Dari sekian banyak desa, masalah sampah masih menjadi permasalahan yang sulit diatasi. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik, ditambah dengan fasilitas yang ada di desa kurang memadai, menyebabkan sampah sering dibuang sembarangan di pinggir jalan atau dibuang ke sungai. Tetapi saat ini ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan mengadakan program jemput sampah. Program jemput sampah sendiri adalah layanan pengelolaan sampah rumah tangga yang terjadwal, di mana petugas kebersihan atau relawan desa datang langsung ke rumah warga untuk mengambil sampah yang sudah dikumpulkan warga di tempat yang telah disediakan. Program ini mirip dengan layanan pengangkutan sampah di kota, hanya saja disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan desa.
Program ini memiliki keunggulan yaitu adanya pemilahan sampah menjadi dua jenis yaitu, sampah organik seperti sisa-sisa makanan, daun kering atau segala jenis sampah yang dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah non-organik yaitu sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik dan kaleng. Berikut merupakan beberapa manfaat dengan diterapkannya program ini:
- Lingkungan menjadi lebih bersih
- Meningkatkan kesadaran warga
- Resiko banjir akibat saluran air yang tersumbat berkurang
- Warga menjadi lebih disiplin dalam membuang sampah
Salah satu contoh desa yang sudah menerapkan program jemput sampah yaitu Desa Wonorejo di Jawa Tengah. Desa ini menerapkan program jemput sampah mulai sejak tahun 2021 hingga saat ini. Selama program ini diadakan hampir seluruh warga sudah mengikuti program ini. Awal mula Desa Wonorejo menerapkan program ini yaitu menggunakan iuran warga. Proses penjemputan sampah di Wonorejo dilakukan setiap hari kecuali hari minggu dan untuk jam penjemputan sampah tidak pasti.
Program jemput sampah di Desa Wonorejo adalah bukti bahwa perubahan bisa dilakukan dengan langkah kecil. Dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan, dan partisipasi dari warga, desa ini berhasil menjadikan lingkungannya lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa- desa lain di Indonesia untuk memulai gerakan serupa demi masa depan lingkungan yang lebih baik.(*)
Oleh Naila Syarikhotur Rizkya