Segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik ialah lingkungan hidup. Kini, lingkungan hidup di sekitar kita semakin rusak. Bahkan kerusakan ini semakin hari semakin parah. Salah satu penyebab permasalahan ini adalah sampah. Sampah sudah menjadi masalah yang klasik di setiap negara di dunia. Di negara kita sendiri sampah juga menjadi masalah yang tak kunjung selesai. Namun, tidak hanya sampah saja yang menjadi masalah di Indonesia. Banyak permasalahan-permasalahan yang memperparah kerusakan lingkungan hidup di Indonesia.

Pertama, penebangan kayu liar. Penebangan kayu liar ini mengakibatkan hutan menjadi gundul dan hilang fungsi-fungsinya salah satunya yaitu kurangnya resapan air yang dapat mengakibatkan bencana banjir. Kedua, polusi. Polusi adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh asap kendaraan, limbah pabrik, dan lainnya. Ketiga, kurangnya tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah saat ini sudah penuh dan tidak bisa menampung jumlah sampah yang ada. Akhirnya, masyarakat membuang sampah seenaknya saja seperti di pantai sehingga menjadi gunungan sampah dan pantai tersebut menjadi tercemar. Keempat, pemanasan global. Pemanasan global disebabkan karena ulah manusia, seperti polusi udara akibat kendaraan pribadi. Saat pemanasan global terjadi kondisi iklim dan cuaca menjadi tidak menentu. Kelima, permasalahan ekosistem pantai. Di daerah pantai dapat ditemukan hutan bakau, terumbu karang, dan pasir pantai. Permasalahannya adalah hutan bakau dapat dijadikan bahan baku pembuatan mebel. Terumbu karang memang sangat indah, tetapi banyak orang “jahil” yang mencopoti terumbu karang untuk dijual. Takhanya itu, pasir pantai juga banyak dijadikan bahan bangunan. Keenam, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah sampah yang berserakan karena mereka malas dalam membuang sampah pada tempatnya. Mereka memilih membuang sampah di sungai daripada di tempat sampah yang sudah disediakan. Akibatnya menyebabkan pencemaran lingkungan dan menyebabkan banjir.
Meningkatnya perhatian terhadap isu pemanasan global di masyarakat telah mendorong kesadaran global untuk mengubah gaya hidup mereka dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan. Peneliti berupaya keras mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga masyarakat umum mampu mulai belajar cara sederhana untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kerusakan lingkungan di Indonesia bukan hanya berasal dari penebangan hutan, melainkan juga disebabkan oleh berbagai kegiatan pertambangan. Baik berskala besar maupun kecil, hal tersebut menyebabkan perburukan kondisi lingkungan di negara ini. Oleh sebab itu, perlu adanya program revolusi hijau yang bertujuan meningkatkan produksi pertanian.
Lingkungan hidup saat ini semakin tercemar dan memburuk, mulai dari masalah pencemaran udara, air, hingga sampah. Kerusakan lingkungan tersebut dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan tindakan dari masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.
- Pencemaran udara
Pencemaran udara dapat disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, pabrik, dan pembakaran sampah. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti penyakit pernapasan dan kanker. Oleh karena itu, diperlukan tindakan untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan dan pabrik serta mengurangi pembakaran sampah.
- Pencemaran air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pembuangan limbah industri, limbah organik dan anorganik, sampah B3, serta limbah pertanian. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan ekosistem air dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan tindakan untuk mengurangi limbah industri dan rumah tangga serta mengelola limbah pertanian dengan baik.
- Masalah sampah
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan tindakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan mendaur ulang sampah.
Permasalahan lingkungan tersebut berdampak pada manusia dan alam sekitarnya. Dampak bagi manusia yaitu berisiko pada kondisi kesehatan yang berbahaya seperti asma dan sakit paru-paru akibat polusi. Adapun dampak bagi alam adalah hilangnya keanekaragaman hayati. Lebih lanjut, dampak kerusakan lingkungan akibat ulah manusia yaitu adanya bencana tanah longsor karena penebangan kayu liar tanpa adanya reboisasi juga menjadikan terjadinya erosi. Ada pula dampak negatif yang signifikan dari permasalahan lingkungan ini yaitu kejatuhan ekonomi. Misalnya lingkungan yang sangat rusak lebih sedikit atau tidak ada turis yang tertarik sama sekali.
Menurut data dari journal unnes.ac.id, di lingkungan Universitas Negeri Semarang menerapkan adanya pengelolaan sampah seperti pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik. Sampah yang menurut masyarakat sekitar hanyalah barang tidak berguna ternyata dapat dikonservasikan dalam bentuk sumber energi listrik. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa dari UNNES sendiri dengan mengumpulkan sampah sebanyak 111 meter perpekan. Perlu dipertimbangkan pengolahan yang lebih efisien untuk mengubah sampah UNNES menjadi sumber energi listrik, sehingga dapat mencapai target zero waste. Masyarakat perlu untuk mengenali bahwa sampah bisa menjadi sumber yang bermanfaat bagi kelompok tertentu. Dengan demikian, kesadaran untuk membiasakan diri dalam suatu hal yang penting dalam pengolahan sampah.
Di masa mendatang, UNNES akan memperluas pengelolaan sampah berdasarkan unit. Selanjutnya, akan direkomendasikan untuk mencari sumber energi alternatif melalui perancangan pembangkit listrik menggunakan sampah sebagai sumber tenaga. Adapun solusi atau cara mengatasi permasalahan lingkungan tersebut yang pertama yaitu dengan melakukan reboisasi. Hutan di berbagai negara menjadi paru-paru dunia. Jika banyak hutan yang dirusak, maka negara lain juga akan merasakan efek tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup. Jika ingin menebang pohon, maka harus memiliki siap tebang pilih dan menanam benih untuk pohon yang baru agar kelestarian hutan tetap terjaga. Solusi berikutnya yaitu kita harus mengurangi kendaraan bermotor dengan naik sepeda atau jalan kaki. Kemudian solusi yang sangat penting dan harus kita terapkan mulai sekarang yaitu mengurangi sampah plastik. Kita harus membiasakan membawa kantong belanja sendiri, membawa botol minum, menghindari makanan dan minuman yang berkemasan sampah plastik. Satu hal lagi yang takkalah penting yaitu kita harus mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat, seperti tempat pensil, celengan, dompet, lampu hias, dan lain-lain.
Oleh:
Astri Rivalianti, Amanda Ayu Ningrum, Gita Bintang Aulia, Atria Windi Syarifah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang