Film Mariposa disutradarai oleh Fajar Bustomi. Film ini diadaptasi dari novel karya Luluk HF dengan judul yang sama, sedangkan naskah filmnya ditulis oleh Alim Sudjo. Film Mariposa yang berdurasi 118 menit diproduseri oleh Cand Parwez Servia Frederica. Film ini diperankan oleh aktor dan aktris ternama yaitu Angga Yunanda, Adhisty Zara, Dannia Salsabilla, Abun Sungkar, Junior Roberts, Syakir Daulay, Igr Fahrezi, Ariyo Wahab, Ersa Mayori, Baim, Iszur Muchtar, Aris Nugraha, TJ, Yudha Keling, Diaz Danar.
Diawali dengan menceritakan tentang Natasha Kay Loovy (Adhisty Zara), seorang murid baru di SMA Arwana. Dia siswi yang pintar, cantik, dan supel. Sejak kepindahannya ke sekolah tersebut dia tertarik dengan seorang siswa ambis bernama Iqbal Guanna Freedy (Angga Yunanda). Iqbal terkenal karena sifatnya yang dingin terhadap wanita. Tanpa rasa malu, Natasha atau dipanggil Acha langsung memperlihatkan kesukaannya pada Iqbal. Acha sudah diingatkan oleh Amanda (Dannia Salsabilla) bahwa Iqbal sangat sulit didekati. Namun gadis itu tidak pantang menyerah dan optimis dengan kemungkinan terbaik.
Suatu hari mereka berada dalam satu tim yang sama untuk maju ke Olimpiade Sains. Acha merasa kesempatannya untuk dekat dengan Iqbal semakin terbuka lebar. Namun, perjuangan Acha tampaknya masih cukup panjang. Hingga gadis itu memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya, Iqbal tetap tidak membalas perasaan Acha. Iqbal yang sensitif terhadap sinar matahari pagi, suatu hari tidak mengikuti upacara dan memilih berdiam di UKS. Acha yang mengetahui itu segera menyusul. Sejurus kemudian, Acha mengunci pintu agar Iqbal tidak bisa meninggalkannya sendirian. Lalu tiba-tiba, seorang guru datang dan melihat dua remaja tersebut berada dalam UKS yang terkunci. Acha mengaku bahwa mereka sedang berpacaran. Akibat hal impulsif yang dilakukan Acha, keduanya dihukum membersihkan pinggir kolam renang. Acha lalu pura-pura tercebur dan tenggelam. Iqbal yang semula tidak mau menolong karena mengira itu hanya akal-akalan mulai terpancing dan masuk perangkap saat Acha tidak segera kembali ke permukaan. Iqbal marah lalu mengalami sesak nafas yang akhirnya membuat ia tenggelam. Acha berubah panik, dia lantas menyelamatkan Iqbal dengan memberi napas buatan. Sesampainya di rumah, Acha demam sementara Iqbal harus masuk rumah sakit.
Alih-alih diperhatikan, sang ayah, Pak Bov (Ariyo Wahab) justru menyalahkannya karena terlalu banyak bermain dan mengambil handphone milik Iqbal. Bov lantas meminta sang putra untuk membaca buku dan meninggalkan anaknya di rumah sakit sendirian. Bov berambisi untuk membentuk anaknya menjadi berprestasi di segala bidang. Tak lama Acha menelepon dan secara kebetulan dijawab oleh Bov. Hal yang terjadi selanjutnya adalah Bov melarang Acha mendekati Iqbal. Setelah diberi peringatan, Acha tidak mundur, gadis itu malah berpikir bahwa Iqbal menyukainya. Di sisi lain, Iqbal panik karena di grup sekolah, rumor antara dirinya dan Acha tersebar. Sedangkan Acha tetap tidak menyerah mengejar Iqbal. Mereka bagai air dan minyak yang tidak mungkin bersatu.
Amanda akhirnya menyarankan temannya itu untuk bersikap cuek selama tujuh hari. Di hari ke lima, Acha tiba-tiba mimisan dan oleh Pak Bambang, guru mereka yang diperankan oleh Iszur Muchtar, Iqbal diminta mengantarnya pulang. Selama di perjalanan pulang, Acha benar-benar melupakan rencananya untuk tetap dingin terhadap Iqbal. Dia kembali ke sifatnya yang cerewet, heboh sendiri, dan jujur.
