Empat wilayah kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami banjir setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak Minggu siang hingga malam hari (19 Januari 2025). Curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran air meningkat dan akhirnya meluap ke permukiman warga di Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, Rambipuji, dan Bangsalsari.
Kepala BPBD Jember, Widodo Julianto, menyampaikan bahwa banjir muncul karena saluran air tidak berfungsi maksimal. Penyempitan terjadi akibat penumpukan tanah, sampah, dan beberapa bangunan yang menutup jalur selokan, sehingga air tidak bisa mengalir normal dan akhirnya menggenangi rumah serta jalan warga.
Berdasarkan laporan BPBD, terdapat sekitar 479 kepala keluarga (KK) atau 1.297 penduduk yang merasakan dampak banjir di empat kecamatan tersebut.
Di Kecamatan Sumbersari, genangan muncul di berbagai titik seperti di Jalan Kaliurang, dengan ketinggian air mencapai 30–60 sentimeter. Kondisi ini mengakibatkan banyak sepeda motor mati mesin serta satu mobil terbawa arus. Di Perumahan Mastrip, sekitar 30 rumah warga tergenang air setinggi 10–30 sentimeter, selain itu sejumlah pelaku UMKM juga terkena dampaknya.
Perumahan Jember Permai II dan Perumahan Semeru turut terdampak dengan total 13 kepala keluarga, termasuk seorang balita. Selain itu, tiga kepala keluarga di Jalan Basuki Rahmat juga mengalami dampak serupa.
Di Kecamatan Kaliwates, banjir terjadi di empat kelurahan, yaitu Mangli, Tegalbesar, Kepatihan, dan Sempusari. Kelurahan Mangli mencatat sekitar 50 rumah warga yang terendam hingga 30–60 sentimeter. Di Perumahan Istana Tegal Besar, air menggenangi 20 rumah warga dengan ketinggian 20–40 sentimeter. Sementara itu di Sempusari, terdapat 107 kepala keluarga terdampak, termasuk balita dan lansia, dengan ketinggian air 5–15 sentimeter.
Wilayah barat Jember, yaitu Kecamatan Rambipuji dan Bangsalsari, juga terdampak banjir. Di Dusun Dukusiah, Desa Rambigundam, Rambipuji, sebanyak 41 kepala keluarga terdampak dengan genangan 20–40 sentimeter. Sementara di Desa Petung, Bangsalsari, empat kepala keluarga tercatat mengalami dampak serupa.
Widodo menegaskan bahwa situasi saat ini sudah kembali membaik. Air banjir telah menyusut, dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing dengan bantuan petugas BPBD.
“Penanganan berjalan aman dan terkendali. Saat ini banjir sudah surut dan masyarakat mulai membersihkan lingkungan mereka”, jelas Widodo.
NURIL ELSA YULIYANTI