Oleh Nalendra Adhitama
Semarang adalah ibu kota Jawa Tengah yang memiliki luas wilayah yang sangat luas. Semarang dikenal dengan budaya yang unik karena budaya Semarang merupakan penggabungan budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab. Salah satu budaya yang terkenal di Semarang adalah dugderan. Dugderan merupakan tradisi yang akan muncul saat mendekati bulan ramadhan atau puasa. Aku tidak lahir di Semarang, tapi aku memutuskan untuk menetap di sini karena sebelumnya aku suka berpindah-pindah kota karena pekerjaan orang tuaku. Di Semarang aku merupakan seorang siswa pindahan yang bersekolah di SMA Negeri 2 Semarang. Di SMA ini tentu aku harus beradaptasi dengan lingkungan dan suasananya.
SMA-ku bisa dibilang salah satu SMA terbaik yang ada di Kota Semarang. Sekolah ini terkenal dengan prestasinya yang banyak. Jadi, pada akhirnya aku memutuskan bersekolah di SMA ini karena sekolah ini memiliki reputasi yang baik dan juga dekat dengan rumahku. Pada awalnya di SMA ini aku belum memiliki banyak kenalan dan masih asing dengan tempatnya. Aku berusaha untuk beradaptasi dengan cara banyak berinteraksi dengan murid yang ada di sana dan berkeliling SMA itu sendiri agar aku cepat hafal dengan sekolah ini. Selang beberapa hari, pada saat aku di joglo pagi hari ini, aku melihat sesuatu yang sangat menakjubkan.
Aku tahu SMA adalah tempat untuk aku belajar, tetapi aku tidak pernah menyangka di SMA ini aku akan belajar bahwa di antara keindahan yang kulihat selama ini ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keindahan yang kulihat di Joglo pagi hari ini. Di joglo itu aku melihat seorang gadis yang sedang berbincang dengan guru. Gadis itu bernama Khaila Nazlia Putri. Dia adalah gadis yang sangat baik dan sudah terkenal di SMA-ku karena banyak lelaki yang menyukainya. Beberapa hari setelah itu, aku berkomunikasi dengan dia di whatsapp ternyata dia adalah teman SMP ku
Kami sering berbincang setiap hari tentang berbagai topik, dan setelah itu aku tahu kalau dia mengikuti ekstrakurikuler bernama SMS. SMS adalah ekstrakurikuler yang mempelajari apa itu film dan bagaimana membuat film. Awalnya aku tidak tahu itu ekstrakurikuler apa. Yang kutahu, gadis yang kusukai mengikuti ekstrakurikuler itu, dan aku mengikutinya. Di sana aku berkenalan dengan berbagai orang dan mereka ramah-ramah, tetapi yang membuatku yakin dan tidak menyesal mengikuti ekstrakurikuler itu adalah gadis yang kusukai.
Di SMA aku juga memiliki banyak teman yang baik kepadaku. Aku sering berbicara dengan mereka tentang topik yang berbeda. Di SMA aku banyak mengalami berbagai hal yang seru, tetapi kadang juga mengalami hal yang tidak mengenakan. Aku pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakan seperti aku pernah lupa mengerjakan tugas, pernah diomongin orang-orang, pernah ketinggalan barang yang harusnya kubawa, pernah juga aku dibenci dan hampir sakit hati karena menyukai gadis itu. Selain masalah di sekolah, aku juga mengalami hal yang tidak mengenakan di luar SMA, seperti banyak berpikir mau jadi apa aku? Apa yang mau kulakukan? Apa aku bisa menjadi orang sukses? Apakah aku bisa memiliki seorang perempuan yang sangat kusayangi dan ingin kulindungi itu?
Walau aku banyak mengalami kejadian yang tidak mengenakan, aku tetap tidak mau menyerah dan terus melangkah maju karena ada seorang gadis yang mau mendengarkan dan menanggapi ku ketika aku lelah dan sedih. Aku tidak secara terbuka bercerita kepada dia tentang masalahku, tetapi cukup aku chat-an dengan dia membuat beban yang kurasakan hilang begitu saja dan aku sudah merasa cukup dengan itu. Apa pun yang kualami selama ada gadis itu, aku merasa baik-baik saja.
Pada saat aku kelas XII semester akhir, aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku ke dia, dan alhamdulillah kami akhirnya jadian. Aku sangat bahagia sekali saat itu. Aku tak nyangka kalau aku bisa mendapatkan gadis yang kusukai sejak aku kelas X. Awal aku. Pacaran dengan dia, kami masih malu-malu; kami masih jarang ketemuan dan lebih sering lewat Whatsapp. Seiring berjalan waktu, kami lama-kelamaan mulai saling mengenal satu sama lain. Kami jadi lebih tahu seperti apa kami sebenarnya karena pada saat SMA yang kutahu dia adalah gadis yang pendiam, cuek, tegas, disiplin, pintar, dan sangat mandiri.
Setelah aku menjadi pacarnya, aku baru tahu ternyata banyak sisinya yang belum pernah kulihat. Dia adalah gadis yang sebenarnya sangat centil, tidak pendiam, sensitif perasaannya, lebih suka ga mandiri, dan penyayang yang membuat aku makin sayang dan ingin melindunginya. Setelah pacaran, aku juga baru tahu kalau dia jago sekali dalam memasak dan rajin bersih-bersih. Menurutku, itu sangat hebat karena aku sendiri tidak jago masak dan malas dalam membersihkan rumah. Setelah aku jadi pacarnya, aku juga baru tahu makanan kesukaan dia apa aja, warna favoritnya apa, dia ingin punya pasangan seperti apa, dan banyak hal baru yang kuketahui tentang dia setelah aku menjadi pacarnya.
Makin aku tahu dia seperti apa, makin aku juga menyayanginya dan tidak menyesal memilihnya. Aku sangat bersyukur bertemu dengan gadis yang sangat istimewa ini. Ada pepatah yang bilang kalau selama kamu hidup kamu tidak bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan, tetapi aku merasa aku mendapatkan apa pun yang kuinginkan karena semua yang kuinginkan ada di gadis itu. Gadis itu sempurna secara fisik dan sifat. Aku suka segalanya; tidak ada yang kurang darinya. Dia selalu ada dan mendukung apapun langkah yang kuambil dan aku merasa bahagia sekali karena itu
Bisa dibilang hidupku sangatlah menyenangkan karena ada gadis itu yang selalu membuatku bahagia. Dia selalu mau pergi ke mana pun aku mau pergi. Dia selalu ada di saat aku butuh tempat cerita dan bersedih. Dia selalu menasihatiku di saat aku salah. Aku banyak belajar darinya. Mulai dari SMA hingga saat ini, aku merasa setiap pengalaman, pembelajaran, dan rintangan yang kulalui sangat menyenangkan walau tidak mudah karena dia selalu membuatku ingin berkembang dan selalu membuat jiwaku tenang.
Aku percaya di alam semesta ini Allah telah menciptakan berbagai makhluk dan berbagai objek dengan takdirnya masing-masing, tetapi bila aku bisa memilih ingin diciptakan sebagai apa selain menjadi manusia, aku ingin menjadi bulan karena walau planet Bumi Sakti ini berfokus mengelilingi Matahari, aku sebagai bulan hanya ingin berfokus mengelilingi Bumi karena bagiku hal terpenting dan selalu ingin kulindungi adalah dia, bukan yang lain, dan aku yakin itu adalah takdirku yang diberikan oleh Allah untuk selalu bersamanya.(*)