Kota Pekalongan adalah salah satu provinsi Jawa Tengah Indonesia. Kota ini merupakan pelabuhan terpenting di Jawa Tengah dan terkenal dengan batiknya. Pekalongan merupakan kota pertama di Indonesia dan kota asia tenggara pertama yang menjadi bagian dari jaringan kota kreatif UNESCO. Nama Pekalongan diambil dari kosakata Bahasa Jawa ‘along’ (dapat banyak) dan dibawah lambang kota tertulis ‘Pek-Along-an’ yang berarti pendapatan atau dalam Bahasa Jawa krama disebut dengan ‘pengangsalan’.
Pekalongan berbatasan dengan laut Jawa Utara Kabupaten Batang ditimur serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat, dan terletak di lintas utara. Pekalongan berjarak 417km sebelah barat dari Kota Surabaya atau 384km sebelah timur dari Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif.
Secara geografis, wilayah kota Peklaongan terletak antara 60 50’ 42” – 60 55’ 44” lintang selatan dan 1090 37’ 55” – 1090 42’ 19” Bujur Timur. Rencana tata ruang wilayah nasional menetapkan Kota Pekalongan sebagai pusat kegiatan wilayah. Sebagai pusat kegiatan wilayah maka Kota Pekalongan dapat berperan menjadi pusat pengembangan bagi wilayah disekitarnya, yang meliputi kabupaten Pekalongan dan kabupaten Batang. Batas administratif kota Pekalongan yaitu sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Batang, sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Batang dan Pekalongan, sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Pekalongan.
Di Pekalongan terdapat empat kecamatan, yaitu kecamatan pekalongan barat, pekalongan timur, pekalongan selatan, dan pekalongan utara. Kecamatan pekalongan barat terdiri dari tujuh kelurahan yang meliputi kelurahan medono, kelurahan podosugih, kelurahan sapuro kebulen, kelurahan bendan kergon, kelurahan pasirkratonkramat, kelurahan pringrejo, dan kelurahan tirto.
Pada zaman kerajaan dahulu, di Tirto banyak berdiri pabrik-pabrik gula. Pabrik gula tersebut di bangun sekitar tahun 1837 – 1838. Lokasi pabrik gula tirto ini sekarang ditempati perumahan warga kelurahan tirto. Salah satunya perumahan yang sampai sekarang masih berdiri yaitu perumahan Griya Tirto Indah. Penduduk yang tinggal di Perumahan Griya Tirto Indah ini kurang lebih ada 120 Kepala Keluarga. Di Perumahan Griya Tirto Indah dahulu dihuni hampir 90% berprofesi sebagai Pegawai Negeri Kabupaten Pekalongan karena, dahulu sebelum menjadi Kelurahan Tirto, perumahan Tirto termasuk wilayah Kabupaten Pekalongan. Masyarakat di perumahan Tirto kebanyakan adalah pendatang dari luar daerah, oleh karena itu rasa persaudaraan sangat tinggi karena merasa senasib.
Kebiasaan-kebiasaan yang sampai saat ini masih terus dilakukan adalah kerja bakti, gotong-royong dilakukan satu bulan sekali. Tak lupa setiap malam diadakan ronda malam untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Perumahan Griya Tirto Indah. Kebiasaan lainnya yang sangat unik dan menarik adalah setiap pagi setelah sholat subuh, biasanya bapak-bapak ataupun ibu-ibu yang sudah massa purna tugas selalu menyempatkan diri untuk menjaga kesehatan dengan berjalan mengelilingi lapangan yang ada di wilayah perumahan Tirto. Setiap hari rabu pagi sekitar jam 07.00 WIB diadakan senam bersama dan dilanjutkan sarapan bersama. Senam dipimpin oleh seorang instruktur senam dengan memberikan jasa yang didapat dengan iuran bersama sebesar Rp.10.000,- setiap peserta senam.
