Pada 11 September 2024 jasa anjem sedang marak-maraknya di daerah UNNES. Anjem adalah singkatan dari antar jemput yang dilakukan oleh mahasiswa, tanpa terikat oleh perusahaan atau instansi tertentu. Layanan antar-jemput hadir dari kebutuhan mahasiswa akan pemasukan tambahan dan juga jawaban untuk transportasi online yang murah dan terjangkau. Bahkan dari segi penghasilan, bagi mahasiswa yang membuka usaha antar jemput, pendapatan dari ojek online sudah tidak jauh berbeda dengan antar-jemput. Mahasiswa yang menyediakan jasa antar-jemput biasanya mencari pelanggan melalui media sosial. Anjem menjadi fenomena di kalangan mahasiswa Jawa Tengah. Jasa antar-jemput dan jasa titip baru-baru ini mulai menjamur di Kota Semarang. Biasanya, jasa ini kerap ditemui di kampus-kampus Kota Semarang. Salah satunya, kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Ternyata ada kisah unik di balik usaha antar-jemput dan jasa titip tersebut. Dini Nur Kholisah adalah mahasiswi semester akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang. Alasan Dini membuka usaha jasa antar-jemput dan jasa titip untuk menambah uang jajan. Tidak hanya buka usaha antar-jemput, Dini Nur Kholisah itu kerap kali mendapat pesanan untuk memintakan tanda tangan ke dosen. Uniknya, Dini Nur Kholisah tidak mematok harga yang pasti untuk setiap perjalanan. Melainkan, dia akan menyesuaikan berdasarkan tingkat kesulitan maupun lama waktu saat menemui dosen. Dini Nur Kholisah mengatakan, berkas-berkas tanda tangan yang dibawanya itu bukanlah berkas yang amat penting. Namun sekadar berkas pendukung seperti berkas magang, beasiswa, hingga kartu studi. Bahkan, Dini juga tidak menjamin bisa memintakan tanda tangan dosen di seluruh fakultas. Biasanya, Dini Nur Kholisah hanya menerima pesanan tanda tangan di FK (Fakultas Kedokteran).
Berbeda dengan layanan aplikasi online, Dini Nur Kholisah mematok harga jasa antar jemput bukan berdasarkan seberapa jauh jarak kilometernya. Namun itu tergantung sulit tidaknya medan yang akan dilewati. Mahasiswa semester akhir itu menyebut, paling ramai mendapat orderan ketika arus balik mahasiswa UNNES. Dalam satu hari, Dini Nur Kholisah bisa bolak-balik dari UNNES ke Stasiun Poncol sebanyak 10 kali. Menariknya, dari hasil usahanya itu, Dini bisa meraup pendapatan sekira Rp3 juta hingga Rp4 juta. Bahkan, pernah sesekali dia mendapat Rp6 juta dalam satu bulan.
Membuka usaha antar-jemput dan jasa titip dapat dilakukan oleh semua mahasiswa yang ingin mengisi waktu luang. Selain itu, membuka usaha antar-jemput dan jasa titip memiliki banyak manfaat diantaranya, menambah relasi, menambah uang jajan, dan membantu mahasiswa yang ingin menghemat energi juga waktu.
Nova Salwa Qurrotul ’Aini, Alin Nida Millatina, Allyssa Ramadhani, Marta Alfiana Damayanti, Najwa Khalisa Azahra.