
Identitas Film :
- Judul : SORE ISTRI DARI MASA DEPAN
- Jenis Film : Sains, Fiksi, dan Romantis.
- Sutradara : Yandy Laurens
- Produksi : Cerita Films
- Tahun : 2025
Sinopsis Film :
Film ini mengisahkan hubungan kompleks antara Jonathan dan Sore. Jonathan adalah seorang fotografer yang kerap menyepelekan kesehatannya, sementara Sore hadir sebagai sosok istri yang sabar dan penuh kasih sayang. Upaya memahami dan menyelamatkan sang suami, Sore melakukan perjalanan tak biasa. Ia kembali ke masa lalu, untuk mengubah takdir Jonathan.
Film ini berlatar di sebuah kota kecil yang indah di Kroasia. Film SORE Istri dari Masa Depan ini menghadirkan refleksi tentang hidup, kematian, dan kesempatan kedua. Sore datang dengan pengetahuan yang tidak dimiliki siapa pun. Ia tahu segalanya tentang kehidupan Jonathan, termasuk kapan suaminya itu akan meninggal.
Kemunculan Sore di masa lalu mengejutkan Jonathan. Sore tiba-tiba hadir dan mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Tentu saja, bagi Jonathan ini adalah hal yang sulit dipercaya. Namun, seiring waktu, Jonathan mulai menyadari bahwa Sore datang bukan tanpa alasan. Ia berjuang untuk mengubah gaya hidup dan kebiasaan Jonathan yang berantakan, sebelum semuanya terlambat.
Dalam perjalanannya, Sore mulai membuka sedikit demi sedikit rahasia masa depan, yang perlahan mengguncang keyakinan Jonathan. Namun, misi ini tak berjalan mulus. Saat masa lalu, masa kini, dan masa depan mulai saling bersinggungan, konflik dan kejutan tak terduga pun muncul. Akankah Sore berhasil menyelamatkan hidup Jonathan atau justru waktu akan mengambil alih segalanya?.
Kelebihan Film :
- Visual dan lokasi syuting yang sangat memukau. Film ini syuting di berbagai negara, yaitu : Indonesia, Finlandia, dan Kroasia. Suasana yang ada dalam film ini sangat memberikan pemandangan yang indah, suasana yang mendukung alur film, dan bernuansa internasional.
- Tema emosional yang mempunyai pesan mendalam. Film ini tidak hanya menceritakan kisah romantis biasa, tetapi adanya tema penerimaan terhadap luka di masa lalu, trauma, komitmen dan bagaimana menyelamatkan orang yang kita sayangi tanpa adanya paksaan, melainkan melalui ketulusan dan kehangatan.
- Pengembangan karakter dan kedalaman cerita. Film ini merupakan adaptasi dari web series, Film ini bisa dikatakan lebih matang daripada web series-nya. Karakter Jonathan di film ini digambarkan lebih dewasa dibandingkan dengan di web series-nya. Pemeran Sore di film ini juga digantikan menjadi Sheila Dara yang sebelumnya adalah Tika Bravani. Sheila disini juga melakukan persiapan ekstra untuk film ini, mulai belajar Bahasa Kroasia untuk mendalami karakter sore.
- Music dan soundtrack yang sangat mendukung suasana dalam film. Kombinasi antara adegan dan musik sangat pas, sehingga mampu memperkuat emosional dan adegan-adegan penting.
- Kesuksesan komersial. Hanya dalam sembilan hari, film ini mampu menembus satu juta penonton di Indonesia. Sebuah pencampaian yang menunjukkan ketertarikkan masyarakat Indonesia terhadap film ini. Film SORE Istri Dari Masa Depan ini juga dipilih untuk mewakili Indonesia di ajang Oscar untuk kategori best international feature film. Kabarnya sekarang film ini sudah mulai tayang di berbagai bioskop di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Kekurangan film :
- Adegan yang terasa repetitif. Ada suatu adegan yang berulang yang menurut beberapa orang itu cukup melelahkan dan membosankan. Hal ini membuat alur film terasa lambat atau monoton di bagian tengah-tengah film.
- Karakter Sore kurang mendapatkan latar belakang yang mendalam. Walaupun Sore datang dari masa depan dan punya peran sentral, beberapa ulasan mengatakan bahwa aspek bagaimana ia bisa melakukan perjalanan waktu, atau motivasinya secara mendalam di luar usaha menyelamatkan Jonathan kurang dieksplorasi.
- Representasi relasi gender yang klise. Ada yang menyebut bahwa meskipun film mencoba menampilkan Sore sebagai “sosok kuat”, ia masih banyak berperan sebagai figur pendamping/“penyelamat emosional” untuk tokoh laki-laki. Keputusan-keputusan besar masih lebih banyak di tangan Jonathan, sementara Sore lebih banyak mendukung, bukan semata punya agensi sendiri dalam semua aspek.
- Logika fiksi ilmiah/mekanisme perjalanan waktu kurang dijelaskan. Film ini mengangkat tema fiksi ilmiah (perjalanan waktu, konsekuensi masa depan), namun beberapa elemen mekanisme “time travel”-nya tidak dijabarkan secara sangat rinci. Artinya, penonton harus menerima asumsi-asumsinya dengan agak longgar.
Unsur Intrinsik :
- Tema: Cinta, takdir, dan perubahan hidup demi masa depan.
- Tokoh & Penokohan:
- Jonathan: Pria santai, egois, namun kemudian berkembang menjadi lebih dewasa.
- Sore: Lembut, penuh kasih, dan sabar, berperan sebagai penuntun perubahan bagi Jonathan.
- Ayah Jonathan : Berdampak traumatis dan penuh luka.
- Ibu Jonathan : Penyabar.
- Elsa (mantan Jonathan) : Mengatur Jonathan dan mudah marah.
- Karlo (teman Jonathan) : Humoris dan humble.
- Marco : Bijak.
- Alur: Campuran (gabungan maju dan mundur), dimulai dari pertemuan mereka di masa kini dan diwarnai kilas balik ke masa depan.
- Latar: Jakarta (Indonesia), Groznjan dan Zabgreb (Kroasia), dan Kemi (Finlandia)
- Konflik: Pertentangan batin Jonathan yang sulit menerima kenyataan bahwa tindakannya di masa kini akan memengaruhi kehidupan dan kebahagiaannya bersama Sore di masa depan.
- Amanat: Setiap keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan masa depan maka dari itu penting untuk menjaga kesehatan, mencintai dengan tulus, dan menghargai waktu.
Penilaian :
Film ini menyajikan drama romantis yang menyentuh dengan pesan moral yang mendalam. Cocok bagi penonton yang menyukai kisah fantasi ringan dengan sentuhan nilai keluarga dan cinta sejati. Secara keseluruhan, SORE Istri dari Masa Depan (2025) berhasil menjadi adaptasi yang lebih dewasa dari versi web series-nya. Film ini tidak hanya menghibur secara romantis fantasi, tetapi juga membawa pesan yang mendalam tentang tanggung jawab diri dan perubahan hidup. Untuk penonton yang menyukai kisah romantis dengan elemen waktu dan refleksi diri, film ini layak ditonton di bioskop.
Penilaian pribadi : 10000/10 sangat bagus dan menyentuh, saya harap banyak film seperti ini di kemudian hari.
Hanifah Azzahra