Suku Baduy adalah masyarakat adat dan sub-etnis dari suku Sunda di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. Suku yang saat ini diperkirakan berjumlah 26.000 orang ini terdiri dari dua kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar.
Baduy Dalam adalah sekelompok orang Baduy yang menutup diri dari dunia luar dan merasa tabu untuk sekedar di dokumentasikan. Sedangkan Baduy Luar adalah keterbalikannya yaitu lebih terbuka terhadap modernisasi dan berada di luar Baduy Dalam. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif berupa studi literatur, observasi dan wawancara, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Baduy memiliki kearifan lokal di bidang pemeliharaan lingkungan (ekologi).
Landasan mereka dalam melestarikan lingkungan alam mereka adalah kepercayaan dan penghormatan mereka terhadap roh roh leluhur. Ajaran ini mereka turunkan dari generasi ke generasi. Bentuk penghormatan terhadap roh leluhurnya diwujudkan dalam bentuk sikap menjaga dan melestarikan alam seperti gunung, bukit, lembah, hutan, taman, mata air, dan segala ekosistem lainnya. Mereka merawat dan memelihara hutan sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan keseimbangan di alam semesta.
Pada dasarnya, suku Baduy mematuhi adat istiadat mereka, tidak boleh dikurangi dan tidak boleh ditambahkan. Dari prinsip ini lahirlah kesadaran ekologis di kalangan masyarakat Baduy. Selain penelitian kualitatif, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan penelitian kuantitatif dalam rangka mendapatkan Gambaran yang lebih komprehensif tentang kearifan lokal ekologis suku Baduy.
Kehidupan suku Baduy masih sangat tergantung pada alam dan senantiasa menjaga keseimbangan alam. Kearifan lokal masyarakat Baduy dalam mengelola sumber daya alam antara lain terlihat dari aturan pembagian wilayah menjadi 3 zona pemukiman, zona tegalan dan tanah Garapan, dan zona hutan tua. Hubungan antar aspek kehidupan masyarakat Baduy di Kenekes memiliki integrasi yang sinergis dalam menciptakan kehidupan yang berkelanjutan.
Pandangan masyarakat Baduy yang relatif sama terhadap hubungan antara kehidupan sosial budaya,ekonomi, serta pengelolaan lingkungan. Adat istiadat sebagai bagian dari kearifan lokal masih dipegang dengan sangat kukuh oleh masyarakat Baduy, dan adat istiadat tersebut telah menjadi benteng diri bagi masyarakat Baduy dalam menghadapi modernisasi, termasuk dalam hal melestarikan lingkungannya.
Bentuk perilaku pelestarian lingkungan dan konservasi yang dilakukan oleh masyarakat Baduy, antara lain meliputi: (1) sistem pertanian, (2) sistem pengetahuan, (3) sistem teknologi, dan (4) praktik konservasi. Kesemuanya itu dilakukan dengan mendasar- kan pada ketentuan adat dan pikukuh yang telah tertanam dalam jiwa dan dilakukan dengan penuh kesadaran oleh seluruh anggota masyarakat Baduy.(*)
Oleh Naura Putri Fitricia