Gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipimpin oleh generasi muda, khususnya Gen Z, melanda Nepal pada September lalu. Aksi yang meletus sejak 8 September 2025 ini tidak hanya terjadi di ibu kota Kathmandu, tetapi juga menjalar ke berbagai kota lain, seperti Pokhara, Lalitpur, dan Biratnagar. Ribuan warga turun ke jalanan dan menuntut perombakan politik yang dianggap telah terlalu lama dikuasai oleh elite korup dan tidak berpihak pada rakyat. Aksi tersebut bahkan telah memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur dari jabatannya. Selain itu, aksi tersebut juga berujung pada terbakarnya gedung parlemen di Kathmandu, menandakan betapa dalamnya kemarahan publik terhadap situasi yang berlangsung.
Sejumlah pengamat berpendapat demonstrasi di Nepal ini memiliki kemiripan dengan demonstrasi yang sebelumnya terjadi di Indonesia pada Agustus 2025. Dikutip dari CNBC Indonesia (10 September 2025), mantan Penasihat Ekonomi Utama Pemerintah India, Sanjeev Sanyal, menyebut pola mobilisasi mahasiswa di Nepal mirip dengan Bangladesh, Sri Lanka, dan Indonesia. Ia menyoroti bagaimana pola pergerakan massa yang cepat, koordinasi melalui media sosial, serta simbol-simbol yang sama muncul di berbagai negara dalam waktu berdekatan. Menurutnya, “perangkat yang sama digunakan secara mencurigakan terlalu sering di kawasan ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan seberapa ‘organik’ protes-protes tersebut,” ujarnya.
Senada dengan itu, aktivis Aalia Mauro menilai semangat demonstran Nepal mirip dengan Indonesia, yakni semangat untuk melawan korupsi dan menuntut pemerintahan yang bersih dari kepentingan politik luar dan praktik penyalahgunaan kekuasaan. Ia menekankan bahwa energi perlawanan ini digerakkan oleh kekecewaan terhadap elite politik yang dianggap hanya memperkaya diri sendiri. “Terinspirasi oleh Indonesia, kaum muda Nepal bangkit. Gedung parlemen terbakar, dan pemerintah membalas dengan melarang media sosial. Ini langkah klasik,” ucapnya (CNBC Indonesia, 10 September 2025).
Fenomena menarik lainnya adalah munculnya simbol bendera bajak laut dari anime One Piece yang turut berkibar di jalanan Nepal. Simbol tersebut menjadi penanda perlawanan dan kebebasan bagi para demonstran muda. Hal ini menambah sorotan karena bendera yang sama sempat muncul di demonstrasi besar Indonesia menjelang HUT RI ke-80. Menurut laporan Suara.com (10 September 2025), meski ada pengunduran diri dari pejabat, kerusuhan di Nepal tetap meluas. Tindakan anarkis seperti pembakaran kantor pemerintahan, rumah politisi, hingga perusakan kantor partai kian memperburuk keadaan, menciptakan suasana yang semakin tidak terkendali.
Namun, menurut pengamat Hubungan Internasional sekaligus Direktur The Pandita Institute, Agung Setiyo Wibowo, kesamaan simbol tersebut bukan berarti aksi Nepal meniru Indonesia secara langsung. Ia menegaskan bahwa kemunculan simbol One Piece merupakan hasil dari “penyebaran simbolik melalui budaya populer dan media sosial.” Dalam wawancara dengan Kompas.com (12 September 2025), Agung menjelaskan bahwa setiap protes memiliki konteks lokal yang berbeda, meskipun tanda-tanda globalisasi gerakan tampak semakin nyata. “Ini bukan inspirasi langsung, melainkan penyebaran simbolik melalui budaya populer dan media sosial. Akar pemicunya berbeda,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agung menekankan bahwa pemicu utama kerusuhan di Nepal adalah kebijakan pemerintah yang melarang puluhan aplikasi media sosial, langkah yang dianggap sebagai upaya membungkam kebebasan berpendapat. Kebijakan ini justru menjadi bahan bakar tambahan bagi kemarahan rakyat, terutama generasi muda yang sangat bergantung pada media sosial tidak sekadar untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk berorganisasi dan memobilisasi aksi. Ketidakpuasan publik semakin membesar karena maraknya praktik korupsi dan gaya hidup mewah elite politik yang kerap dipamerkan di ruang publik. “Kesamaan simbol tidak serta-merta bukti peniruan taktis. Makna tetap ditentukan oleh konteks lokal,” tegasnya.
Di sisi lain, eskalasi kerusuhan terus meningkat. The Himalayan Times melaporkan bahwa demonstran menyerang kediaman pribadi mantan PM KP Sharma Oli di Balkot. Tidak berhenti di situ, kantor pusat Kongres Nepal di Sanepa turut dirusak, dan rumah para pemimpin senior—termasuk milik Presiden NC Sher Bahadur Deuba—menjadi sasaran kemarahan massa. Insiden-insiden tersebut menunjukkan bahwa demonstrasi tidak hanya meluas, tetapi juga berubah menjadi bentuk perlawanan langsung terhadap simbol-simbol kekuasaan lama.
Hingga 10 September 2025, situasi kian memprihatinkan. CNBC Indonesia (10 September 2025) mencatat setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 500 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan antara massa dengan aparat. Angka ini menandakan betapa tingginya eskalasi konflik dalam waktu singkat, serta mengindikasikan kegagalan pemerintah dalam meredam amarah publik.
Agung menilai fenomena ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari tren global. Dalam dua tahun terakhir, demonstrasi besar juga melanda Serbia, Indonesia, Prancis, dan kini Nepal. Pola yang terlihat serupa seperti kekecewaan terhadap korupsi, ketimpangan ekonomi, prospek kerja yang suram, serta kemampuan generasi muda untuk memobilisasi massa dengan cepat melalui media sosial. “Gabungan frustrasi terhadap korupsi, ketimpangan ekonomi, prospek kerja yang suram, serta mobilisasi cepat via media sosial bisa memicu ledakan serupa di negara lain,” ujarnya (Kompas.com, 12 September 2025).
Sumber Referensi
Farah, N. (2025, 10 September). Terinspirasi Indonesia? 7 Fakta Demo Nepal Dipicu Pejabat Korupsi Gila-gilaan dan Doyan Flexing. Suara.com.
https://www.suara.com/lifestyle/2025/09/10/114732/terinspirasi-indonesia-7-fakta-demo-nepal-dipicu-pejabat-korupsi-gila-gilaan-dan-doyan-flexing
Lainufar, I. R. (2025, 12 September). Apakah Aksi di Indonesia Picu Demo Nepal? Begini Penjelasan Pakar. Kompas.com.
https://www.kompas.com/global/read/2025/09/12/093043170/apakah-aksi-di-indonesia-picu-demo-nepal-begini-penjelasan-pakar?page=all
Sorongan, T. P. (2025, 10 September). Demonstrasi Nepal Disebut Terinspirasi dari Indonesia. CNBC Indonesia.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20250910133159-4-665790/demonstrasi-nepal-disebut-terinspirasi-dari-indonesia
The Himalayan Times. (2025, 9 September). Reports on Nepal Protests. The Himalayan Times.
https://thehimalayantimes.com/kathmandu/gen-z-protesters-enter-federal-parliament-building
Nama : Zulfan Bayu Ardika
NIM : 2502020058
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Rombel : 2 (dua)