Pernahkah Anda mendengar tentang Dusun Bendan di Temanggung? Konon, nama dusun ini berkaitan erat dengan kekayaan dan kemakmuran para penduduknya di masa lalu. Bendan merupakan salah satu dusun di Desa Wonokerso, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, nama Bendan berasal dari kata ‘bondo’ yang berarti harta. Konon, pada zaman dahulu, dusun ini dihuni oleh masyarakat yang memiliki kekayaan berlimpah.
Cerita-cerita mengenai kemakmuran Dusun Bendan tak hanya menjadi dongeng semata. Di dusun ini, warga kerap menemukan benda-benda berharga saat menggali tanah untuk membangun rumah atau membersihkan kebun. Benda-benda tersebut merupakan peninggalan kuno yang kini sudah jarang ditemukan.
Meskipun demikian, sebagian besar warga memilih mengembalikan temuan itu ke tempat semula untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi, ada seorang warga yang masih menyimpan salah satu temuan, yaitu sebuah guci cantik. Guci itu sesekali berbunyi walau tidak ada yang membunyikan, Hingga kini, lokasi pasti ditemukannya guci tersebut tidak diketahui.
Di sebelah barat dusun, sebagian besar area merupakan kebun milik warga. Saat melakukan penggalian untuk keperluan tertentu, warga menemukan sebuah pondasi bangunan. Temuan ini dianggap janggal karena selama mereka tinggal di wilayah tersebut, tidak pernah ada bangunan yang berdiri di sana. Warga pun meyakini bahwa di masa lalu, area itu pernah menjadi lokasi sebuah bangunan megah.
Temuan pondasi ini membuka kemungkinan bahwa wilayah Dusun Bendan pernah menjadi pusat aktivitas penting pada masa lampau. Bahkan beberapa warga menduga bahwa tempat tersebut dahulu merupakan bagian dari kompleks kerajaan kecil atau permukiman elite yang kini telah hilang tertelan waktu.
Selain itu, salah seorang rumah warga yang memiliki blumbang atau kolam pernah memiliki cerita mistis yang kurang masuk akal. Kala itu, pemilik rumah ingin merenovasi bagian kolam ikan itu. Ia berencana untuk menutup kolam itu. Namun, saat tukang mulai menutup, air itu terus muncul keluar tanpa alasan yang jelas. Tidak lama dari itu, tukang yang mengerjakan pekerjaan itu juga diberi sakit yang tidak kunjung sembuh hingga saat ini meski sudah melakukan pengobatan secara medis maupun non medis.
Melihat kondisi itu, pemilik rumah memutuskan untuk tidak melanjutkan penutupan kolam tadi. Pemilik rumah justru membangun kolam dengan lebih cantik dan membangun bangunan di atas makamnya. Syukurnya, kejadian aneh tadi tidak terjadi lagi.
Seiring berjalannya waktu, warga Dusun Bendan semakin yakin bahwa tempat tinggal mereka bukanlah wilayah biasa. Dusun ini menyimpan banyak kisah, baik dalam bentuk peninggalan fisik maupun cerita tutur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kisah-kisah itu menjadi bagian penting dari identitas warga setempat.
Kini, Dusun Bendan tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan keasriannya, tetapi juga karena kisah-kisah misterius dan sejarah panjang yang tertanam dalam setiap jengkal tanahnya. Nama ‘Bendan’ terus dikenang sebagai simbol kejayaan masa lalu, kekayaan budaya, dan kekuatan spiritual yang masih terasa hingga hari ini. Bagi masyarakatnya, Dusun Bendan bukan sekadar tempat tinggal, tapi warisan yang harus dijaga dengan penuh rasa hormat.(*)
Oleh Wahyu Ramadhani