
Semarang, 13 Juli 2025– Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang tergabung dalam Program Pengalaman Lapangan (Lantip) 5 menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui karya nyata. Salah satu wujud nyata tersebut adalah penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia yang berfokus pada peningkatan keterampilan membaca pemahaman peserta didik tingkat SMP.
Pembuatan modul ajar ini lahir dari hasil pengamatan mahasiswa selama melaksanakan praktik di sekolah mitra. Mereka menemukan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan secara mendalam. Dari situlah muncul gagasan untuk menyusun modul ajar yang lebih sistematis, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Modul ajar ini menggunakan pendekatan mendalam (deep learning), dimana siswa tidak hanya diminta membaca teks secara permukaan, tetapi juga dilatih untuk menganalisis, menghubungkan, dan mengevaluasi isi bacaan. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif sehingga pemahaman mereka terhadap teks menjadi lebih komprehensif.
Modul yang dikembangkan mahasiswa Lantip 5 ini memuat materi teks puisi rakyat yang dipadukan dengan aktivitas pembelajaran yang variatif, salah satunya penggunaan media kupon soal. Tidak hanya sekadar membaca, siswa juga diarahkan untuk menganalisis, menyimpulkan, dan mengaitkan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, proses pembelajaran membaca menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Salah seorang mahasiswa Lantip 5 mengungkapkan bahwa tujuan utama penyusunan modul ini adalah memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik. “Kami ingin siswa merasa bahwa membaca bukan sekadar tugas sekolah, melainkan juga kegiatan yang bisa membuka wawasan dan melatih cara berpikir. Modul ini kami susun agar siswa lebih aktif, kritis, sekaligus termotivasi untuk terus belajar,” jelasnya.
Respon positif datang dari guru pamong dan pihak sekolah. Menurut mereka, modul ajar tersebut selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran aktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Kehadiran modul ini juga dianggap mampu membantu guru dalam menyediakan bahan ajar yang praktis sekaligus inovatif.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan praktik, karya mahasiswa Unnes Lantip 5 ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkaya strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Mereka menegaskan bahwa modul ajar ini terbuka untuk terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Melalui inovasi ini, mahasiswa Unnes Lantip 5 tidak hanya belajar menjadi calon pendidik yang profesional, tetapi juga berusaha memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan. Harapannya, modul ajar Bahasa Indonesia ini mampu menjadi salah satu alternatif pembelajaran efektif dalam mengasah kemampuan membaca pemahaman siswa di era pendidikan yang terus berkembang.