
- Identitas Buku
Judul : Azzamine
Pengarang : Sophie Aulia
Penerbit : Bukune
Tahun Terbit : 2022
Tebal Buku : 380 halaman
Dimensi Buku : 13×19 cm
Genre : Romansa
ISBN : 9786022204336
Harga : Rp 99.000,00
- Unsur Intrinsik
- Tema
Tema dalam novel Azzamine mengisahkan tentang kebimbangan rasa cinta. Ini terlihat dari cerita cinta segitiga antara Jasmine dengan dua orang laki-laki yaitu Azzam dan Deka.
- Alur
Alur dalam novel ini menggunakan alur campuran.
- Penokohan
- Haura Jasmine: keras kepala, tomboy, tetapi berhati lembut. Ia mengalami perkembangan karakter menuju kedewasaan.
- Raden Azzam Al-Baihaqi: sabar, bijak, lembut, soleh. Melalui dirinya, pembaca belajar arti ketulusan dan tanggung jawab.
- Deka: mantan kekasih Jasmine yang digambarkan sebagai sosok yang baik namun dia kurang matang dalam menata masa depan.
- Orang tua Jasmine dan Azzam: tokoh pendukung yang menunjukkan pentingnya keluarga dan restu orang tua.
- Latar
- Tempat: kampus, rumah keluarga Jasmine, rumah Azzam, pondok pesantren, masjid, kos.
- Waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, hari Jumat, hari Minggu.
- Suasana: bahagia, sedih, bimbang, dilema, canggung, gundah gulana.
- Amanat
Novel Azzamine mengajarkan bahwa cinta, iman, dan keihlasan harus berjalan beriringan. Cinta bukan hanya tentang memiliki seseorang, melainkan tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang lebih baik.
- Sudut pandang
Novel Azzamine menggunakan sudut pandang orang ketiga.
- Gaya bahasa
Bahasa yang digunakan yaitu bahasa yang ringan, modern, dan mudah dipahami oleh pembaca. Dan disertai juga dialog yang terasa alami dan diselingi pesan-pesan religi.
- Unsur Ekstrinsik
- Biografi
Dilihat dari biografi Sophie Aulia yang masih merupakan seorang pelajar, isi novel tidak terlalu berkaitan dengan pengalaman pribadinya. Mungkin saja, pengarang hanya mengambil sedikit gambaran kehidupan percintaan remaja pada umumnya.
- Latar Belakang Kehidupan Masyarakat
Novel Azzamine ini mempunyai keterkaitan dengan latar belakang kehidupan masyarakat Indonesia. Terutama pandangan positif terhadap lulusan pesantren seperti Azzam.
- Nilai Agama
Novel ini banyak memuat ajaran-ajaran Islam yang disampaikan dengan lembut dan mudah dipahami.
- Nilai Moral
Nilai moral yang dijelaskan dalam novel Azzamine yaitu mengajarkan kita untuk tidak berperilaku sombong. Hal tersebut terlihat dari perilaku Azzam yang selalu rendah hati, dia tidak sombong meskipun ilmu pengetahuan luas dan mempunyai ilmu keagamaan yang mumpuni.
- Psikologi Pengarang
Dilihat dari ceritanya penulis terlihat tenang dan santai. Ia mampu memunculkan banyak peristiwa yang sederhana tetapi menarik untuk diikuti kelanjutan ceritanya.
- Kelebihan dan Kekurangan
- Kelebihan
Kelebihan novel Azzamine yaitu penulis menggunakan diksi atau gaya bahasa yang ringan sehingga mudah untuk dipahami. Dengan alur cerita yang pas, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Hal tersebut tentu membuat pembaca tidak bosan saat membaca ceritanya, justru ingin terus membaca kelanjutan ceritanya.
Konflik yang ditampilkan dalam novel Azzamine juga tidak begitu berat sehingga membuat pembaca santai dan menikmati saat membaca novelnya. Selain kisah cinta, nilai religiusnya cukup kuat untuk memberikan banyak pelajaran positif. Pengarang mampu membangun karakter tokoh dengan sangat menarik. Sehingga, pembaca dapat mengambil hikmah dari karakter para tokohnya.
- Kekurangan
Terdapat pula sedikit bagian yang menjadi kekurangan novel Azzamine. Cerita dalam novel Azzamine mempunyai bagian-bagian yang dinilai kurang penting sehingga lebih baik tidak perlu diceritakan. Selain itu, novel Azzamine juga mempunyai tokoh sampingan yang sangat banyak dan perannya tidak penting. Sebenarnya, kisah yang diceritakan pengarang terasa monoton sehingga kurang memunculkan emosi pembaca. Meskipun begitu, tetapi kisah cerita dalam novelnya tetap mempunyi makna yang menarik.
- Sinopsis
Sinopsis novel Azzamine karya Shophie Aulia mengisahkan tentang kehidupan tokoh Raden Azzam Al-Baihaqi dan Haura Jasmine. Kedua tokoh tersebut ditemukan dalam sebuah perjodohan. Raden Azzam merupakan tokoh pria dalam novel yang diceritakan mempunyai karakter yang dekat dengan kata sempurna. Azzam merupakan lulusan Universitas Islam Al-Azhar dan lulusan pondok pesantren. Bahkan, tokoh Azzam adalah seorang hafidz Qur’an. Tidak hanya itu, ia juga fasih berbahasa Arab. Azzam adalah sosok laki-laki yang baik hati, penyabar, dan soleh sehingga mampu membuat orang yang dekat dengan dirinya menjadi kagum.
Hal menarik dalam novel muncul saat ia dipertemukan dengan seorang gadis yang mempunyai sikap dan karakter yang bertolak belakang dengannya. Gadis ini bernama Haura Jasmine, ia mempunyai karakter yang kurang sopan dan tomboy. Tentu saja, keduanya mempunyai sifat yang sangat kontras seperti langit dan bumi
Saat dijodohkan dengan tokoh Azzam, Jasmine merasa tidak siap dengan perjodohan tersebut. Haura Jasmine yang sedang menikmati kehidupannya yang tenang tiba-tiba hadirlah Raden Azzam Al-Baihaqi seperti angin yang tidak terduga, melalui perjodohan yang sudah diatur oleh kedua orang tua mereka. Jasmine juga merasa belum siap untuk menjalani pernikahan, apalagi dengan seseorang yang baru saja memasuki hidupnya. Hal tersebut membuat Jasmine meminta Azzam untuk mundur dengan alasan karena Jasmine merasa tidak pantas dan tidak sepadan dengan sosok Azzam. Itu menjadi salah satu alasan Jasmine untuk menjauhi Azzam, tetapi hal tersebut tidak membuat Azzam menjadi putus asa. Ia tetap berjuang untuk membuat Jasmine semakin luluh.
Sementara itu, Jasmine sebenarnya masih berhubungan dengan Deka, kekasih lamanya. Memang sebelum adanya perjodohan antara Azzam dan Jasmine, Jasmine sudah menjalin hubungan dengan Deka. Hal tersebut membuat Jasmine harus segera membuat keputusan untuk memilih Deka atau Azzam. Azzam adalah sosok pria yang sempurna atau Deka yang merupakan kekasih hatinya yang sudah lama ia kenal.
Apakah ia akan memilih Azzam, pria yang meneduhkan hatinya dengan kehadiran barunya? Ataukah ia akan tetap bersama Deka, cinta lamanya yang telah menemani dalam berbagai suka dan duka? Pilihan ini tidak mudah, karena setiap keputusan memiliki konsekuensi yang dalam.
NAMA: ZAHRA SALSABIL FAUZIAH
NIM : 2502020145