Satu Hari di Blok M

Oleh Asma Azizah Al-Qorni

      Pada suatu pagi yang mendung kala itu, kami berencana untuk pergi ke daerah Blok M. Rencana ini sudah kami rencanakan dari jauh-jauh hari, tetapi baru bisa kami lakukan sekarang. Kami berangkat terpisah: Marwah berangkat dari arah Bekasi, Rara berangkat dari arah Cikarang Barat, dan aku berangkat dari arah Cikarang Selatan. Awalnya, aku merasa tidak berani untuk menaiki transportasi umum sendiri. Tetapi setelah dibujuk oleh kedua temanku, akhirnya aku memberanikan diri untuk berangkat.

    Aku berangkat diantar oleh ayahku menuju Stasiun Cibitung, agar bisa langsung bertemu dengan kedua temanku.  Menurut temanku, Stasiun Cibitung lebih dekat daripada Stasiun Cikarang. Selama perjalanan untuk bertemu dengan kedua temanku, aku selalu berkomunikasi dengan kedua temanku di ruang chat. Perasaan panik dan takut menyelimutiku. Aku selalu mendengarkan informasi dari masinis apabila sedang berhenti di tempat pemberhentian. Setelah sampai di stasiun yang dijanjikan untuk bertemu, aku langsung berpindah gerbong ke kereta yang akan membawa kami menuju Stasiun MRT

     Saat aku sudah memasuki gerbong kereta tersebut, aku langsung ditelepon dan ditanya gerbong berapa yang sedang kunaiki. Setelah mereka mengetahui nomor tersebut, mereka langsung menghampiriku. Suasana kereta tidak terlalu ramai sehingga kami bisa duduk dengan nyaman di sana. Setelah satu tahun lebih tidak bertemu, akhirnya kami bisa bertemu lagi.

    Setelah menunggu sedikit lama, kami sampai di Stasiun MRT Dukuh Atas BNI dan langsung menunggu MRT datang. Setelah MRT datang, kami segera memasukinya dan ternyata di dalam gerbong masih sangat sepi sehingga kami dapat membuat beberapa video konten. Setelah mendengar pemberitahuan bahwa MRT telah berhenti di Stasiun Blok M, kami segera turun dari kereta dan mulai mencari tempat yang telah kami tentukan.

     Tujuan pertama yang kami kunjungi adalah photobooth. Setelah lama mencari letak photobooth yang ternyata berada di dalam gedung, kami segera masuk ke dalam dan menuju ke sana. Saat sampai di photobooth tersebut, ternyata sedang ramai pengunjung. Namun, setelah kami bertanya kepada staf yang berjaga di sana, ternyata kami bisa memasuki salah satu ruangan yang saat itu kosong. 

   Setelah selesai dengan photobooth pertama, kami melanjutkan ke photobooth berikutnya. Letaknya masih di area dalam gedung, namun berada di lantai paling bawah di dalam gedung. Di sana, ternyata antrean pengunjung yang mengharuskan kami untuk mengantre lumayan panjang. Untungnya, kami kedapatan tempat duduk untuk menunggu giliran. 

    Setelah photobooth yang kedua, kami masih mau mencari photoboothphotobooth yang belum kami kunjungi. Setelah mempertimbangkan, kami memutuskan untuk pergi ke photobooth yang berada di luar gedung yang berbeda dari dua photobooth tadi. Kami berjalan agak jauh untuk menuju photobooth tersebut. Tempatnya seperti kafe yang membuat kami ragu untuk masuk ke dalamnya, tapi akhirnya kami tetap memasuki tempat tersebut.

     Saat masuk ke dalamnya, suasana sunyi. Hanya ada tangga menuju ke atas. Kami menaiki tangga. Di atas langsung terasa perbedaannya: ramai. Kami langsung menghampiri staf yang berjaga dan memilih booth yang akan kami masuki, lalu mengantre. Setelah mengantre agak lama, kami memasuki booth dan mengambil beberapa foto, lalu keluar dan mengambil beberapa foto dekorasi yang ada di sana.

     Setelah keluar dari photobooth yang terakhir, balik ke area Blok M Square untuk mencari makan siang. Kami memutuskan untuk makan mi ayam di lantai bawah di area Blok M Square. Saat sampai di sana, ternyata sangat ramai, jadi kami membeli camilan sambil menunggu makanan kami datang. Saat makanan tiba, kami langsung memakannya.

     Seusai makan, kami keluar untuk mencari area salat karena sudah masuk waktu asar. Kami bergantian untuk salat dan menjaga barang. Sudah menjalankan salat, kami pergi ke area taman literasi. Kami beristirahat di sana sambil mengambil beberapa video konten.

     Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Agar tidak terlalu malam sampai di rumah, kami segera pergi ke stasiun MRT. Di sana sekali lagi kami mengambil beberapa video konten. Setelah selesai, kami langsung masuk ke dalam MRT dan balik ke arah Stasiun Dukuh Atas BNI. Setelah sampai di Stasiun Dukuh Atas BNI, kami menunggu kereta yang akan membawa kami ke stasiun awal. Karena berpapasan dengan rush hour, kami sempat berlarian untuk memasuki gerbong dan tertinggal dari kereta pertama.

      Kami menunggu agak lama untuk kereta kedua. Saat kereta kedua sampai, kami langsung berpegangan agar tidak terpisah saat masuk ke dalam gerbong. Agak lama kami berdiri, akhirnya kami bisa duduk karena sudah agak longgar. Satu-satu kami berpisah, Marwah turuh di Stasiun Bekasi, aku turun di Stasiun Cibitung dan Rara turun di Stasiun Metland Cibitung.

    Setelah turun dari kereta, aku langsung mengabari ayahku bahwa aku sudah turun. Dia bilang untuk menunggu di sana karena sedang Salat Magrib di dekat stasiun. Setelah ayahku datang, kami langsung pulang ke rumah dan langsung beristirahat. Segitu perjalanan satu hari aku dengan teman-temanku di Blok M.(*)