
Desa Lambangan, Undaan, Kudus – Untuk menjadikan Desa Lambangan sebagai desa yang maju, makmur, sejahtera, dan religius, dibutuhkan komitmen dan kerjasama dari seluruh komponen masyarakat di Desa Lambangan. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (Pusbang KKN) Universitas Negeri Semarang memberikan amanah kepada Tim KKN Giat 9 UNNES yang dibimbing oleh Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M. Pd. yang beranggotakan Muhammad Arif, Nabila Minhatusaniyah, Sinta Dewi Purwanti, Yusriyyah Adibah, Ruly Habibah Al Ihsani, Retno Wulan Ndari, Hasanah Nur Ani, Daniswara Agung Pramana, Mahesa Hendra Yoga, dan Noor Khoni’ah untuk melaksanakan program kerja sosialisasi nilai-nilai Pancasila. Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2024 dengan mengundang seluruh elemen masyarakat Desa Lambangan, termasuk kepala desa beserta jajarannya dan para tokoh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, sejalan dengan tagline “UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa”, Koordinator Mahasiswa Desa (KORMADES) KKN GIAT 9 UNNES menyampaikan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila di kehidupan bermasyarakat, bahwa kegiatan gotong royong, keagamaan, dan kegiatan lainnya adalah bagian integral dari upaya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Desa Lambangan. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memperkuat ikatan sosial, memupuk rasa kepedulian terhadap sesama, dan mewujudkan harmoni serta kesejahteraan bersama. Dengan demikian, Tim KKN Giat 9 UNNES berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Realitasnya, warga Desa Lambangan masih menjunjung tinggi tradisi keagamaan salah satunya yakni perayaan 1 Muharram yang dilaksanakan pada 08 Juli 2024 dengan dilakukannya tradisi “Bancakan”. Tradisi “Bancakan” di Desa Lambangan memiliki keunikan tersendiri. Setiap gang di desa ini terlibat dalam tradisi tersebut, seluruh warga berkumpul. dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelahnya, seluruh warga menikmati hidangan dalam satu wadah besar yang ditempatkan di tengah-tengah mereka. Hidangan tersebut disiapkan oleh warga secara gotong-royong. Tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas diantara warga desa.
KORMADES Tim KKN Giat 9 UNNES menyatakan bahwa tradisi Bancakan untuk perayaan 1 Muharram di Desa Lambangan harus tetap dilestarikan. Hal ini dikarenakan, pelestarian tradisi tersebut tidak hanya penting untuk mempertahankan identitas budaya, tetapi juga sebagai cara untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Tim KKN Giat 9 UNNES berharap bahwa generasi muda di Desa Lambangan akan terus menghidupkan dan mengembangkan tradisi ini, agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga.