Di Balik Kemunculan Api Abadi Mrapen

Di daerah saya, Kabupaten Grobogan, tepatnya Kecamatan Godong, ada sebuah tempat wisata yang sangat terkenal dan memiliki sejarah panjang. Tempat wisata tersebut adalah Api Abadi Mrapen, yang ada di Desa Manggarmas. Wisata tersebut memiliki api yang terus menyala tanpa padam hingga saat ini. Kisah di balik munculnya api ini berkaitan dengan salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di Jawa, yaitu Sunan Kalijaga.

Pada saat saya masih di bangku SMA, yaitu SMAN 1 Godong yang berada kurang lebih 350 meter dari wisata Api Abadi Mrapen, saya pernah mengunjungi wisata tersebut. Kunjungan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk melaksanakan latihan rutin ekstrakurikuler. Pada saat pelaksanaan latihan pada sore hari, tepatnya istirahat selesai latihan, saya bertemu dengan salah satu warga Manggarmas yang bekerja di lingkungan tersebut sebagai penjual makanan. Saat saya dan teman saya mulai duduk santai di warung warga tersebut, kami mencoba bertanya mengenai Api Abadi Mrapen itu.

“Bu, bolehkah saya bertanya mengenai sesuatu yang membuat saya penasaran?” tanya saya dengan rasa ingin tahu.

“Katanya, munculnya api itu memiliki sejarah yang panjang pada zaman dulu? Apakah benar begitu, Bu?” tambah teman saya, ikut bertanya.

Dia tersenyum mendengar pernyataan kami. Dengan santai dan mengingat-ingat cerita yang turun-menurun, dia mulai menceritakan kisahnya.

“Wah kalian penasaran dengan kisah yang diyakini masyarakat sekitar ini?” dia menjawab sambil sedikit tertawa, karena mungkin dia berpikir agak lucu ternyata masih banyak warga sekitar yang belum tahu kisah di balik Api Abadi Mrapen.

Setelah itu, dia mulai menceritakan kisah di balik munculnya api abadi tersebut dengan pelan dan penuh makna.

“Konon, ini berkaitan dengan Sunan Kalijaga. Dulu, beliau sedang perjalanan kembali menuju  ke Demak dari Kerajaan Majapahit. Di perjalanan itu, beliau melewati tempat ini, Mrapen. Bahkan, beliau dan rombongannya pernah beristirahat di sini saat sedang kelelahan, kelaparan, dan tidak membawa bekal yang cukup. Apalagi pada saat itu beliau dan rombongannya tidak membawa alat atau benda untuk membuat api.”

Kami menyimak cerita tersebut dengan penuh rasa ingin tahu.

“Karena tidak adanya bekal dalam pembuatan api tersebut, Sunan Kalijaga pun berdoa kepada Allah. Lalu, beliau menancapkanlah tongkatnya di tempat itu…. Dan dari tancapan tongkat tersebut, keluarlah api. Api tersebut sekarang dikenal sebagai Api Abadi Mrapen, karena tidak pernah padam meskipun hujan sekalipun.”

Dia juga menceritakan, bahwa selain di situ, Sunan Kalijaga juga pernah menancapkan tongkat tidak jauh dari api tersebut

“Beberapa meter dari sini, beliau juga menancapkan tongkatnya sampai keluar air untuk minum. Air tersebut yang keluar sekarang, disebut sendang.”

Penjelasan darinya memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kepercayaan masyarakat tentang keajaiban yang terjadi di Mrapen. Selain itu, dari kisah Sunan Kalijaga yang menancapkan tongkat sehingga memunculkan api dan air, mengandung pesan bahwa seseorang harus berdoa, ikhlas, dan penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Saya dan teman saling takjub mendengar cerita tersebut. Ternyata wisata yang dekat dengan SMA kami mempunyai kisah yang panjang.

“Wah, terima kasih ya Bu, telah menceritakan kisah tersebut. Bisa untuk menambah pengetahuan kami,” kata kami sambil tersenyum.

Sepulang dari tempat tersebut, saya dan teman-teman saling menceritakan kisah tersebut saat keluar dari area objek wisata. Jadi, semua saling mengetahui bahwa wisata yang di dekat SMA itu ternyata memiliki kisah yang panjang.

Cerita ini memberikan pemahaman pada kita, bahwa objek wisata yang selama ini kita anggap biasa, sebenarnya menyimpan sejarah yang luar biasa. Api Abadi Mrapen bukan hanya sebagai objek wisata, melainkan sebuah simbol sejarah, spiritual, dan budaya lokal.(*)

Oleh Alwi Ashab Annasih