
Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ngesrepbalong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian ini didanai LP2M UNNES melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran ( DPA) tahun 2024. Mitra sasaran penerima manfaat adalah Kelompok Tani Gunung Berkah Dusun Gunungsari. Aktivitas pengabdian dirancang mulai kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, monitoring dan evaluasi serta memastikan program berkelanjutan. Koordinasi kegiatan telah dilakukan melalui komunikasi online dan rencana kegiatan terutama jadwal disepakati untuk pelaksanaan setiap aktivitas secara bertahap pada sore hari. Pelatihan mulai dilaksanakan langsung di rumah bibit yang telah dibangun pada kegiatan pengabdian tahun 2023. Kegiatan dihadiri oleh mitra sasaran Kelompok Tani Gunung Berkah, tim pengabdian dari UNNES yang dipimpin oleh Prof. Dr. Amin Retnoningsih, M.Si. sebagai ketua tim, Prof. Dr. Enni Suwarsi Rahayu, M.Si. dan Bintang Faisal Akbar sebagai mahasiswa anggota tim pengabdian.
Tim pengabdian telah menyerahkan fasilitas pertanian yang merupakan kebutuhan mitra sasaran untuk perawatan dan pengembangan bibit tanaman alpukat yang dikelola Kelompok Tani Gunung Berkah. Fasilitas diberikan secara bertahap sesuai hasil penerapannya, harapannya kelompok tani menerapkan semua teknik yang diberikan dengan demikian hasil keberdayaan yang menjadi target kegiatan pengabdian ini dapat tercapai khususnya terkait kualitas dan kuantitas produk bibit alpukat kelompok tani Gunung Berkah.
Hasil pengamatan kegiatan kelompok tani Gunung Berkah hingga pertengahan tahun 2024 menunjukkan kondisi bibit batang bawah maupun hasil grafting, serta kondisi rumah bibit membutuhkan pemeliharaan memadai. Sebagian stok batang bawah dan hasil grafting alpukat menunjukkan gejala serangan hama dan penyakit. Kondisi ini memerlukan penanganan segera agar penyebaran hama dan penyakit dapat diminimalisir. Tim pengabdian memberikan teknik menanggulangi hama dan penyakit tersebut dengan langkah penanganan yang tepat, seperti penggunaan pestisida dan fungisida harus sesuai dan digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.

Tim pengabdian juga telah menyerahkan bahan dan fasilitas pertanian yang dibutuhkan oleh para petani untuk merawat batang bawah, bibit dan pohon alpukat termasuk hasil top working, berupa alat penyemprot (sprayer), gunting pemangkas ranting, pisau khusus untuk grafting, biji alpukat, polybag, pupuk serta pestisida dan fungisida. Bahan dan peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan oleh kelompok tani secara bersama sama, dengan harapan kuantitas dan kualitas khususnya batang bawah dan bibit grafting meningkat. Penerapan teknik pengecambahan 1 biji alpukat menjadi 2-4 batang bawah diharapkan dapat meningkatkan jumlah batang bawah tersedia. Pemupukan dan pencegahan hama dan penyakit secara rutin diharapkan menghasilkan bibit grafting maupun top working lebih berkualitas sehingga hasil pertanian meningkat dan produktivitas petani optimal.
Teknik budidaya alpukat yang tepat menarik bagi para petani yang selama ini kesulitan menangani perkembangan dan pertumbuhan alpukat. Wawasan dan pengetahuan mitra Kelompok Tani Gunung Berkah terkait teknik budidaya mulai perbanyakan bibit alpukat berkualitas, penanaman di lapang hingga bagaimana pemeliharaannya meningkat. Tata cara pembibitan yang baik, perawatan pohon, pemupukan, dan upaya pengendalian terhadap organisme pengganggu tanaman diharapkan dapat menurunkan jumlah pohon alpukat dewasa yang tiba-tiba mati akibat serangan jamur. Dengan adanya kegiatan ini, harapan Ngesrepbalong dalam tiga hingga lima tahun ke depan dapat menjadi sentra alpukat unggul.