Setelah melakukan senam pagi, biasanya bapak-bapak akan berjalan-jalan mengelilingi wilayah sekitar Perumahan Griya Tirto Indah untuk memantau keadaan lingkungan dan memastikan bahwa wilayah di sekitar Perumahan Griya Tirto Indah aman. Untuk masyarakat yang masih aktif bekerja mereka akan melakukan pekerjaan sesuai dengan profesi masing-masing. Ada yang bekerja di kantor, baik itu guru, polisi, tentara, dan banyak pula yang bekerja sebagai buruh pabrik. Karena masyarakat di Kota Pekalongan itu banyak sekali juga yang menjadi pengusaha batik. Batik Kota Pekalongan itu sudah sangat terkenal sampai di mancanegara. Batik yang ada di Kota Pekalongan itu salah satu contohnya yaitu motif batik Jlamprang.
Tak lupa untuk pemuda-pemudi pada sore hari, setelah mereka melakukan rutinitas masing-masing mereka akan berkumpul di lapangan untuk bermain sepak bola ataupun bermain bola voli. Dan setiap malam, bapak-bapak yang melaksanakan ronda malam mereka akan berdiskusi tentang masalah yang ada di wilayah Perumahan Griya Tirto Indah dan mencari solusinya bersama. Agar wilayah Perumahan Griya Tirto Indah menjadi lebih kondusif. Untuk meningkatkan keimanan kita, ibu-ibu mengadakan pengajian dan sholawatan bersama pada setiap hari kamis malam pukul 19.00 WIB. Biasanya kegiatan pengajian dan sholawatan itu juga diikuti oleh para remaja putri di wilayah Perumahan Griya Tirto Indah.
Kegiatan rutin yang tak kalah penting dilakukan oleh masyarakat Perumahan Griya Tirto Indah adalah setiap menjelang bulan suci Ramadhan, bapak-bapak terutama takhmir masjid di wilayah Perumahan Griya Tirto Indah selalu mengadakan agenda rutin yaitu membersihkan masjid dengan mencuci karpet masjid, mengepel lantai masjid, dan membersihkan semua ruangan yang ada di masjid, diharapkan agar dalam melaksanakan sholat pada bulan suci Ramadhan masyarakat menjadi lebih nyaman. Dan kegiatan rutin lainnya adalah pada hari raya Idul Adha, setelah melaksanakan sholat ied bersama-sama kemudian melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Untuk para ibu-ibu ada sebagian membantu menimbang daging hewan qurban dan membagikannya kepada orang yang berhak menerima, sebagiannya lagi ada yang memasak untuk makan siang bapak-bapak. Semua dilakukan bersama-sama secara gotong-royong untuk meningkatkan rasa persaudaraan diantara warga Perumahan Griya Tirto Indah.
Pada setiap malam 17 Agustus para warga Perumahan Warga Griya Tirto Indah mengadakan tirakatan serta rapat untuk membahas kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia seperti mengadakan lomba. Sebagai contohnya, biasanya diadakan lomba sepeda hias untuk anak-anak dengan mengelilingi wilayah Perumahan Griya Tirto Indah, lomba balap karung untuk ibu-ibu, lomba makan kerupuk untuk para remaja, dan lomba bermain badminton untuk para ibu-ibu. Kegiatan rutin dan unik lainnya yang dilakukan warga kota pekalongan yaitu setiap tanggal 17 Agustus masyarakat kota pekalongan mengadakan pasar jajan gratis. Setiap warga mengeluarkan makanan secara suka rela. Biasanya ada yang mengeluarkan makanan khas Kota Pekalongan yaitu soto tauto, nasi megono, tempe mendoan, es kuwut, dan masih banyak lagi. Masyarakat bebas berkunjung ke tempat warga yang mengadakan pasar jajan gratis. Karena itu merupakan ajang silaturahmi bagi warga Kota Pekalongan. Kegiatan itu juga dilakukan di wilayah Perumahan Griya Tirto Indah.
Kegiatan-kegiatan rutin tersebut dilakukan untuk menjalin silaturahmi diantara warga Perumahan Griya Tirto Indah, Kota Pekalongan dan meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama. Dengan sering melakukan kegiatan bersama-sama diharapkan warga Perumahan Griya Tirto Indah bisa saling menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di wilayah Perumahan Griya Tirto Indah agar masyarakat yang tinggal di Perumahan Griya Tirto Indah merasa aman. Para tamu yang akan berkunjung ke tempat teman ataupun saudara di wilayah Perumahan Griya Tirto Indah juga merasa nyaman. Dengan demikian wilayah Perumahan Griya Tirto Indah akan tercipta suasana yang menyenangkan.(*)
Oleh Bella Bestari