Mahasiswa KKN Unnes Giat 9 mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan shibori untuk memenuhi program kerja kelompok yaitu “Wanita sebagai Agen Penggerak Pancasila” bersama Ibu-Ibu PKK dan Kelompok Batik di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Mahasiswa KKN Unnes Giat 9 yang beranggotakan 11 orang, yaitu Putri Sulistiyaningsih, Fita Chusnaya, Khoerul Amin, Sefna Yutida Zahra, Faisal Nur Faiz, Adhi Adhani Rizal Ghozali Yatmeidy, Luluk Witanti, Nadhiya Mauliya Syofa, Chotimah Candra Dewi, Farelza Septian Ardian Syah, dan Aisyah Ayu Maharani dibawah bimbingan Ibu Rossi Galih Kesuma S.Pd., M.Pd. selaku DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dari Unnes Giat 9. Kegiatan pelatihan teknik Shibori ini didukung dengan antusiasme yang tinggi dari Ibu-Ibu yang ingin belajar proses pewarnaan kain dengan teknik Shibori.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 28 Juli 2024, pukul 10.00 WIB pagi yang berlokasi di Aula Balai Desa Kutuk. Dimulai dari pemaparan materi mengenai macam-macam pola dan teknik Shibori kemudian dilanjutkan dengan praktek pewarnaan kain dengan terlebih dahulu peserta membentuk pola dan lipatan pada kain yang akan diberikan warna. Setelah diberikan pewarna, peserta dapat melihat langsung hasil dari teknik pewarnaan Shibori tersebut.
Teknik Shibori adalah metode pewarnaan kain yang berasal dari Jepang dan telah digunakan selama berabad-abad. Teknik ini melibatkan proses lipat, ikat, atau tusuk kain sebelum pewarnaan untuk menciptakan pola yang rumit dan beragam. Proses awal dalam Shibori biasanya melibatkan pengaturan kain dengan cara tertentu, seperti melipatnya dalam pola khusus, mengikatnya dengan benang, atau menyematkannya dengan jarum. Setelah kain dipersiapkan, lalu dicelupkan ke dalam larutan pewarna, biasanya pewarna alami seperti indigo. Pewarnaan ini hanya meresap ke area yang tidak tertutup atau tersembunyi oleh ikatan atau lipatan, sehingga menciptakan pola yang unik dan sering kali tak terduga pada kain. Shibori tidak hanya merupakan teknik pewarnaan, tetapi juga bentuk seni yang menggabungkan keterampilan dan kreativitas dalam menciptakan pola yang menawan dan artistik pada kain.
Diharapkan setelah diadakannya pelatihan dari mahasiswa KKN Unnes Giat 9 ini, dapat dijadikan ilmu yang bermanfaat dan bisa diterapkan juga dikembangkan lagi oleh peserta sehingga memperkuat ekonomi kreatif di Desa Kutuk.