Sekilas tentang  Taman Mini Indonesia Indah

Oleh Rafael Agustinus Dongoran

TMII ini merupakan tempat wisata pertama di Indonesia yang bertemakan budaya. Taman ini dibangun di atas lahan seluas 150 hektar dan terletak di Jakarta Timur. Berbeda dengan tempat wisata lainnya, di TMII disajikan berbagai kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Taman yang dibangun pada era Presiden Soeharto ini menjadi salah satu wisata kebudayaan terlengkap di Indonesia.

Pembangunan TMII dimulai pada tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975 oleh Soeharto. Sejak awal, TMII dirancang sebagai miniatur Indonesia yang menampilkan rumah adat, pakaian tradisional, serta berbagai aspek kehidupan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Konsep ini menjadikan TMII sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat.

Wahana utama yang pertama di TMII tentu saja anjungan daerah. Anjungan daerah ini merupakan wahana yang menampilkan seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia. Kebudayaan dari seluruh provinsi di Indonesia disajikan dalam anjungan daerah ini. Di sini kamu bisa melihat miniatur Kepulauan Indonesia dan melihat bangunan adat di setiap provinsi yang ada di Indonesia. Selain itu, di setiap anjungan daerah ini juga terdapat busana dan berbagai artefak yang menjadi ciri khas setiap daerah tersebut.

 Dikutip dari situs resmi TMII, Taman Mini adalah rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.

TMII memiliki logo yang terdiri atas huruf TMII, singkatan dari “Taman Mini Indonesia Indah”. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini “Indonesia Indah” diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1991.

Ikon yang paling terkenal dari TMII adalah danau besar yang di tengahnya terdapat miniatur kepulauan Indonesia. Danau ini disebut sebagai Danau Archipelego, yang menggambarkan peta Indonesia secara keseluruhan. Dari atas, pengunjung bisa melihat bentuk pulau-pulau Indonesia dengan jelas, terutama jika menaiki kereta gantung yang tersedia di kawasan TMII.

Di Taman Mini Indonesia Indah juga terdapat miniatur atau tiruan bangunan keagamaan yang ada di Indonesia. Wahana ini menggambarkan bahwa keberagaman agama yang ada di Indonesia menjadi salah satu hal yang bisa mempersatukan Indonesia. Ada beberapa bangunan keagamaan yang ada di TMII, antara lain Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Santa Catharina, Gereja Haleluya, Pura Karthabumi, Kuil Kong Miao, Wihara Arya Dwipa, dan masih banyak lagi. 

TMII juga sering menjadi tempat penyelenggaraan berbagai acara budaya dan festival. Pertunjukan tari tradisional, musik daerah, hingga pameran budaya sering diadakan untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi muda maupun wisatawan mancanegara.

TMII menyediakan wahana berupa museum yang bisa menambah pengetahuan kamu mengenai sejarah di Indonesia. Perlu kamu ketahui bahwa di TMII ada sekitar 16 museum yang tersebar di beberapa kompleks. Museum-museum yang ada di TMII ini menyimpan berbagai jenis koleksi yang sangat berharga. Misalnya saja Museum Asmat yang menyimpan berbagai benda bersejarah dari suku Asmat Papua.

Setelah melepas kepemilikan TMII dari Keluarga Cendana, Pemerintah Indonesia kemudian mengambil alih pengelolaan TMII agar menjadi aset negara yang lebih terbuka dan dikelola secara profesional. Sekarang, TMII dikelola oleh BUMN pariwisata, yaitu PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWC). Seiring perkembangan zaman, TMII mengalami berbagai renovasi dan pembaruan fasilitas. Pemerintah Indonesia melakukan revitalisasi untuk menjadikan TMII lebih modern, ramah lingkungan, dan nyaman bagi pengunjung. Hal ini bertujuan agar TMII tetap relevan sebagai destinasi wisata di era digital.

Akses ke TMII saat ini wajib melalui pembelian tiket online di tamanmini.com. Pengunjung disarankan menggunakan transportasi umum seperti LRT Jabodebek dan turun di Stasiun TMII, lalu lanjut dengan shuttle gratis. Kendaraan pribadi diparkir di gedung parkir khusus dan di sekitarnya menggunakan angkutan listrik.(*)