Tesis/Penyataan Pendapat
Anime merupakan sebutan dari seri animasi, atau sering kali juga berupa film, yang berasal dari Jepang. Anime memiliki berbagai macam genre, mulai dari aksi, romansa, komedi hingga genre yang unik seperti fiksi ilmiah dan mecha. Animasi ini mengadaptasi dari manga, sebutan komik atau cerita bergambar di negara Jepang, maupun light novel, novel yang disisipi ilustrasi. Salah satu contoh Anime yang popular dikalangan remaja saat ini adalaah Sousou no Frieren yang memuat tentang perjalanan seorang elf. Pembicaraan tentang anime saat ini kerap kali ditemukan pada remaja, umumnya pada siswa di jenjang SMA hingga jenjang perkuliahan atau mahasiswa. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) rentang usia remaja antara 10-19 tahun. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa remaja dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu; remaja awal (12-15 tahun), remaja pertengahan (15-18 tahun), dan remaja akhir (18-21 tahun). Karakter-karakter yang diceritakan dalam anime sering kali dilebih-lebihkan, bahkan terkesan tidak realistis. Dalam penyajiannya, tidak semua anime cocok untuk ditonton oleh usia-usia tertentu karena mengandung unsur kekerasan bahkan ketelanjangan.
Argumentasi
Namun, dibalik kekhawatiran terhadap hal negatif tersebut, banyak hal positif yang dapat dipetik dari menonton anime. Banyak karakter anime yang memiliki watak ceria, penyayang, rajin, kuat dan pantang menyerah. Banyak dari remaja yang mengidolakan sosok dengan citra baik seperti mereka. Bahkan, banyak dari remaja tersebut menjadikan sebuah karakter sebagai pandangan dan tuntunan hidup mereka. Salah satu contoh yang telah disebutkan di awal adalah tokoh “Himmel” seorang pahlawan dari Sousou no Frieren. Dimana karakter Himmel ini diceritakan gemar membantu warga dalam hal apapun meski hal tersebut terkesan sepele. Frasa “karena pahlawan Himmel akan melakukan hal yang sama” lantas populer di kalangan remaja setelah seorang pria di Taiwan berhasil menggagalkan sebuah aksi penusukan. Kemudian setelah kepopulerannya, hal ini dijadikan motivasi oleh para remaja untuk mengerjakan tugas, menyerukan aksi bahkan untuk hal-hal yang kecil seperti melakukan pekerjaan rumah.
Dalam beberapa kasus, menonton anime juga dapat menambah motivasi belajar pada remaja, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Hal ini disebabkan oleh sifat pantang menyerah dan bekerja keras yang dimiliki oleh banyak karakter anime. Karakter yang sering kali menjadi inspirasi dalam hal ini adalah “Hinata Shoyo” dalam anime Haikyuu!!. Hinata yang memiliki postur tubuh kecil selalu bermimpi menjadi pemain voli yang bertanding pada kancah nasional, meskipun dia tidak dengan mudah mendapatkan hasil yang diinginkan pada saat latihan, Hinata tidak pernah menyerah. Banyak pula para remaja yang terinspirasi untuk melakukan sebuah kegiatan dikarenakan menonton anime. Contohnya penonton anime Haikyuu!! akan cenderung untuk menggemari voli bahkan terinspirasi menjadi pemain voli. Para remaja penonton anime juga memiliki kecenderungan untuk memiliki jiwa kreatif. Banyak dari para penggemar remaja yang lihai dalam menggambar dengan gaya seperti ilustrasi anime maupun menulis.
Pernyataan Ulang
Anime dapat memberikan pengaruh positif bagi remaja. Pengaruh positif tersebut dapat dicerminkan dalam sifat mereka yang ceria, penyanyang, rajin, kuat dan pantang menyerah maupun melakukan kegiatan-kegiatan yang memiliki pengaruh positif seperti melakukan hobi yang bermanfaat, tolong-menolong, dan kepedulian sosial. Begitu juga remaja yang menggemari anime sangat lihai dalam membuat ilustrasi maupun hal kreatif lain seperti menulis.
Daftar Pustaka
Isroani, dkk. (2023). Psikologi Perkembangan. Penerbit Mitra Cendekia Media. Diakses dari
Muhamad Rizqi Seputro, Desy Safitri, & Sujarwo. (2025). Dampak Menonton Anime
terhadap Tingkat Motivasi Siswa SMP. JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan,
3(2), 116–132. https://doi.org/10.61404/jimad.v3i2.399
Heny Antono, Sapto Irawan, Y. Windrawanto. (2022). Dampak Positif Otaku Anime Terhadap
Perilaku Mahasiswa. Diakses dari https://doi.org/10.24176/jkg.v8i1.8019
Keng, dkk. (2021) Pengaruh Anime Terhadap Sikap Positif Remaja. 39-42. Pusat Pengajian
Citra Universiti (Citra UKM), University of Malaysia. Diakses dari researchgate.net
Ayyub, Yuliani., Florencia I.The Influence of Anime (Japanese cartoons) on violent behavior
in teenagers: Pengaruh Anime (kartun Jepang) Terhadap Perilaku Kekarasan Pada
Remaja. (2024). Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis, 17(2), 67-
76. https://doi.org/10.51903/pixel.v17i2.2107
Aisyah Nur Faiza (2502020024)