelajaran visual, permainan interaktif bertema kebencanaan, hingga eksperimen sederhana yang menggambarkan proses terjadinya bencana. Metode ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep yang disampaikan sekaligus merasa terlibat langsung dalam pembelajaran.

“Anak-anak cenderung lebih mudah menerima pembelajaran lewat cerita, permainan, dan praktik langsung. Itulah mengapa kami memilih menggabungkan buku, game, dan eksperimen agar pesan tentang kesiapsiagaan bencana dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan,” ujar Liza, salah satu mahasiswa KKN.

Pihak sekolah menyambut positif kehadiran program ini. Kepala SD Negeri 2 Gandulan menilai karya mahasiswa KKN sebagai kontribusi nyata yang tidak hanya menambah media pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar siswa.

Kegiatan pembelajaran pun berlangsung interaktif. Anak-anak terlihat antusias menyimak, bermain game edukatif, serta mencoba eksperimen yang menirukan fenomena bencana sederhana. Beberapa siswa bahkan ikut berpendapat tentang bencana dan pengalaman mereka.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN di bidang pendidikan dan kebencanaan. Tujuannya adalah memberikan edukasi yang dapat diterapkan, menyenangkan, sekaligus menumbuhkan budaya literasi di sekolah dasar.

Dengan adanya buku cerita, media interaktif, dan eksperimen sederhana, diharapkan siswa dapat memahami bahwa bencana bukan hanya peristiwa menakutkan, tetapi juga sesuatu yang bisa dihadapi dengan tenang jika memiliki pengetahuan dan kesiapan.