Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) Berikan Penyuluhan melalui Buku Panduan Pembuatan Sabun Cuci Tangan “Lavela” di Desa Ngropoh, Temanggung

Temanggung, 20 Oktober 2025 – Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat di Desa Ngropoh, Kabupaten Temanggung, pada Senin (20/10/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Tangan Bersih, Hidup Sehat” ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cuci tangan pakai sabun sekaligus memberdayakan warga melalui pelatihan pembuatan sabun cuci tangan ramah lingkungan bernama Lavela menggunakan buku panduan yang disusun oleh tim mahasiswa.

Bertempat di Balai Desa Ngropoh, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 ibu rumah tangga, kader posyandu, serta perangkat desa. Para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi mengenai dampak buruk kurangnya kebersihan tangan, tetapi juga mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatan sabun cair Lavela yang berbahan dasar alami, ekonomis, dan aman bagi kulit. Setiap peserta menerima buku panduan bergambar yang berisi resep, langkah pembuatan, serta manfaat mencuci tangan dengan sabun.

Ketua Tim Pelaksana, Ari Ahmad Praneza, menjelaskan bahwa Lavela adalah inovasi sabun cuci tangan hasil pengembangan mahasiswa yang diformulasikan khusus agar lembut di kulit namun tetap efektif membunuh kuman. “Kami memilih Desa Ngropoh berdasarkan data dari puskesmas setempat yang menunjukkan masih rendahnya perilaku cuci tangan pakai sabun di masyarakat. Dengan buku panduan ini, warga bisa memproduksi sabun sendiri secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Ari. Ia juga mengaku senang karena warga sangat antusias, bahkan beberapa ibu langsung mencoba membuat sabun sendiri di rumah.

Wakil Dekan 1 Fakultas Kedokteran UNNES, dr. RR. Sri Ratna Rahayu, M.Kes., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. “Ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang aplikatif dan memberdayakan. Mahasiswa tidak hanya menjadi penyuluh, tetapi juga fasilitator yang meninggalkan ‘kail’ berupa buku panduan dan keterampilan. Saya berharap program Lavela dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Temanggung,” tutur dr. Sri Ratna.

Kegiatan ditutup dengan pembagian sampel sabun Lavela dan buku panduan secara gratis. Kepala Desa Ngropoh menyatakan kesiapan untuk menjadikan pelatihan ini sebagai agenda rutin dalam kegiatan posyandu mingguan.