
Temanggung, 30 Juli 2025 – Kesadaran akan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia dini terus digalakkan oleh berbagai pihak. Salah satu bentuk nyata dari upaya ini diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam kelompok KKN Desa Gandulan melaksanakan sebuah program edukatif bertajuk “Pengenalan Kebencanaan bagi Anak Sekolah Dasar”, yang dilaksanakan di SD Negeri Gandulan 02 pada Rabu, 30 Juli 2025.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi dasar mengenai bencana alam. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, dilengkapi visual menarik untuk membantu siswa menangkap informasi secara lebih efektif. Para siswa diajak mengenali berbagai jenis bencana alam yang umum terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, tanah longsor, dan gunung meletus. Selain itu, siswa juga diberi pengetahuan mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan sebagai respons awal ketika bencana terjadi.
Kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) Giat 12 Universitas Negeri Semarang desa Gandulan yang diketuai oleh Dyas Aulia Darmawan, bersama dengan Yona Rahmawati, Liza Rizqi Amalia, Iqbal Aulianda, Fifi Prasetyo Sari, Mochammad Miftahudin, Avika Khasma Auliyati, Alfina Muzdalifah, Tina Riyana, Herlambang Bima Setya, Fauziah Mega Maharani, dan Arini Aulia Sajdah yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Rossi Galih Kesuma, M.Pd., melakukan kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan komitmen tinggi. Mereka berperan aktif mulai dari tahap perencanaan, penyusunan materi, hingga pelaksanaan di lapangan, guna memastikan pesan edukasi kebencanaan dapat tersampaikan secara efektif dan menyenangkan


Untuk memperkuat pemahaman siswa, para mahasiswa KKN menyajikan sebuah eksperimen mini mengenai proses terjadinya gunung meletus. Eksperimen ini menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan aman seperti soda kue, cuka, sabun cair, dan pewarna makanan. Simulasi ini tidak hanya memberikan visualisasi nyata dari proses erupsi gunung, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar para siswa.
Kegiatan berlanjut dengan berbagai permainan edukatif dan kuis interaktif yang dirancang untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Permainan tersebut tidak hanya mengasah pengetahuan, tetapi juga melatih kerjasama, konsentrasi, serta kemampuan refleksi cepat dalam menghadapi situasi darurat. Anak-anak tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi kegiatan, menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan bisa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Program ini melibatkan seluruh siswa kelas 5 SDN Gandulan 02, serta dukungan penuh dari guru kelas dan kepala sekolah. Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator, penyaji materi, dan pemandu dalam eksperimen serta permainan. Turut hadir dalam kegiatan ini Ibu [Nama Kepala Sekolah], selaku Kepala Sekolah SDN Gandulan 02, yang menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut.
Sebagai negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, Indonesia membutuhkan upaya nyata dalam membangun budaya siaga dan tanggap bencana sejak dini. Edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah dasar merupakan salah satu langkah strategis untuk menanamkan pemahaman dan kesiapsiagaan sejak usia muda. Anak-anak perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar agar dapat bersikap tepat ketika menghadapi potensi bencana.
Melalui pendekatan yang partisipatif dan menyenangkan, mahasiswa KKN berhasil mengemas materi kebencanaan yang umumnya dianggap berat menjadi pengalaman belajar yang menggugah semangat dan rasa ingin tahu siswa. Tidak hanya teori yang didapatkan, namun siswa juga memperoleh pengalaman belajar langsung yang menyenangkan dan membekas dalam ingatan mereka.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan benih-benih kesadaran kebencanaan dapat tumbuh dalam diri anak-anak, sehingga di masa depan mereka menjadi generasi yang tangguh, siaga, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana dengan tenang dan bijak.