Pengembangan Kompetensi Profesional bagi pendidik Yayasan Nurul Amin Melalui Pelatihan Berbicara Publik,Program Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG UNNES di Yayasan Nurul Amin

Semarang- Bertajuk “Pelatihan Pengemabnagan Kompetensi Profesional bagi Pendidik Yayasan Nurul Amin Melalui Pelatihan Berbiacara Publik”.  Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Semarang mengelar progam Projek Kepemimpinan di Yayasan Nurul Amin di Gang Kalimasada 3, Banaran, Gunungpati. Kegitan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pendidik dalam mengajar dan melatih anak-anak Yayasan Nurul Amin untuk menjadi pembicara yang efektif dan percaya diri. Melalui pendekatan yang menarik dan interaktif.

Kegiatan ini di bombing oleh Ibu Septiana Sulistyaningrum, S.Pd., M.Pd. Dan adapun ketua projek kepemimpinan Alfin Sukma yang beranggotakan Alya Nabila Fatin, Ahmad Fata Ilahi, Dwi Irfanti, Anisa Nur’aini, Candra Tiyan Pamungkas, Ani Malikhatur Rizqiyah, Andono Warih, dan Ardian Rifqy Wijaya.

Rangkaian kegitan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Maret 2025 dengan  kegiatan Pelatihan secara partisipatif dengan metode diskusi, simulasi, dan praktik langsung. Materi pelatihan meliputi teknik vokal, ekspresi, bahasa tubuh, penyusunan pidato, serta cara membangun kepercayaan diri. Peserta juga dilatih untuk menyusun naskah pidato yang sistematis dan menarik. Kegiatan ini diikuti oleh 20 pendidik yang tergabung dalam Yayasan Nurul Amin dan berlangsung selama satu hari. Pada hari Rabu, 23 April 2025 Evaluasi pascapelatihan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Para pendidik mengalami peningkatan signifikan dalam menyusun dan menyampaikan pidato secara efektif. Mereka juga menunjukkan pemahaman lebih baik dalam teknik ceramah dan berpidato untuk mengajarkan kepada anak-anak di Yayasan.

Dalam pelaksanaan proyek, beberapa faktor menjadi kunci kesuksesan kegiatan, di antaranya adalah semangat dan komitmen peserta, dukungan penuh dari pihak yayasan, serta materi yang relevan dan aplikatif. Metode pelatihan yang interaktif juga menjadi nilai tambah yang memudahkan peserta untuk memahami dan menguasai keterampilan baru. Meski demikian, pelaksanaan proyek juga menghadapi tantangan seperti perbedaan tingkat kemampuan peserta, keterbatasan waktu, dan minimnya sarana pendukung. Namun, berkat kerja sama tim yang solid dan dukungan dari berbagai pihak, hambatan tersebut dapat diatasi.

Salah satu ketua Yayasan Nurul Amin Bapak Nastainu, mengungkapkan Progam Projek kepemimpinan ini penting untuk mengenalkan generasi muda dengan realitas social yang nyata, semakain sering mahasiswa terjun ke masyarakat maka mereka akan semakin paham problematika social yang harus dibantu solusinya, karena ilmu dan teori tidak akan bermakna tanpa harus didukung kemanfaatan kepada masyarakat, sekaligus mebumbuhkan kepeaan social mahsiswa.

Demi menjaga keberlanjutan dampak positif kegiatan ini, kelompok mahasiswa projek kepemimpinan menyusun rencana tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan, kerja sama dengan lembaga pelatihan, dan forum praktik rutin bagi pendidik. Monitoring dan evaluasi juga akan terus dilakukan guna memastikan bahwa keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan secara maksimal dalam lingkungan belajar.

Proyek ini merupakan bukti nyata bahwa kepemimpinan mahasiswa dapat membawa perubahan positif di masyarakat. Dengan membekali para pendidik Yayasan Nurul Amin dengan keterampilan berbicara publik, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Yayasan Nurul Amin, khususnya dalam membangun generasi yang komunikatif, percaya diri, dan mampu menyampaikan gagasan secara efektif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk melakukan pelatihan serupa guna mencetak pendidik yang tak hanya mumpuni dalam akademik, tetapi juga unggul dalam kemampuan komunikasi publik.