RESENSI FILM KKN DI DESA PENARI

Judul: KKN di Desa Penari

Jenis/Genre: horor, misteri, drama

Sutradara: Awi Suryadi

Produser: Manoj Punjabi

Rumah Produksi: MD Pictures, PicHouse Films

Naskah oleh: Lele Lila, Gerald Mamahit

Berdasarkan: KKN di Desa Penari oleh anonim bernama SimpleMan

Rilis: 30 April 2022

Durasi: 128 menit

Negara: Indonesia

Bahasa: Jawa, Indonesia

Pemeran: Tissa Biani (Nur), Adinda Thomas (Widya), Achmad Megantara (Bima), Aghniny Haque (ayu), Calvin Jeremy (Anton), Fajar Nugraha (Wahyu), Kiki Narendra (Pak Prabu), Aulia Sarah (Badarawuhi), Aty Cancer (Sundari), Diding Boneng (Mbah Buyut), Dewi Sri (Mbah Dok), Andri Mashadi (Ilham), Lydia Kandou (Arum atau Ibu Widya)

Sinopsis:

KKN di Desa Penari diadaptasi dari salah satu cerita horor yang telah viral pada tahun 2019 melalui Twitter. Menurut sang penulis, cerita ini diambil dari sebuah kisah nyata sekelompok mahasiswa yang tengah melakukan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Penari. Namun, program KKN tidak berjalan mulus karena terdapat beberapa kejadian aneh dan menyeramkan yang menghantui mereka hingga program KKN tersebut berakhir tragis.

Terdapat enam mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi ingin melaksanakan KKN di sebuah desa terpencil di Jawa. Mereka ialah Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugraha). Saat pertama kali mereka datang di desa tersebut, mereka bertemu kepala desa yaitu Pak Prabu (Kiki Narendra). Pak Prabu mengantar mereka untuk berkeliling area di sekitar desa yang akan dijadikan bahan proyek mereka. Setelah mendapatkan tempat tinggal, keenam mahasiswa tersebut mulai mengerjakan tugas mereka. Selama itu pula Nur dan teman-temannya mematuhi larangan Pak Prabu untuk menjauhi tempat terlarang.

Makin hari, keenam mahasiswa itu mulai diganggu oleh sesosok penari cantik yang disebut Badarawuhi. Tampaknya penghuni gaib desa tersebut tidak menyukai kehadiran mereka dan kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan. Bima mulai berubah sikap dan membuat KKN mereka berantakan. Hingga suatu hari, Nur akhirnya menemukan fakta bahwa beberapa dari mereka melanggar aturan paling fatal di desa tersebut. Bima dan Ayu melakukan perjanjian dengan Badarawuhi untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan dan melanggar aturan. Oleh sebab itu, lama-kelamaan teror makhluk tersebut bertambah parah. Mereka lalu meminta bantuan Mbah Buyut (Diding Boneng), seorang dukun setempat. Mereka terancam tidak bisa pulang dengan selamat dari desa yang dikenal dengan sebutan Desa Penari itu.

Kelebihan:

Para pemain, terutama tokoh-tokoh utama, mampu menghidupkan karakter-karakter yang mereka perankan dengan baik sesuai dengan penggambaran yang diutarakan oleh SimpleMan dalam tweet-nya. Mereka berhasil menggambarkan ketakutan, kebingungan, dan tekanan psikologis yang dialami oleh karakter-karakternya dalam situasi menyeramkan. Efek visual dan sinematografi film ini juga digarap dengan baik, menambah intensitas ketegangan dan horor. Tata cahaya, sudut kamera, dan efek suara turut memperkuat kesan mistis dari cerita. Latar tempat juga dibuat dengan baik dan dibuat semirip mungkin dengan lokasi kejadian asli.

Kekurangan:

KKN di Desa Penari dikisahkan tersaji dalam beberapa sudut pandang, sehingga membuat satu naskah film utuh menjadi begitu sulit dilakukan. Pengembangan dan modifikasi cerita di film ini minim. Hanya terdapat beberapa perubahan untuk menyesuaikan format cerita layar lebar. Selain itu, beberapa bumbu di sejumlah bagian sebagai dramatisasi atau diniatkan sebagai penyegar, racikan tersebut membuat film ini secara keseluruhan tidak terlihat sebagai cerita yang utuh. Penonton, yang sebagian besar dapat menebak alur cerita. Durasi pada film ini cukup panjang sekitar kurang lebih 3 jam, sehingga sebagian penonton merasa bosan. Pada film tersebut banyak menceritakan hal-hal mistis daripada projek yang seharusnya dilakukan pada mahasiswa selayaknya Kuliah Kerja Nyata pada umumnya.

Tim Penyusun:

1. Ahmad Zubair

2. Dhea Nabilla Ayu Setyoko

3. Siti Wulandari

4. Tiara Kristya Alfika

5. Rijal Muttaqin