Putri Pinang Masak, sang Putri Kerajaan Jambi

Liburan semester lalu, temanku datang ke Jambi untuk berlibur, saat siang menuju sore kami berkeliling Kota Jambi dan bermain hingga saat kami melewati jalanan temanku terfokus dengan nama jalan putri pinang masak dia merasa tidak familiar dengan nama itu. Kakekku yang saat itu sedang menemani kami untuk berjalan jalan menceritakan mengenai Putri Pinang Masak. Kami mendengarkan cerita kakek dengan penuh tanya dan bersemangat. 

Kakek pernah mendengar dan menyaksikan sendiri kisah legendaris tentang Putri Pinang Masak, seorang putri cantik dari Jambi yang terkenal bukan hanya karena parasnya, tetapi juga kecerdikan dan keberaniannya. Putri ini memiliki pipi merah merona seperti buah pinang masak, sehingga ia mendapat julukan yang unik itu. Cerita tentang Putri Pinang Masak selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Jambi, dan aku merasa bangga saat kakek bisa menyampaikan kisahnya.

Putri Pinang Masak sebenarnya memiliki hati yang tamak terhadap harta benda. Suatu ketika, seorang raja dari kerajaan tetangga melamar dirinya. Awalnya, sang putri menerima lamaran itu, namun kemudian berubah pikiran karena ia tidak mencintai sang raja, melainkan hanya menginginkan kekayaan yang dimilikinya. Maka, ia mengajukan syarat yang mustahil: sang raja harus membangun sebuah istana dalam satu malam jika ingin menikahinya.

Kakek menceritakan bagaimana sang raja yang terpesona dengan kecantikan Putri Pinang Masak berusaha memenuhi syarat itu. Ia memerintahkan para pekerja membangun istana dengan cepat. Namun, Putri Pinang Masak tidak ingin raja berhasil. Dengan kecerdikannya, ia diam-diam menyalakan lampu di kandang ayam hingga ayam-ayam berkokok seolah pagi telah tiba. Raja yang mendengar kokok ayam itu mengira waktu sudah pagi dan membatalkan pembangunan istana yang belum selesai.

Karena gagal memenuhi syarat, sang raja marah dan meninggalkan kerajaan. Namun, Putri Pinang Masak tidak puas hanya dengan itu. Ia berhasil menguasai harta benda sang raja yang ditinggalkan. Kakek menjelaskan bagaimana ia menjual semua harta tersebut dan menggunakan uangnya untuk membeli senjata serta menyewa prajurit-prajurit ahli perang.

Dengan pasukan yang kuat, Putri Pinang Masak melancarkan serangan ke kerajaan timur yang kaya raya. Aku ikut menyaksikan bagaimana peperangan itu terjadi dengan sengit. Raja kerajaan timur tidak menyangka akan diserang oleh seorang putri yang awalnya hanya tampak tamak dan licik. Namun, strategi dan kekuatan pasukan Putri Pinang Masak membuatnya berhasil mengalahkan kerajaan tersebut.

Setelah kemenangan itu, Putri Pinang Masak menjadi penguasa kerajaan timur. Daerah itu kemudian dikenal sebagai Negeri Pinang Masak, yang kemudian oleh para raja dari Jawa disebut dengan nama Jambe, yang berarti pinang. Nama itu lama-kelamaan berubah menjadi Jambi, seperti yang kita kenal sekarang.

Aku melihat bagaimana sang putri memerintah dengan tegas dan penuh tekanan. Meskipun berhasil menguasai kerajaan besar, ia merasa bingung dan tidak bahagia karena harus mengatur harta yang melimpah dan memenuhi tuntutan para prajurit yang disewanya. Kekuasaan ternyata membawa beban yang berat baginya.

Cerita Putri Pinang Masak bukan hanya tentang kecantikan dan kekuasaan, tetapi juga tentang kecerdikan, keberanian, dan konsekuensi dari ambisi yang besar. Aku merasa kisah ini mengajarkan kita bahwa kekayaan dan kekuasaan tidak selalu membawa kebahagiaan, dan kadang kecerdikan lebih penting dari sekadar penampilan.

Kini, aku sering menceritakan kisah ini kepada siapa saja yang ingin mendengar, agar semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita Putri Pinang Masak tetap hidup dan menjadi pelajaran berharga bagi generasi mendatang di Jambi dan sekitarnya. Cerita ini berdasarkan versi khas Jambi yang telah menjadi bagian penting dari budaya dan sejarah daerah tersebut.

Oleh Fadhila Putri Amelia