Kemacetan  menjelang Buka Puasa di Sekitar UNNES Meningkat

A group of people on scooters in a street

Description automatically generated

Foto: Rizki Naufal Fatimah

Semarang – Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan sekitar Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Jalan Taman Siswa, Sekaran, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, kerap dipadati kendaraan yang menyebabkan kemaceta. Fenomena ini terjadi hampir setiap hari selama bulan Ramadan dan menjadi perhatian, baik bagi mahasiswa maupun para pedagang di sekitar kampus.

Kemacetan umumnya terjadi sekitar pukul 17.00 WIB hingga menjelang azan Magrib. Mahasiswa yang keluar untuk mencari takjil dan warga sekitar yang turut berburu makanan berbuka menjadi salah satu pemicu meningkatnya volume kendaraan dalam waktu bersamaan.

Salah satu pedagang takjil, Nadira Aulia, yang berjualan di sekitar UNNES mengungkapkan bahwa kepadatan kendaraan bukan disebabkan oleh mereka. “Faktor macet itu bukan karena penjual, tapi karena orang-orang keluar cari takjilnya barengan. Jalan juga sempit, ditambah ada mobil keluar gang atau motor nyebrang bikin keputus. Pokoknya karena keluar bareng-bareng,” ujar Nadira.

Ia juga menambahkan bahwa penjualan justru meningkat saat waktu berbuka makin dekat. Menurutnya, salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan adalah menyarankan mahasiswa dengan jarak dekat untuk berjalan kaki. “Kalau solusi perlebar jalan susah, karena udah mepet,” tambahnya.

Senada dengan itu, pedagang lain, Keisha Anindya Rahmani, menyebut bahwa kemacetan memang tak terelakkan karena aktivitas mahasiswa yang meningkat di jam-jam tersebut. “Jam menjelang Magrib itu padat banget. Banyak mahasiswa keluar cari takjil, motor parkir sembarangan, truk dan mobil juga parkir di pinggir jalan. Itu bikin tambah macet,” jelasnya.

Menurut Keisha, selain jalan yang sempit, kemacetan juga dipicu oleh antrian pembeli dan parkir yang tidak tertib. Ia berharap mahasiswa bisa lebih sadar dan tidak parkir sembarangan. “Kalau bisa, mahasiswa jalan kaki aja kalau deket. Parkir juga harus tertib, jangan sembarangan.”

Dari sisi pengguna jalan, seorang mahasiswa UNNES, Marsela Filaili mengakui bahwa kemacetan saat Ramadan jauh lebih parah dibanding hari biasa. “Kalau hari biasa macet masih bisa ditoleransi. Tapi kalau bulan Puasa, apalagi menjelang buka, itu beneran nggak bisa gerak. Bisa 10–20 menit macet, terutama di sekitar Jalan Taman Siswa, dekat FMIPA,” kata Marsela.

Marsela juga menyoroti pertambahan jumlah mahasiswa tiap tahun sebagai salah satu penyebab lonjakan kendaraan. “Tahun lalu aja UNNES nerima 11.000 mahasiswa. Jumlah segitu keluar barengan ya macet total,” ujarnya.

Sebagai solusi, Marsela menyarankan penggunaan jalan pintas serta lebih sering berjalan kaki jika memungkinkan.

Kemacetan menjelang buka puasa di kawasan UNNES menjadi tantangan tahunan yang perlu disikapi bersama. Kesadaran pengguna jalan, pengaturan parkir yang tertib, dan pengelolaan arus lalu lintas yang baik menjadi kunci utama dalam mengatasi kepadatan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.(*)

Oleh Rizki Naufal Fatimah