Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang Berikan Pendampingan Membaca untuk Siswa SDN 3 Sadeng

Semarang, 20 Juni 2025 — Tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerja sama dengan Komunitas Literasi Semarang mengadakan kegiatan pendampingan membaca untuk siswa-siswa SD Negeri 3 Sadeng, Kota Semarang, yang mengalami kesulitan dalam membaca. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dari 20 Mei hingga 20 Juni 2025, dan diikuti oleh lebih dari 10 siswa yang terdiri dari kelas 1 dan kelas 2, yang belum bisa membaca dengan lancar.

Pendampingan ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang tertinggal dalam kemampuan membaca, khususnya pasca-pandemi, yang menyebabkan sebagian siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran dasar seperti membaca. Program ini diharapkan bisa mengurangi ketimpangan pendidikan di kalangan siswa yang terhambat kemampuannya dalam membaca sejak dini.

Dalam kegiatan ini, sesuai jadwal yang disepakati siswa diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang interaktif. Salah satu metode yang diterapkan adalah metode phonics, yang merupakan teknik pembelajaran membaca dengan mengenali suara huruf dan kombinasi huruf. Metode ini dianggap sangat efektif bagi anak-anak yang baru mulai belajar membaca. Selain itu, anak-anak juga diajarkan melalui permainan edukatif, yang membantu mereka mengenal huruf, kata, serta susunan kalimat dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd., ketua tim pengabdian Unnes, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi perhatian khusus pada anak-anak yang kesulitan membaca.

“Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan membaca mereka. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengatasi dampak pandemi yang membuat sebagian besar anak-anak tertinggal dalam keterampilan literasi dasar,” ujar Dr. Asep dengan penuh semangat.

Beberapa anggota tim pengabdian yang turut berperan aktif dalam kegiatan ini antara lain Prof. Dr. Ngabiyanto, M.Si., Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., Dr. Isnarto, M.Si., Didi Pramono, S.Pd., M.Pd., Arka Yanitama, S.Si., M.Si., Maria Ayu Puspita, S.Hum., Agustin Linawati, Salsabila Budi Utami, dan Hanum Sa’ada Fidaroeni. Mereka semua turut serta dalam mendampingi siswa, baik dalam memberikan pelatihan literasi dasar maupun dalam mengembangkan metode-metode pembelajaran yang menyenangkan.

Galih Suci Pratama, S.Pd., M.Pd., Kepala SD Negeri 3 Sadeng, memberikan sambutan hangat terkait pelaksanaan program ini. Menurutnya, kegiatan pendampingan membaca sangat penting, terutama bagi siswa yang belum dapat menguasai keterampilan membaca dengan baik.

“Banyak dari anak-anak kami yang datang dari latar belakang yang berbeda, dan beberapa di antaranya mengalami kesulitan dalam membaca. Program ini memberi mereka peluang untuk memperbaiki kemampuan mereka secara menyeluruh. Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian dari Unnes dan Komunitas Literasi yang telah bekerja keras untuk membantu mereka,” ujar Galih Suci Pratama dengan penuh rasa terima kasih.

Komunitas Literasi Semarang, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, juga memberikan apresiasi terhadap program pendampingan tersebut. Riri Kumalasari, salah satu anggota Komunitas Literasi, menyatakan bahwa kerja sama ini sangat penting untuk mendukung gerakan literasi di masyarakat.

“Kami sangat senang bisa bergabung dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Kolaborasi antara Unnes, sekolah, dan komunitas literasi sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak. Kami berharap program seperti ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa,” kata Riri Kulamasari dengan penuh semangat.

Program pendampingan ini memberikan dampak positif yang sangat nyata bagi siswa-siswa SD Negeri 3 Sadeng. Para siswa yang sebelumnya kesulitan membaca kini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi mereka. Salah seorang siswa yang mengikuti kegiatan ini, mengungkapkan perasaan gembiranya setelah mengikuti program pendampingan.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian Unnes bersama Komunitas Literasi Semarang merencanakan pendampingan lanjutan untuk siswa yang masih membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam membaca.

Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa tim pengabdian juga berencana untuk memperluas program ini ke sekolah-sekolah lainnya di sekitar Semarang.

“Kami berkomitmen untuk mengadakan program pendampingan literasi di lebih banyak sekolah. Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapat akses ke pendidikan yang berkualitas, termasuk keterampilan dasar seperti membaca,” tambah Dr. Asep.

Program pendampingan ini juga memberikan dampak sosial yang luas, di mana bukan hanya siswa yang mendapat manfaat, tetapi juga para guru dan komunitas yang turut terlibat dalam proses pembelajaran. Galih Suci Pratama, Kepala SDN 3 Sadeng, berharap agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan berkembang.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang gemar membaca dan belajar. Saya percaya, jika kebiasaan literasi sudah tertanam sejak dini, maka itu akan menjadi modal utama mereka dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan membaca ini telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam meningkatkan literasi dasar bagi anak-anak di SD Negeri 3 Sadeng. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan membaca, tetapi juga membentuk kebiasaan literasi yang akan berpengaruh positif dalam kehidupan mereka di masa depan.