
Identitas buku
Judul buku : Rindu
ISBN : 978-6239554552
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT. Sabak Grip Nusantara Tahun terbit 2014
Edisi : Cetakan baru (2021) Tebal buku : 523 halaman
Novel Rindu merupakan buku ke-20 yang ditulis oleh Tere Liye. Buku ini diterbitkan pada bulan Oktober 2014, namun novel Rindu yang saya baca adalah edisi cetakan terbaru yang dipasarkan pada tahun 2021 oleh PT. Sabak Grip. Buku fiksi ini memiliki beberapa tema, yakni tentang cinta, kebencian, takdir, dan kemunafikan. Novel ini tidak kalah bagusnya dengan karya-karya Tere Liye sebelumnya. Dengan keahliannya, penulis mampu membuat pembaca ikut terhanyut ke dalam cerita novel Rindu.
Sinopsis
Novel Rindu merupakan buku yang mengisahkan perjalanan sebuah kapal uap Blitar Holland dari Makassar menuju Jeddah, kapal ini mengangkut para jemaah haji dari berbagai daerah dengan bermacam-macam latar belakang. Latar waktu yang digunakan dalam novel ialah tahun 1938,
yakni pada masa penjajahan Belanda. Kapal Blitar Holland-salah satu kapal kargo terbesar milik raksasa perusahaan logistik dan transportasi Belanda. Novel ini memiliki beberapa tokoh utama, para tokoh utama memiliki pertanyaan hidup yang belum terjawab. Dalam perjalanan religi ini, konflik yang dihadapi setiap tokoh pun berbeda-beda, namun kebanyakan konflik berkaitan dengan tekanan batin.
Seorang pemuda yang sejak lahir hidup dilaut, rela meninggalkan tempat yang ia sukai dan pekerjaan yang sudah lama ia tekuni, bahkan lebih memilih menjadi klasi kapal Blitar Holland. Tokoh lainnya dalam cerita ialah pedagang kaya raya asal Makassar yang memiliki dua putri lucu, istri sholehah dan kehidupan yang serba tercukupi, terlihat begitu sempurna. Namun, siapa sangka di dalam hatinya tersimpan dendam kepada orang yang harusnya dia kasihi. Pergulatan batin juga dirasakan oleh guru mengaji anak-anak dikapal, wanita keturunan china dengan kulit putih dan mata sipit seperti kebanyakan orang china, ternyata memiliki masa lalu yang kelam. Bayang-bayang tentang masa lalu kerap menghantuinya, tak jarang membuat dia merasa kecil hati dan rendah diri, tetapi sungguh beruntung, suaminya selalu menjadi teman dan garda terdepan untuk dirinya. Bahkan pertanyaan juga datang dari seorang ulama masyhur, sosok bijaksana yang menjadi panutan, seperti manusia pada umumnya, beliau juga punya sisi lemah dan tidak mampu.
Kelebihan
Novel Rindu memiliki banyak keunggulan, mulai dari pesan moral yang disampaikan penulis, keindahan bahasa yang digunakan, serta nilai religius yang terkandung dalam cerita. Novel ini juga memiliki alur yang menyentuh, plot twist tidak terduga, dan beberapa tokoh yang diambil dari kehidupan nyata memberi kesan hidup pada cerita. Disamping itu, novel Rindu juga mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang sabar, tabah, dan rela atas segala takdir, buku ini juga mengingatkan kepada kita agar menjadi orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain serta tidak menyimpan dendam. Tidak hanya euforia senang ketika membaca, novel ini juga memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan dan keimanan. Penulis mengajak para pembaca untuk merenungkan hidup dan hubungan antara Tuhan dengan manusia.
Kekurangan
Terlepas dengan semua kelebihan yang dimiliki, novel ini juga memiliki kekurangan. Seperti dalam beberapa adegan berangkatnya kapal Blitar Holland dari pelabuhan, suasana yang digambarkan disetiap pemberangkatan terasa sama dan begitu- begitu saja, sehingga terasa monoton dan membosankan.
Dari segi gaya bahasa, Tere Liye terkenal memiliki gaya bahasa yang indah dan puitis, akan tetapi didalam novel Rindu ini terdapat beberapa dialog yang menggunakan bahasa Belanda tanpa diberi terjemah. Selain dalam segi bahasa, konflik yang terjadi dalam cerita juga lebih banyak membahas tentang peperangan batin, adegan-adegan menegangkan jarang dimunculkan.
Kesimpulan
Novel Rindu merupakan karya Tere Liye, menceritakan perjalanan para calon jamaah haji di tahun 1938. Dalam perjalanan tersebut, mereka mendapat banyak pelajaran hidup dan cara bersyukur. Perjalanan ini terasa sangat berkesan dan mempunyai makna tersendiri bagi masing-masing tokoh. Pertanyaan demi pertanyaan para tokoh juga terjawab dalam perjalanan ini.
Kelebihan novel terdapat pada keberhasilan penulis membuat pembaca merasa puas karena plot twist yang tidak mudah ditebak dan sangat mengejutkan. Beberapa tokoh novel yang diambil dari kehidupan nyata membuat cerita terasa semakin hidup. Pesan moral yang terkandung dalam cerita pun begitu menyentuh dan memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan bagi pembaca.
Di samping itu novel Rindu juga memiliki beberapa kekurangan. Alur cerita yang membosankan pada bagian tertentu, konflik yang kurang menegangkan dan penggunaan bahasa Belanda tanpa terjemah menjadi poin yang perlu digaris bawahi.
Meski begitu, novel Rindu tetap menjadi sebuah karya yang mengesankan. Bukan hanya hiburan, tetapi juga pelajaran hidup bisa didapatkan dari novel ini, kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan, serta rasa rindu kepada Tuhan.
Nama : Anggun Khaulida Rahma
NIM 2502020047
Rombel 2