Kesehatan mental saat ini menjadi topik yang ramai dibincangkan oleh khalayak ramai. Pada pertengahan abad ke-20 kajian mengenai kesehatan mental sudah jauh berkembang dan maju dengan pesat sejalan dengan kemajuan ilmu dan teknologi modern (Ramayulis 2002). Hal tersebut menjadi fokus tersendiri bagi beberapa orang. Menjaga kesehatan fisik penting bagi perkembangan remaja namun, kesehatan mental juga sangat penting bagi perkembangan dan tumbuh kembang remaja serta menjadi peranan penting dalam menentuan kualitas hidup.
Belakangan ini masalah kesehatan mental di kalangan remaja semakin meningkat. Survei yang dilakukan oleh I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) tahun 2022 menunjukkan sebanyak 15.5 juta atau sekitar 34.9% remaja mengalami masalah kesehatan mental. Kemudian, data dari WHO juga menunjukkan 1 di antara 7 anak berusia 10-19 tahun mengalami masalah kesehatan mental. Di balik persentase anak remaja yang memiliki masalah kesehatan mental, banyak orang tua yang tidak mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh sang anak.
Mudah tersinggung, marah, pola tidur yang buruk, penurunan prestasi akademik, hal tersebut adalah ciri-ciri yang mudah dilihat pada anak yang memiliki masalah kesehatan mental. Perubahan secara emosional dan sikap seorang remaja perlu adanya pendampingan dari orang tua ataupun orang terdekat. Tanpa adanya pendampingan maka permasalahan mental tersebut tak akan terselesaikan.
Mungkin beberapa diantara kalian merasakan perubahan sikap dan perilaku yang merujuk pada permasalahan kesehatan mental, maka sebelum kalian “self diagnosis” berikut adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan mental bagi remaja:
- Traveling
Berpergian ke tempat yang menyenangkan dapat melupakan sejenak tugas-tugas atau permasalahan hidup yang terjadi dalam diri kalian, sehingga pikiran dapat kembali jernih.
- Berolahraga
Menjaga kesehatan fisik juga dapat mempengaruhi kesehatan mental, perasaan lebih rileks dan nyaman.
- Melakukan aktivitas yang disukai
Berkebun, bermain dengan hewan peliharaan, memasak, atau hal yang disukai lainnya dapat mengalihkan pikiran negatif dan membantu mencintai alam serta diri sendiri.
- Mencatat kegiatan sehari-hari
Dengan mencatat kegiatan yang telah dilakukan ataupun perasaan yang dialami dapat meningkatkan fokus terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan menjadi bahan refleksi diri sendiri.
- Terbuka dalam komunikasi
Dengan bercerita ke orang yang dipercaya mengenai apa yang dirasakan dan dipikirkan dapat mengurangi tingkat stress yang dialami dan membuat perasaan menjadi lebih baik.
Dengan melakukan hal-hal tersebut dapat membantu seorang remaja dalam menjaga kesehatan mentalnya dan meningkatkan kebahagiaan.
Masa remaja adalah periode peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Namun, jika ada perubahan sikap dan perilaku dari seorang remaja yang terlihat berbeda serta berlangsung terus menerus perlu ada tindakan khusus bagi remaja tersebut dan tidak dapat diabaikan. Dukungan dari orang tua dan orang terdekat sangat dibutuhkan.
Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang kompleks, menjadikan emosi remaja yang tak stabil saat bersosialisasi dengan masyarakat. Kesehatan mental sangat penting bagi remaja karena membantu remaja lebih tangguh, produktif, dan mampu menikmati hidup dengan lebih baik dan seimbang. Dengan merawat kesehatan mental berarti juga merawat masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Fakhriyani, D. (2019). Kesehatan mental. Duta Media.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, 28 November). Pentingnya kesehatan mental bagi remaja dan cara menghadapinya.
Nama : Fransisca Eundrea Putri
NIM : 2502020150
Program studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Mata kuliah : Dasar-dasar Sintaksis
Dosen pengampu : Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd.