Dalam beberapa tahun terakhir, banyak informasi mengenai pinjaman online yang marak diperbincangkan. Pada awalnya, pinjaman online diberikan untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan primer, seperti, biaya makan, modal usaha kecil, dan lain- lain, namun, ada hal baru yang menjadi kebiasaan saat ini, yaitu pinjaman online yang digunakan oleh mahasiswa untuk membayar biaya kuliah. Untuk beberapa mahasiswa, hal ini merupakan salah satu solusi mudah yang bisa diandalkan untuk menunjang pembiayaan yang di mana biaya kuliah saat ini cukup mahal.
Menurut saya, penggunaan pinjaman online untuk kuliah bukan hanya tentang uang. Lebih jauh dari itu, pinjaman online untuk biaya kuliah bisa menyentuh isu keadilan pendidikan, kesejahteraan generasi muda, dan bergantungnya kehidupan atas hal yang instan. Pendidikan seharusnya terjamin hak nya oleh negara, namun, realitas yang ada di lapangan masih memperlihatkan bahwa banyak mahasiswa yang masih kesulitan dalam biaya kuliah, terutama kesulitan dalam membayar uang kuliah tunggal (UKT).
Pinjaman online menjadi cara cepat untuk menyelesaikan permasalahan biaya. Dalam jangka pendek, mahasiswa akan terbantu dengan hal ini. Namun, hal ini sama seperti “obat pereda nyeri” yang hanya meredakan bukan menyembuhkan. Biaya akan sama terus menerus selama perkuliahan berlangsung dan di sisi lain para mahasiswa masih terus menanggung utang lama dan baru yang akan terus membebani.
Bukan sekadar alasan biasa bahwasanya saya menolak argumen terkait pinjaman online yang dilakukan oleh mahasiswa. Namun, ada alasan yang lebih mendalam terkait hal ini, yakni bisa berpengaruh terhadap kondisi psikologis. Dampak yang di timbulkan dari hal tersebut tidak bisa diremehkan, sebab dapat menganggu masa depan mahasiswa tersebut. Jika kondisi psikologis seorang mahasiswa sudah mulai terganggu akibat hal ini, maka prestasi akademik maupun non-akademik yang dimiliki akan ikut menurun dan terganggu. Semua ini hanya akan membuat mahasiswa mengalami berbagai hal, seperti, stress, depresi, dan bahkan memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
Pada akhirnya, hal ini merupakan sebuah cerminan dari masalah yang ternyata jauh lebih besar. Menurut saya, pinjaman online bukanlah solusi, tetapi pemikiran jangka pendek yang berujung menjadi sekadar ilusi. Pendidikan merupakan sebuah investasi untuk jangka yang sangat panjang. Solusi dari permasalahan ini yaitu meningkatkan mutu hak pendidikan yang harus dijamin oleh negara. Maka dari itu, hal yang paling utama dari semua ini yaitu dengan meningkatkan hak pendidikan yang difasilitasi oleh negara demi tercapainya tujuan peningkatan generasi bangsa yang baik.
DENNIS ARDIANSYAH