Scroll Medsos saat Nugas: Hiburan atau Hambatan?

Gen Z! Jujur, siapa di antara kalian yang tidak kenal dengan istilah media sosial? Mulai dari TikTok yang penuh dengan dance dan informasi cepat, Instagram yang penuh dengan postingan estetik dari berbagai kalangan, hingga X yang tak pernah habis membahas isu hangat dunia ini.  Sepertinya, mustahil bagi kalian jika tidak bersentuhan dengan platform-platform ini. Menurut Chris Brogan, media sosial adalah suatu perangkat alat komunikasi yang memuat berbagai kemungkinan untuk terciptanya bentuk interaksi gaya baru. Di dalam Media sosial, biasanya penggunanya akan berbagi kabar lewat chat, memposting foto/video, atau mungkin sekedar melihat dan memantau kabar dari idola mereka ataupun kabar yang viral sekarang ini.

Di Indonesia, keterikatan kita pada media sosial merupakan sebuah realita. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa pada awal 2024 jumlah pengguna internet di Indonesia menembus angka 221 juta jiwa, dengan tingkat penetrasi mencapai 79,5 persen. Siapa yang mendominasi angka-angka ini? Tentu saja, Gen Z! Dan Instagram berhasil menjadi platform favorit kalian karena hampir siapa pun pasti memilikinya, mau mencari siapa, pasti mudah ditemukan, bahkan untuk memantau kehidupan artis. Namun, di tengah keseruan tanpa batas itu, ada satu kenyataan yang pasti dialami oleh setiap pelajar dan mahasiswa, yaitu “nugas” (mengerjakan tugas). Lalu, ada apa antara ‘nugas’ dan scroll medsos?

Kalian pasti tahu rasanya duduk di hadapan laptop/buku. Mencoba fokus mengejar deadline, tangan sudah siap menulis, tapi otak meminta jeda, dan tiba-tiba, “ting!” Mata menangkap notifikasi muncul. Satu notifikasi seakan memiliki daya tarik yang menghentikan konsentrasi kita? Tak hanya itu, di tengah keseriusan belajar, terkadang kita membuka ponsel dengan niat mencari referensi/penjelasan tentang materi yang dipelajari. Namun, di tengah pencarian serius itu, jari tangan seolah memiliki pikiran sendiri dan tak sengaja beralih ke aplikasi media sosial yang ada di home screen.

Ini adalah momen yang sering terjadi. Sebuah niat yang awalnya hanya “jeda 5 menit” berubah menjadi “5 jam tenggelam dalam lautan konten.” Seakan ada hipnotis yang membuat jari terus menggulir hingga lupa ada tumpukan tugas yang menanti diselesaikan.

Jadi, Scroll medsos saat nugas itu, hambatan atau hiburan?

Sebagian ahli berpendapat bahwa scrolling sejenak bisa menjadi hiburan yang diperlukan. Pendapat ini meyakini bahwa jeda singkat untuk mengakses media sosial dapat berfungsi sebagai mini-break atau refreshing otak dari kebosanan dan tekanan tugas. Sistem otak melepaskan dopamin sebagai bagian dari penghargaan ketika melihat konten yang disukai. Dengan demikian, hal ini dimaksudkan dapat mengembalikan energi sebelum kembali bergulat dengan tugas yang menumpuk. Media sosial juga dapat menjadi teman untuk diskusi dan sumber tanya jawab pembelajaran.

Namun, pendapat tersebut sering  tidak sejalan dengan kenyataan  yang terjadi di kalangan Gen Z. Mayoritas pengalaman menunjukkan bahwa scrolling saat nugas justru menjadi hambatan besar. 

Pada akhirnya, bagi mayoritas Gen Z, satu sentuhan dengan niat “mencari materi” atau “hiburan sejenak” terbukti menjadi “hambatan” bagi produktivitas dan kualitas tidur. Waktu harusnya digunakan untuk belajar justru habis untuk scrolling serta memungkinkan berdampak banyak bagi prestasi akademik dan kesehatan. Sebagai Gen Z yang cerdas, kita tidak harus menghapus media sosial, tetapi harus bisa mengendalikannya:

  1. Tetapkan Batasan Waktu Jelas: Gunakan teknik Pomodoro (25 menit fokus, 5 menit istirahat), pastikan “5 menit istirahat” benar-benar 5 menit.
  2. Bebas Notifikasi: Gunakan fitur Focus Mode atau fitur Don’t Disturb di ponsel agar terhindar dari gangguan notifikasi.
  3. Pilih Reward yang Sehat: Jangan jadikan media sosial sebagai jeda pilihan untuk istirahat. Ganti dengan peregangan fisik, minum air, makan, atau menatap jauh ke luar jendela.
  4. Fokus pada Tujuan: Ingat tujuan mengapa kita membuka aplikasi tersebut, fokus pada pengerjaan tugas.

Media sosial bagaikan pisau bermata dua yang bisa menjadi alat pembelajaran kolaboratif yang canggih, tetapi juga bisa menjadi distraksi yang tak terkendali waktu. Bagi kalian para pelajar dan mahasiswa, tugas utamanya adalah belajar dan berkarya. Jangan biarkan layar ponsel menjadi tirai yang menutupi masa depan keberhasilan akademik. Ingatlah, scroll medsos saat nugas bukanlah hiburan, melainkan penghambat produktivitas. Kita harus bisa mengendalikan scrolling. Jadilah Gen Z yang cerdas, produktif, dan mampu mengelola waktu dengan bijak.(*)

Oleh Syifa Eka Adellia