Bali adalah salah satu provinsi di Indonesia sekaligus nama sebuah pulau yang menjadi pusat pariwisata bagi turis asing maupun warga lokal. Pulau ini dikenal dengan sebutan “Pulau Dewata” karena keindahan alam, budaya, dan kehidupan religius masyarakatnya. Dengan penduduk yang mayoritasnya memeluk agama hindu, di Bali banyak menjalankan acara atau upacara keagamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Sebagai contoh yaitu hari raya Nyepi, Galungan, dan Kuningan. Bali adalah rumah bagi banyak kuil dan ritual keagamaan yang autentik bagi pengunjung. Tak hanya budaya dan adat istiadatnya yang masih kental, Bali juga menyuguhkan keindahan alam yang menarik sehingga memberi ketenangan bagi setiap pengunjungnya.
Untuk tetap menjaga keindahan alam dan keasriannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengadakan acara “Gerakan Bali Bersih Sampah” yang terlaksana di Panggung Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, dan Sukra Pon Juluwangi. Acara yang ditandai dengan pemukulan kulkul ini dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Acara tersebut juga dihadiri oleh semua kepala daerah se-Bali, DPRD, instansi TNI, Polri, Bendesa, lurah, dan komunitas lingkungan hidup sebagai bentuk dukungan menjalankan program prioritas ini.
Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang hadir langsung ditengah-tengah acara “Gerakan Bali Bersih Sampah” menyampaikan rasa bangganya terhadap pemerintah Provinsi Bali yang menjadikan Bali sebagai salah satunya Provinsi di Indonesia yang berani dan siap untuk melakukan deklarasi gerakan ini. Dengan tindakan aksi nyata melalui acara ini, Bali menjadi contoh konkrit yang bukan hanya melakukan deklarasi tetapi dapat secara nyata menunjuk deklar dan aksi, lantaran penyelesaian masalah sampah menjadi prioritas yang dilakukan saat ini serta mampu menjadi komitmen semua pihak termasuk pelaku usaha, industri, dan masyarakat untuk turut menjadikan Bali bersih sampah. Mengingat Bali merupakan tempat wisata terkenal dengan keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahtamahan masyarakatnya sehingga menjadikan pulau ini salah satu destinasi wisata favorit, maka tidak heran jika Gubernur Bali Wayan Koster menggelar kegiatan bersih sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam demi pariwisata yang berkelanjutan.
Gubernur Wayan Koster menjelaskan bahwa semua yang hidup di tanah Bali harus menjaga kebersihan Bali. Tidak hanya menyiapkan tempat atau tong sampah sesuai jenisnya saja, seluruh masyarakat juga wisatawan Bali diharapkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini diupayakan agar alam tempat wisata Bali tetap bersih dari polusi yang diakibatkan oleh sampah dan bau busuknya sehingga menjadikan wisata dapat dinikmati keasriannya. Dan untuk mewujudkan Bali bebas sampah plastik sekali pakai, Gubernur Wayan Koster melakukan upaya dan program berupa pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta mensosialisasikan kepada warganya agar aktif membangun desa dan wilayahnya dengan melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya.
Selain melakukan pengimbauan, secara tegas Gubernur Wayan Koster memberlakukan sanksi bagi setiap pelaku usaha yang tidak melaksanakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dengan peninjauan atau dicabut izin usahanya, serta diumumkan kehadapan publik melalui berbagai platform media sosial sebagai pelaku usaha yang tidak ramah lingkungan dan tidak layak dikunjungi.
Meskipun pencapainnya belum maksimal dan menyeluruh, namun sisa dari desa yang belum aktif diharapkan akan segera menjadikan gerakan Bali Bersih Sampah sebagai prioritas untuk mewujudkan Bali Bersih Sampah pada 2026 mendatang.
Sukma Arsella Putri Dwi Anggi