Di rumah keadaan Iqbal dan sang ayah tetap tegang. Keesokan harinya di sekolah, Iqbal menegaskan dan meminta Acha untuk berhenti bersikap seolah-olah mereka berdua adalah pasangan. Iqbal yang sudah sangat geram mengeluarkan kata-kata kasar dan menyebut Acha sebagai gadis murahan yang membuat Acha terdiam. Lalu Manda mengatakan kepada Acha bahwa masih banyak lelaki di dunia ini yang menyukai Acha, salah satunya Juna. Acha pun akhirnya ingin mengikuti ucapan Manda bahwa dia harus melupakan semua harapan yang telah Iqbal berikan kepadanya. Tiba saat babak penyisihan olimpiade sains, kompetisi berjalan lancar tetapi Acha mengalami mimisan.
Selesainya waktu olimpiade dikabarkan bahwa tim mereka lolos tetapi setelah kabar gembira itu Acha pingsan. Saat Iqbal sedang menemani Acha di ruangan rumah sakit, ayah Iqbal datang. Ayahnya mengatakan bahwa besok Om Henri datang ke kompetisi, sehingga Iqbal sekarang harus pulang ke penginapan dan belajar. Acha yang mendengar semuanya mengatakan pada Iqbal bahwa Iqbal harus pulang dan Acha tidak mau Iqbal memberikan perhatian. Olimpiade sains pun telah sampai ke babak 3 besar dan SMA Arwana berhasil memenangkan kompetisi ini. Pada saat pesta ulang tahun Acha yang ke-17, Iqbal datang ke pesta ulang tahun dan menyatakan cintanya pada Acha.
Kelebihan
Film Mariposa menuangkan nilai-nilai pendidikan dan pengajaran lewat tema cerita yang mengangkat anak sekolahan. Di mana pada film tersebut menampilkan perjuangan belajar, semangat untuk berprestasi dalam bidang akademik. Alur cerita dalam film menggunakan alur maju sesuai urutan waktu yang ditampilkan dengan menarik sehingga tidak monoton saat dilihat. Bahasa yang digunakan dalam film merupakan bahasa sehari-hari yang umum kita gunakan membuat penonton lebih enjoy ketika menikmati film terebut. Selain itu, film ini mempersembahkan aktor sekaligus aktris ternama atau popular yang membintangi banyak series maupun film Indonesia. Sinematografi yang jelas dan menarik mata serta warna gambar yang ditampilkan dalam film ini begitu menambah kesan emosional penonton. Karena di film ini menggunakan warna ala drama Korea yang dirasa tepat dalam mengekspresikan cerita dengan pembawaan “muda” dan segar. Selain itu, penggunaan latar musik yang terdengar nyaman di telinga mampu mendukung suasana film membuat penonton tidak bosan.
Kekurangan
Kekurangan film Mariposa yaitu penggambaran karakter/penokohan dari tokoh Acha yang terlalu berlebihan, sementara tokoh Iqbal yang kurang dalam pengembangan karakternya membuat penonton menjadi geram karena terkesan lamban. Ada beberapa dialog yang tidak sesuai antara dialog sebelum dengan dialog setelahnya. Di samping itu, muncul beberapa adegan yang rancu alias tidak nyambung.
Pesan
Film mariposa karya Luluk HF memiliki nilai semangat juang dan kesungguhan dalam berusaha untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan, serta jangan patah semangat bila hal itu belum tergapai juga. Kemudian, seperti pada tokoh Acha, ia memiliki sikap percaya diri tinggi, cerdas, dan ambisius sehingga sikap yang seperti itu membuat dirinya tidak mudah menyerah dalam menggapai apa yang diimpikan.
Penulis:
Yaffadevi Palastri Marhaeni Putri, Yolanda Prety Nazhifa Hanun, Hikmatul Amelia, Mesya Viola Dwi Cahyani, dan Rani Diah Setyaningsih
(Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia)